Mitos atau Fakta Minum Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Simak Penjelasannya
Irmarahmasari February 14, 2026 05:42 AM

TRIBUNHEALTH.COM - Bagi banyak orang, ritme di pagi hari dimulai dengan bangun pagi, menyeruput kopi, dan tiba-tiba merasa ingin buang air besar. 

Hal ini sangat umum terjadi, sehingga kopi hampir mendapatkan reputasi sebagai pencahar alami. 

Tapi, apakah hal ini benar-benar terjadi atau hanya kebiasaan yang telah dipelajari oleh tubuh dari waktu ke waktu?

Baca juga: 7 Kesalahan Saat Minum Kopi, Bikin Kopi Jadi Tidak Sehat

Sembelit adalah masalah yang memengaruhi pencernaan, bikin tidak nyaman, dan bahkan memengaruhi suasana hati.

Ketika buang air besar terasa lambat atau sulit, banyak orang mencari solusi tercepat, dan minum kopi menjadi jawabannya. 

Lantas, mitos atau fakta minum kopi dapat mengatasi masalah sembelit?

Ilustrasi kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit?
Ilustrasi kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit? (freepik.com)

Mitos atau Fakta Kopi Bisa Atasi Sembelit?

Untuk sebagian orang adalah fakta. Kopi dapat memicu buang air besar dalam hitungan menit. 

Menurut Dr. Manish Dodmani, kopi merangsang usus besar dengan mengaktifkan refleks gastrokolik, respons alami yang membuat usus besar berkontraksi setelah makan atau minum. 

Kontraksi ini dapat membantu mendorong tinja ke depan, sehingga melancarkan pencernaan. 

Menariknya, bukan hanya kafein saja, baik kopi berkafein ataupun tanpa kafein, dapat merangsang aktivitas usus. 

Ini menunjukkan bahwa senyawa lain dalam kopi juga berperan dalam melancarkan pencernaan. 

Baca juga: 11 Fakta Kesehatan Kopi Hitam, Bagus untuk Jantung, Daya Ingat, hingga Organ Hati

Bagaimana Kopi Bisa Memengaruhi Pencernaan dan Pergerakan Usus?

Kopi dapat membantu merangsang pergerakan usus dan meringankan sembelit bagi sebagian orang dengan cara berikut. 

- Kafein : merangsang otot-otot di saluran pencernaan, meningkatkan kontraksi dan membantu mendorong tinja ke depan. 

- Keasaman : keasaman alami dari kopi dapat mengaktifkan enzim pencernaan dan meningkatkan motilitas usus. 

- Pelepasan gastrin : kopi memicu pelepasan gastrin, hormon yang mendorong pergerakan di usus besar dan mendukung aktivitas usus. 

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Gut menemukan, kopi meningkatkan aktivitas usus besar lebih banyak daripada air dan hampir sama efektifnya dengan makanan dalam merangsang pergerakan usus. 

Ini menjelaskan mengapa efek minum kopi bisa begitu cepat bagi sebagian orang. 

Ilustrasi minum kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit?
Ilustrasi minum kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit? (kompas.com)

Kopi Bisa Bermanfaat Bagi Sebagian Orang dan Bisa Memperburuk Sembelit

Tidak semua orang memiliki reaksi yang sama terhadap kopi yang dikonsumsi. 

Beberapa orang mengalami buang air besar lebih cepat atau feses lebih encer.

Sementara orang lain merasa kembung atau tidak nyaman setelah minum kopi. 

Kopi juga memiliki efek diuretik ringan, yang dapat meningkatkan kehilangan cairan.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Efek Samping Kafein, Selain Melakukan Hidrasi Lakukan Hal Ini

Jika Anda tidak minum cukup air, dehidrasi justru dapat memperburuk sembelit. 

Dr. Dodmani menjelaskan, orang dengan motilitas usus yang lambat mungkin mendapat manfaat dari efek stimulasi kopi.

Namun, bagi mereka yang memiliki keasaman, kecenderungan iritasi usus, atau dehidrasi, kopi memberikan efek sebaliknya. 

Ilustrasi minum kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit?
Ilustrasi minum kopi, mitos atau fakta minum kopi bisa meredakan sembelit? (grid.id)

Apakah Aman Menggunakan Kopi Sebagai Obat Sembelit?

Konsumsi kopi sesekali umumnya tidak masalah jika tubuh dapat mentolelir kopi dengan baik. 

Namun, mengandalkannya setiap hari dapat membuat ketergantungan, di mana usus menunggu rangsangan alih-alih bekerja secara alami. 

Konsumsi kopi berlebihan juga dapat menyebabkan asam lambung, gelisah, gangguan tidur, dan kebiasaan buang air besar yang tidak teratur, yang semuanya secara tidak langsung memengaruhi pencernaan. 

Moderasi adalah kuncinya, dan kopi tidak boleh menggantikan hidrasi yang tepat, asupan serat, atau aktivitas fisik. 

Baca juga: 5 Minuman yang Mempercepat Penuaan Otak, Termasuk Kopi Manis

Anda tetap disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya nutrisi, kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh, untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. 

Aktivitas fisik, bahkan jalan kaki singkat setiap hari dapat merangsang pergerakan usus. 

Cairan hangat di pagi hari, termasuk air panas biasa, dapat secara perlahan mengaktifkan sistem pencernaan.

Jika sembelit tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

(Tribunhealth.com)

Baca juga: 6 Fakta Minum Kopi Bagus untuk Kesehatan, Termasuk Cegah Depresi hingga Diabetes Tipe 2

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.