Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026 dan Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan February 14, 2026 08:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Sabtu 14 Februari 2026.

Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.

Sabtu 14 Februari 2026 merupakan hari Sabtu, Perayaan Wajib Santo Syrilius dan Metodius, Uskup dan Rahib, Santo Valentinus, Martir, Santo Maro, Abbas, Beato Yohanes dari Aldomovar, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 14 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 15 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 12:26-32;13:33-34

"Raja Yerobeam membuat dua anak lembu emas."

Setelah menjadi raja, berkatalah Yerobeam dalam hatinya, “Kini mungkin kerajaan ini kembali kepada keluarga Daud. Jika bangsa itu tetap pergi mempersembahkan kurban sembelihan di rumah Tuhan di Yerusalem, maka pastilah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.” 

Sesudah menimbang-nimbang, raja membuat dua anak lembu jantan dari emas. Lalu ia berkata kepada mereka, “Sudah cukup kamu pergi ke Yerusalem! Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. 

Maka hal itu menyebabkan orang berdosa. Sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.

Yerobeam membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengurbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi. 

Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan raja sendiri naik tangga mezbah itu.

Begitulah dibuatnya di Betel: ia mempersembahkan kurban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengurbanan yang telah diangkatnya. 

Raja Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengurbanan.

Siapa saja yang mau ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengurbanan. Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 106:6-7a.19-22

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umat.

Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, kami telah berbuat fasik. Nenek moyang kami di Mesir tidak memahami perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal besar di tanah Mesir; yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya

Ayat. Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah

Bacaan Injil Markus 8:1-10

"Mereka semua makan sampai kenyang."

Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. 

Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” 

Murid-murid-Nya menjawab, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti yang ada padamu?” Jawab mereka, “Tujuh.” 

Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Yesus mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan. 

Dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka mempunyai juga beberapa ikan. Sesudah mengucap berkat atasnya, Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. 

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Aku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu (Markus 8:1–10).

“Aku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu, karena mereka telah tiga hari lamanya tinggal bersama-Ku dan mereka tidak mempunyai makanan.” (Mrk 8:2)

Mukjizat penggandaan roti sering kali kita pahami hanya sebagai kisah tentang kelimpahan. Namun Injil hari ini mengajak kita masuk lebih dalam: sebelum roti dilipatgandakan, hati Yesus terlebih dahulu digerakkan oleh belas kasih.

Dalam Renungan Katolik Sabtu, 14 Februari 2026, kita diajak merenungkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat kebutuhan rohani manusia, tetapi juga kebutuhan jasmani yang paling sederhana. Ia peduli pada perut yang lapar, langkah yang lemah, dan manusia yang hampir menyerah.

Injil Markus 8:1–10 menyingkapkan Allah yang tidak tega membiarkan manusia pulang dengan tangan kosong.

Yesus Melihat, Bukan Sekadar Mengajar

Yesus dikelilingi orang banyak yang telah tiga hari mengikuti-Nya. Mereka mendengarkan, bertahan, dan setia. Namun Yesus melihat sesuatu yang mungkin luput dari perhatian para murid: kelelahan dan kelaparan.

Renungan Injil Markus 8:1–10 menegaskan bahwa iman Kristiani tidak pernah terpisah dari realitas hidup sehari-hari.

Yesus tidak berkata:

“Pulanglah dan uruslah dirimu sendiri.”
“Iman saja sudah cukup.”
Sebaliknya, Ia berkata:

“Aku tergerak oleh belas kasihan.”
Belas kasih selalu mendahului mukjizat.

Murid-Murid dan Logika Keterbatasan

Para murid menjawab dengan logika yang sangat manusiawi:

“Bagaimana mungkin orang-orang ini dapat diberi makan roti di tempat yang sunyi ini?”

Mereka tidak salah. Secara logika, situasinya memang mustahil.

Bukankah ini juga sering menjadi doa kita?

“Tuhan, aku tidak punya cukup.”
“Tuhan, aku lelah.”
“Tuhan, ini di luar kemampuanku.”

Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa mukjizat sering kali dimulai justru dari pengakuan akan keterbatasan.

Tujuh Roti dan Beberapa Ikan Kecil

Yesus bertanya:

“Berapa roti yang kamu punya?”

Jawabannya sederhana: tujuh roti dan beberapa ikan kecil.

Tidak banyak. Tidak istimewa. Namun diserahkan sepenuhnya.

Inilah kunci Injil hari ini:

Tuhan tidak menuntut kelimpahan
Tuhan meminta penyerahan
Apa yang sedikit di tangan manusia bisa menjadi cukup di tangan Tuhan.

Renungan Katolik Markus 8:1–10 menegaskan bahwa Tuhan bekerja bukan dari apa yang besar, tetapi dari apa yang kita mau serahkan.

Semua Makan Sampai Kenyang

Yesus:

Mengucap syukur
Memecah-mecahkan roti
Memberikannya kepada murid-murid
Murid-murid membagikannya kepada orang banyak
Dan hasilnya luar biasa:

“Mereka makan sampai kenyang.”
Bukan sekadar cukup. Kenyang.

Lebih dari itu, masih ada tujuh bakul sisa.

Tuhan tidak pernah memberi dengan setengah-setengah.

Belas kasih-Nya selalu melampaui kebutuhan.

Makna Ekaristis yang Dalam

Gereja sejak awal melihat Injil ini sebagai bayangan Ekaristi:

Yesus mengucap syukur
Memecah-mecahkan roti
Memberikannya
Dalam Ekaristi, Kristus kembali:

Mengenyangkan jiwa yang lapar
Menguatkan iman yang lelah
Memberi daya untuk melanjutkan perjalanan hidup

Renungan Katolik harian ini mengingatkan kita bahwa setiap kali kita menerima Ekaristi, kita sedang disentuh oleh belas kasih yang sama seperti orang banyak di padang gurun.

Relevansi untuk Hidup Sehari-hari
Hari ini kita hidup di dunia yang:

Cepat menghakimi
Mudah menuntut
Sulit berbelas kasih
Injil hari ini mengajak kita belajar dari Yesus:

Peka terhadap kebutuhan sesama
Tidak acuh pada penderitaan orang lain
Mau berbagi meski merasa kekurangan
Mungkin kita tidak bisa memberi banyak, tetapi:

Sepiring nasi
Waktu untuk mendengar
Doa yang tulus
Kehadiran yang setia
Semua itu bisa menjadi roti yang dilipatgandakan oleh Tuhan.

Belas Kasih yang Tidak Membiarkan Pulang Kosong
Yesus berkata:

“Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar.”
Kalimat ini sangat personal. Tuhan tidak ingin siapa pun pulang:

Dengan hati kosong
Dengan luka yang diabaikan
Dengan iman yang melemah

Renungan Katolik Sabtu ini menegaskan bahwa Tuhan selalu memikirkan perjalanan pulang kita agar kita tidak jatuh di jalan.

Refleksi Pribadi

Luangkan waktu sejenak dan tanyakan pada diri sendiri:

Apa “tujuh roti” yang kumiliki saat ini?
Apakah aku berani menyerahkannya kepada Tuhan?
Apakah aku peka terhadap kelaparan sesama—baik jasmani maupun rohani?

Renungan Injil Markus 8:1–10 mengajak kita percaya bahwa Tuhan sanggup bekerja melalui keterbatasan kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau mengenal kelelahan dan kelaparanku. Ajarku percaya bahwa apa yang sedikit dapat Engkau pakai untuk kebaikan banyak orang.

Bentukkan hatiku agar peka, tanganku agar rela berbagi, dan imanku agar tidak takut kekurangan. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.