TRIBUNNEWS.COM - Pemain veteran Kroasia, Luka Modric memberikan contoh kepada pemain AC Milan saat bertanding melawan Pisa di Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026).
Luka Modric menjadi pahlawan AC Milan berkat golnya dalam 10 menit terakhir waktu normal babak kedua.
Awalnya, Ruben Loftus-Cheek berhasil membawa Milan unggul 1-0 pada menit ke-39 yang bertahan hingga jeda turun minum.
Mantan pemain Chelsea itu mencetak gol dengan kepalanya setelah menerima umpan silang Athekame dari sisi kanan.
Namun dalam proses gol tersebut, Modric punya andil. Dialah yang mengalirkan bola transisi ke sisi kanan kepada Athekame sebelum ia mengirim umpan silang ke kotak penalti.
Milan punya peluang bagus untuk menggandakan keunggulan di awal babak kedua dari titik penalti.
Tapi sayang, eksekusi Nicklas Fulkrug masih membentur mistar gawang. Hal itu membuat pemain Pisa termotivasi untuk mencetak gol balasan yang lahir pada menit ke-71, sebelum terciptanya gol Luka Modric.
Luka Modric dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga itu.
Ia mencatatkan rekor sebagai pemain tertua ketiga yang mencetak gol di Serie A Liga Italia. Usianya 40 tahun 157 hari.
Dua nama sebelum Luka Modric adalah Alessandro Costacurta (41 tahun 25 hari) dan Ibrahimovic (41 tahun 166 hari).
Gol Modric membawa AC Milan melanjutkan tren positif musim ini dengan tidak terkalahkan dalam 23 pertandingan Serie A.
Satu-satunya kekalahan terjadi di laga pembuka musim ini dari Cremonese. Catatan itu menjadi rekor terpanjang di lima liga top Eropa musim ini.
Usai laga, pelatih AC Milan, Max Allegri memuji penampilan Luka Modric yang tampil luar biasa.
Dia penuh dengan karakter pemenang. Usia bukanlah patokan, namun kerja kerasnya di lapangan menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang menginspirasi.
Baca juga: AC Milan Mode Gila Belanja: Habis Rp1,1 Triliun demi Benteng Barcelona dan Eks Juventus
"Terlepas dari tekniknya yang luar biasa, dia benar-benar ingin meraih kemenangan ini pada akhirnya," ucap Allegri usai laga, dikutip dari Football Italia.
"Kita semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya yang luar biasa."
"Kami sangat senang memiliki dia di sini, para pemain muda harus memanfaatkan kesempatan bekerja sama dengannya sebaik mungkin," jelasnya.
Tapi sayang, kemenangan ini diwarnai dengan kartu merah yang diterima oleh Adrien Rabiot sehingga membuatnya absen melawan Como pada Kamis, 19 Februari mendatang, laga krusial bagi Milan.
Mantan pemain PSG itu melakukan pelanggaran terhadap pemain Pisa di dekat kotak penalti.
Dengan hasil ini, Milan bertahan di peringkat 2 klasemen Liga Italia karena mengoleksi 53 poin dari 24 pertandingan.
Rossoneri terpaut 5 angka dengan Inter yang duduk di singgasana, empat poin dari Napoli dan Juventus yang berada di bawahnya.
Untuk diketahui, ini adalah kunjungan pertama Milan setelah 35 tahun ke Pisa yang menyandang status sebagai tim promosi musim ini.




















(Tribunnews.com/Sina)