TRIBUNJATIM.COM - Pertandingan Proliga 2026 putri yang mempertemukan Jakarta Elektrik PLN Mobile kontra Popsivo Polwan di GOR Utama Kabupaten Bojonegoro, Jumat (13/2/2026), menyajikan drama lima set yang menguras emosi.
Laga berlangsung panas sejak awal hingga poin terakhir.
Setelah bertarung selama lima set, Jakarta Popsivo Polwan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 (19-25, 25-14, 18-25, 25-16, 16-14) atas Jakarta Elektrik PLN Mobile.
Baca juga: Harga Tiket Bola Voli Proliga 2026 di GOR Ken Arok Malang, Mulai dari Rp100 Ribu
Pada set pertama, Jakarta Elektrik yang datang dengan modal kemenangan atas Medan Falcon sehari sebelumnya langsung tampil percaya diri. Serangan mereka mengalir rapi dan efektif, memaksa Popsivo berada dalam tekanan sejak awal set pertama.
Kombinasi blok solid dan variasi serangan cepat membuat Elektrik unggul 25-19. Mereka menutup set pembuka dengan dominan dan memimpin 1-0.
Memasuki set kedua, ritme pertandingan berubah. Popsivo Polwan tampil lebih agresif. Meski beberapa smash keras Yonkaira dan De La Cruz sempat diblok, mereka perlahan menemukan celah pertahanan lawan.
Blok kuat serta pertahanan disiplin membuat Popsivo Polwan mulai menjauh dalam perolehan poin. Serangan terarah dan penempatan bola yang lebih presisi membuat Elektrik kesulitan mengembangkan permainan. Popsivo pun merebut set kedua dengan skor telak 25-14 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Tensi meningkat di set ketiga. Kedua tim saling kejar angka dalam reli-reli panjang yang memancing sorak penonton. Blok rapat De La Cruz dan Chelsa memberi Popsivo keunggulan 8-6 pada technical time out pertama.
Jakarta Elektrik sempat bangkit setelah masuknya Khalisa yang memberi energi baru. Mereka memperkecil ketertinggalan hingga 12-13.
Namun, Popsivo Polwan tampil lebih tenang di momen krusial. Penempatan bola cerdas dan penyelesaian akhir yang efektif membawa mereka menutup set 25-18 dan berbalik unggul 2-1.
Tak ingin menyerah, Jakarta Elektrik bangkit di set keempat. Mereka tampil lebih disiplin dalam bertahan dan lebih sabar membangun serangan. Keunggulan 8-6 di awal set menjadi fondasi untuk terus menjauh.
Sebaliknya, Popsivo Polwan justru kerap melakukan kesalahan sendiri, terutama dalam servis dan penempatan bola. Jakarta Elektrik memanfaatkan momentum tersebut untuk menang 25-16 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima, skor akhir imbang 2-2.
Set penentuan berlangsung menegangkan. Popsivo membuka keunggulan cepat 7-3 lewat permainan agresif dan servis menekan.
Namun, Elektrik tak tinggal diam. Mereka memperbaiki receive dan perlahan memangkas selisih angka hingga hanya terpaut satu poin, 8-9.
Memasuki fase krusial, kedua tim saling menekan. Jakarta Elektrik bahkan mampu menyamakan skor 14-14. Suasana GOR Utama Bojonegoro berubah tegang, setiap reli disambut sorak yang membuat bergemuruh.
Popsivo menunjukkan mentalitas kuat di dua poin terakhir. Smash keras Chelsa membawa mereka unggul 15-14.
Penentuan datang lewat servis jump smash Yonkaira yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh lini belakang Jakarta Elektrik. Bola memantul tak terkendali dan memastikan kemenangan Popsivo Polwan dengan poin akhir 16-14.
Popsivo Polwan unggul dengan skor akhir 3-2.
Jakarta Elektrik terpaksa harus mengakui keunggulan Popsivo Polwan setelah pertarungan panjang yang memperlihatkan determinasi dan mental juara kedua tim.
Laga ini menjadi duel sengit yang layak disebut salah satu laga paling dramatis di Proliga 2026 seri Bojonegoro.