TRIBUNKALTARA.COM - Baru saja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merilis informasi gempa bumi terkini di tenggara Pacitan, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu 14 Februari 2026 pagi ini.
Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.
Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna untuk masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Pacitan merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur.
Adapun jarak Pacitan dari ibu kota Jawa Timur yakni Surabaya sekitar 272,1 km tergantung rute yang dipilih.
Dalam rilis terbaru BMKG disebutkan, gempa hari ini di Pacitan memiliki magnitudo 2.3.
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Pusat gempa terkini berada 80 km di tenggara Pacitan.
Waktu terjadinya gempa sekira pukul 06:20:13 WIB pagi ini.
Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa Pacitan berada di 8.90 LS, 111.19 BT.
Gempa Pacitan hari ini berada di kedalaman 12 Km.
Informasi gempa Pacitan ini disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.
"#Gempa Mag:2.3, 14-Feb-2026 06:20:13WIB, Lok:8.90LS, 111.19BT (80 km Tenggara PACITAN-JATIM), Kedlmn:12 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.
Baca juga: Gempa Hari Ini Magnitudo 3.3 Pacitan Jawa Timur, Lihat Info Lengkap BMKG
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Baca juga: 3 Daerah Rasakan Guncangan IV MMI Akibat Gempa M6.4 Pacitan Jawa Timur, BMKG Catat 7 Gempa Susulan
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Baca juga: Gempa Terkini Pacitan Jawa Timur Hari Ini Kedalaman 81 Km, Cek Info BMKG
(*)
(TribunKaltara.com/Amiruddin)