TRIBUNNEWS.COM - Memasuki akhir pekan, dunia internasional kembali diramaikan oleh sejumlah isu besar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melayangkan serangan lewat kritik tajam kepada Presiden Israel Isaac Herzog, Jumat (13/2/2026).
Kritik ini dilontarkan agar Herzog segera memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang menghadapi kasus dugaan korupsi.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyoroti bahwa presiden Israel memiliki kewenangan konstitusional untuk memberikan pengampunan.
Namun, ia menilai keputusan Herzog yang belum mengambil langkah tersebut sebagai kegagalan dalam mendukung stabilitas pemerintahan.
Bahkan, Trump menyebut Herzog “seharusnya malu” karena tidak segera bertindak menggunakan kewenangannya untuk untuk melindungi pemimpin Israel tersebut.
Trump menegaskan bahwa Netanyahu merupakan sosok pemimpin yang kuat dan dibutuhkan Israel, terutama di tengah situasi konflik dan ketegangan keamanan di kawasan.
Menurutnya, proses hukum yang terus berjalan berpotensi melemahkan kepemimpinan Israel di tengah situasi perang dan ketegangan kawasan.
Karena itu, ia menilai pengampunan perlu diberikan demi stabilitas politik dan keamanan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan keras tersebut tidak terlepas dari hubungan politik yang erat antara Trump dan Netanyahu.
Keduanya dikenal memiliki kedekatan selama bertahun-tahun dan sering menunjukkan kesamaan pandangan dalam berbagai isu strategis dan keamanan.
Dukungan Trump terhadap Netanyahu juga terlihat dari sikapnya yang cenderung meremehkan tuduhan korupsi yang menjerat pemimpin Israel itu.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Pemerintah Jepang menyita sebuah kapal nelayan milik Tiongkok dan menangkap kaptennya setelah kapal tersebut diduga melanggar aturan perikanan di wilayah perairan Jepang.
Insiden itu diungkap langsung oleh Badan Perikanan Jepang pada Jumat (13/2/2026).
Dalam keterangan resminya Badan Perikanan Jepang menyatakan bahwa kapal nelayan tersebut berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, sekitar 89,4 mil laut atau 165 kilometer di barat daya Pulau Meshima, Prefektur Nagasaki.
Menurut otoritas, kapal tersebut awalnya diperintahkan berhenti untuk menjalani pemeriksaan oleh inspektur perikanan. Namun, kapal justru mengabaikan perintah dan berusaha melarikan diri.
“Kapten kapal diperintahkan berhenti untuk diperiksa, tetapi tidak mematuhi dan mencoba kabur. Akibatnya, kapten ditangkap pada hari yang sama,” demikian pernyataan resmi Badan Perikanan Jepang.
Kapten yang ditahan diketahui merupakan warga negara Tiongkok berusia 47 tahun.
Selain menahan Kapten kapal, otoritas setempat juga menahan 11 orang awak yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing di wilayahnya.
“Kami akan terus mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum untuk mencegah dan menghalau operasi penangkapan ikan ilegal,” ujar Kihara dalam konferensi pers rutin.
Penyitaan ini menjadi yang pertama terhadap kapal nelayan Tiongkok sejak tahun 2022, menandakan peningkatan pengawasan Jepang di wilayah perairan strategisnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Angkatan Udara AS akan membutuhkan lebih banyak pesawat pembom dan jet tempur generasi berikutnya untuk berperang melawan China, menurut argumen mantan pilot dan pakar kekuatan udara dalam laporan baru yang dikutip Business Insider.
Dalam makalah kebijakan Mitchell Institute for Aerospace Studies yang diterbitkan pekan ini, para pakar menyebut Angkatan Udara AS perlu membeli lebih banyak pesawat pembom B-21 Raider dan jet tempur F-47 yang baru dan akan datang dibandingkan dengan jumlah yang saat ini direncanakan.
Jumlah unit yang tidak mencukupi dapat memaksa Angkatan Udara AS beroperasi secara konservatif, yang berpotensi memberi China keunggulan dalam pertempuran semacam itu.
Laporan tersebut menyatakan bahwa jaringan anti-akses dan penolakan wilayah China, bersama dengan kondisi geografisnya, menciptakan tempat perlindungan dari mana sistem pertahanan udara dan rudalnya dapat menembak.
Kekuatan tembak yang tersedia bagi pasukan China di dalam tempat perlindungan ini dapat menimbulkan ancaman bagi pasukan AS, sehingga menghancurkannya menjadi sangat penting bagi operasi militer AS.
“Persediaan pesawat pembom dan jet tempur siluman Angkatan Udara memiliki kemampuan bertahan hidup yang dibutuhkan untuk menembus wilayah dengan kepadatan ancaman tinggi, tetapi kekurangan kapasitas sorti yang cukup untuk konflik dengan China,” tulis penulis laporan Heather Penney dan pensiunan kolonel Angkatan Udara Mark Gunzinger.
Para penulis mengusulkan agar Angkatan Udara AS mengerahkan setidaknya 200 pesawat B-21 dan 300 pesawat F-47, atau kira-kira dua kali lipat dari rencana Angkatan Udara saat ini.
Angkatan Udara AS telah menyatakan akan membeli setidaknya 185 pesawat F-47 yang dikembangkan Boeing dan sedikitnya 100 pesawat B-21 yang diproduksi Northrop Grumman.
Para penulis juga merekomendasikan peningkatan pengadaan pesawat tempur generasi kelima F-35 Lightning II Joint Strike Fighter buatan Lockheed Martin serta pesawat tempur canggih F-15EX Eagle II buatan Boeing.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Di kalangan Generasi Z Tiongkok, tren merawat boneka kapas layaknya bayi kian menguat.
Tanpa kehamilan dan tanpa tanggung jawab pengasuhan nyata, para penggemarnya menemukan cara baru menyalurkan naluri keibuan lewat boneka yang mereka sebut mumi.
Boneka-boneka ini tak lagi sekadar pajangan.
Dalam keseharian, mumi diperlakukan seperti anak sendiri: dirayakan ulang tahunnya, dibelikan pakaian mahal, hingga diajak bepergian dan berlibur.
Fenomena tersebut mulai menyita perhatian publik pada Oktober 2023, ketika seorang perempuan membawa boneka kapasnya ke restoran hotpot populer Haidilao dan membagikan pengalamannya di media sosial.
Dalam unggahannya yang viral, ia menceritakan kebingungan staf restoran saat diminta menyediakan kursi bayi untuk boneka.
Permintaan menyajikan makanan dan menyanyikan lagu ulang tahun pun ditolak.
Peristiwa itu memicu perdebatan nasional: apakah perayaan ulang tahun boneka pantas dilakukan di ruang publik?
Komunitas penggemar boneka angkat suara membela tren tersebut.
“Kami hanya melakukan apa yang kami sukai. Kami tidak menyakiti siapa pun,” tulis salah satu pendukung.
Di media sosial, para ibu boneka kerap membagikan foto mumi mereka saat berlibur atau menjalani aktivitas harian, seolah benar-benar merawat seorang anak.
Jejak tren ini dapat ditelusuri sejak 2015. Saat itu, penggemar grup idola Korea EXO membawa boneka yang menyerupai Chen ke konser.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Militer Israel menggelar serangkaian latihan perang di wilayah Laut Merah dan Laut Mediterania dengan melibatkan angkatan laut, udara, dan pasukan darat, mulai Kamis (12/2/2026).
Latihan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta bertambahnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan Anadolu, latihan digelar dua kali secara terpisah sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kemungkinan eskalasi konflik di kawasan.
Adapun latihan pertama berlangsung di wilayah selatan Israel, tepatnya di sekitar Eilat dan Lembah Arava di kawasan Laut Merah. Sementara latihan kedua dilakukan di Laut Mediterania dengan fokus pada pertahanan maritim.
Pelaksanaan latihan di wilayah Eilat dan Lembah Arava didasari oleh pertimbangan geografis dan tingkat kerawanan kawasan tersebut.
Wilayah selatan Israel dinilai sebagai salah satu titik sensitif karena berbatasan dengan jalur strategis yang berdekatan dengan Yordania, Laut Merah, serta akses menuju kawasan yang berpotensi menjadi jalur ancaman dari kelompok bersenjata di wilayah regional.
Dalam skenario latihan, militer mempersiapkan kemungkinan serangan rudal yang menargetkan kota Eilat dan sekitarnya, termasuk kawasan wisata dan infrastruktur vital.
Selain itu, latihan juga mensimulasikan potensi infiltrasi lintas batas melalui darat maupun laut, termasuk kemungkinan serangan maritim dari arah Laut Merah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pasukan dalam menghadapi skenario darurat yang dapat terjadi secara cepat dan bersamaan.
Sedangkan latihan yang digelar di Laut Mediterania difokuskan pada penguatan sistem pertahanan terhadap ancaman di wilayah perairan ekonomi Israel.
Kawasan ini memiliki nilai strategis karena menjadi lokasi berbagai aset penting, seperti platform gas lepas pantai, jalur distribusi energi, serta pelabuhan utama yang mendukung aktivitas ekonomi nasional.
BACA SELENGKAPNYA >>>
(Tribunnews.com)