Pertanyaan:
“Dokter apakah flu yang berat ini bisa menyebabkan komplikasi serius dokter?”
Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam Talk Show Healthy Talk “Ramai Istilah Superflu, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?” yang tayang di YouTube TribunHealth.com dan Tribunnews pada Kamis, 29 Januari 2026.
Jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Ova Rachmawati, Sp.PD, FINASIM:
“Bisa.
Kalau misalnya yang kena adalah kelompok-kelompok khusus dan kemudian penanganannya kurang tepat, itu bisa.
Untuk ke arah mana komplikasinya bisa ke arah pneumonia tentunya itu.”
Baca juga: 6 Penyakit yang Lebih Mudah Menyebar Saat Musim Hujan dan Banjir
Siapa saja kelompok risiko superflu?
“Ini nanti ada kelompok yang berisiko, misalnya adalah lanjut usia usianya di atas 60, kemudian kelompok anak-anak tentunya, ibu hamil.
Ataupun kelompok masyarakat yang ada penyakit-penyakit kondisi khusus misalnya ada diabetes, kemudian ada gangguan ginjal, ataupun penyakit autoimun, itu ada resiko.
Ataupun penyakit lain seperti penyakit keganasan juga ada resiko terkena virus superflu ini.”
Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut:
Superflu merupakan istilah yang banyak digunakan pada awal 2026 ini.
Istilah populer ini merujuk pada infeksi virus Influenza A (H3N2) Subclade K, sebuah varian yang menyebabkan gejala jauh lebih berat dan durasi sakit yang lebih lama dibandingkan flu musiman biasa.
Meskipun bukan penyakit baru, mutasi ini terbukti lebih efektif menyerang saluran pernapasan manusia.
Yang membedakan superflu dan flu biasa adalah intensitasnya, yang sering kali muncul secara mendadak dengan gejala lebih kuat.
Beberapa gejala kunci yang menjadi ciri khasnya meliputi:
Varian H3N2 Subclade K memiliki kemampuan penularan yang sangat cepat melalui droplet saat bersin atau batuk.
Situasi ini marak terjadi di Indonesia sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.
Meski gejalanya mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali dan masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada.
Untuk menekan risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan, langkah-langkah berikut sangat disarankan:
(TribunHealth.com)