Dok, Bagaimana jika Anak Korban Banjir Demam tapi Minim Fasilitas Kesehatan?
Ahmad Nur Rosikin February 14, 2026 05:42 AM

Pertanyaan:

“Dokter, apa prosedur aman untuk mengatasi demam pada anak-anak di tengah kondisi banjir tanpa fasilitas kesehatan yang lengkap nih, Dokter?”

Pertanyaan dari jurnalis TribunHealth.com, dalam Talk Show Healthy Talk “Banjir dan Pertolongan Pertama, Cara Aman Selamatkan Diri dan Keluarga” yang tayang di YouTube TribunHealth.com dan Tribunnews pada Rabu, 10 Desember 2025.

Jawaban dr. Muhammad Fiarry Fikaris, M.Sc:

Betul.

Tempat tidur enggak ada, makanan pun terbatas.

Sehingga kalau menghadapi kasus demam tentu idealnya adalah ada tenaga kesehatan, tenaga medis yang menolong di fasilitas pengungsian tersebut.

Nah, itu kita bisa segera berkonsultasi dengan yang bertugas.

Tapi jika belum ada, kita bisa berikan misalkan obat-obat penurun demam gitu ya.

Baca juga: 6 Penyakit yang Lebih Mudah Menyebar Saat Musim Hujan dan Banjir

Tapi obat menurun demam itu kita juga harus hati-hati karena kita harus pastikan benar-benar demam atau tidak gitu.

Kalau ada termometer itu lebih mudah untuk kita mengecek berapa suhunya.

Tapi kalau tidak ada, kita boleh berikan penurunan demam secukupnya dan juga kita berikan terapi-terapi yang supportif.

Jadi kita bisa berikan pakaian yang tipis.

Kalau pada demam itu pakaian yang tipis supaya panas tubuhnya itu bisa dikeluarkan.

Kalau kita bungkus dengan tebal dengan selimut dengan pakaian berlapis-lapis, justru panas tubuhnya akan semakin meningkat, sehingga demamnya semakin tinggi.

Lalu setelah kita berikan pakaian yang tipis bisa kita kompres di lipatan-lipatan tubuh.

Bisa di lipatan lengan, lipatan kaki, lipatan ketiak itu bisa kita berikan kompres hangat.

Dan yang terakhir tentu pastikan kebutuhan cairan ya.

Karena ketika demam terutama pada anak-anak dan bayi, demam itu akan menyebabkan kekurangan cairan pada tubuh.

Kalau kekurangan cairan yang dibiarkan bisa terjadi yang namanya dehidrasi dan kita pastikan asupan cairannya cukup.

Minimal dengan air bersih atau dengan cairan-cairan yang bergizi.

Misalkan kita berikan susu atau minuman-minuman lain.

Tapi kita harus hati-hati juga bahwa ada minuman yang sifatnya itu malah mengurangi air di dalam tubuh.

Contohnya minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh itu kita harus hati-hati saat berikan ke korban demam, karena nanti takutnya malah nanti frekuensi buang air kecilnya meningkat malah akan dehidrasi juga.

Jadi berikan cairan-cairan paling aman ya air putih ya yang kita bisa berikan sebagai dasar kalau menemukan pasien demam gitu.

Simak penjelasan lengkapnya dalam tayangan berikut.

Hal yang perlu diperhatikan saat banjir

Saat musim hujan dan rawan banjir, menjaga kesehatan menjadi prioritas utama beriring dengan meningkatnya risiko penyakit.

Ini karena air banjir dapat terkontaminasi limbah dan kotoran, yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare akut, tifus, dan leptospirosis.

Leptospirosis, khususnya, perlu diwaspadai karena bakteri dari kencing tikus dapat masuk melalui kulit yang terluka.

Selain itu, genangan air pasca banjir menjadi tempat berkembang biak nyamuk, sehingga potensi demam berdarah dan malaria juga meningkat.

Infeksi saluran pernapasan dan masalah kulit seperti gatal-gatal serta iritasi mata juga kerap terjadi akibat paparan langsung dengan air kotor dan lingkungan yang lembab.

Untuk mencegahnya, hindari kontak langsung dengan air banjir bila memungkinkan. 

Jika harus terjun ke genangan, gunakan pelindung seperti sepatu boots dan sarung tangan.

Untuk konsumsi, hanya gunakan air yang telah dimasak hingga mendidih dan makanan yang terjaga kebersihannya.

Segera bersihkan diri dengan sabun dan air bersih setelah terpapar air banjir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.