Menjamu Jemaah Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi, Relawan Potong Lima Ekor Sapi
Ratino Taufik February 14, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Untuk menjamu jemaah haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi pada Sabtu (14/2) malam, Tim Relawan Pemotongan Hewan Haul menyembelih lima sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Banjarmasin, Jumat (13/2) siang.

Dengan peralatan lengkap, para penjagal berpengalaman menyembelih dua sapi limosin sumbangan Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin, serta tiga sapi lokal swadaya masyarakat.

“Tadi ada satu sapi dari Polda, satu dari Polresta dan tiga dari dapur umum. Untuk dagingnya diserahkan ke dapur induk dan sebagian ada yang ke dapur umum,” terang Ketua Relawan Pemotongan Hewan Haul Guru Zuhdi Ahmad Friyadi.

Relawan berharap kegiatan ini dapat meringankan tugas petugas dapur dalam mengolah hidangan untuk jemaah.

Memasuki H-1 peringatan meninggalnya Guru Zuhdi, yang berpusat di Jalan Belakang Masjid Jami, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Satlantas Polresta Banjarmasin memastikan kembali kesiapan jalur rekayasa lalu lintas. Diungkapkan Kasatlantas AKP Embang Pramono, kesiapan mencakup kantong parkir.

“Berdasarkan pantauan H-1, arus lalu lintas relatif aman dan terkendali,” tambah Embang, Jumat. Hal tersebut mengingat adanya penutupan makam pada Jumat sore.

Baca juga: Mikel Arteta Penggemar Beratnya, Arsenal Siap Ajukan Tawaran £40 Juta ke Bintang Kelas Dunia Ini

Kondisi berbeda terjadi pada H-2. Sekitar lokasi haul sempat dipadati jemaah. “Namun situasi berhasil dinetralisir petugas gabungan. Petang menjelang malam kondisi sudah normal,” jelasnya.

Agar haul berjalan lancar, polisi telah memetakan sistem pengamanan ke dalam tiga zona wilayah. Tujuannya memecah konsentrasi massa dan kendaraan saat kegiatan berlangsung.

Embang merincikan, wilayah ring satu difokuskan tepat di area utama kegiatan. Sementara ring dua mencakup radius 500 meter hingga satu kilometer dari pusat acara.  Sedangkan ring tiga ditempatkan pada titik terluar, guna menyaring arus kendaraan yang masuk.

“Jemaah agar mematuhi rambu-rambu rambu-rambu yang sudah terpasang di sejumlah titik strategis hingga pintu keluar,” ujarnya.

Pada Kamis (13/2), Ketua Umum Majelis Tabarruk (Majta) Banjarmasin, Muhammad Nidauddin, selaku panitia, memperkirakan jemaah tahun ini diprediksi lebih dari satu juta orang. “Biasanya sejak ashar jemaah mulai berdatangan. Rangkaian haul diawali salat magrib berjemaah, dilanjutkan pembacaan Yassin, maulid Simthudduror, tahlil dan doa,” jelasnya.

Kasubnit 3 Kamsel Satlantas Aiptu Budiono menginformasikan beberapa lokasi parkir seperti halaman Gedung Hafiyun, Kampus STIHSA, Universitas Terbuka, Masjid At-Tanwir, SMAN 5 Banjarmasin, SMIP, eks Kantor Gubernur lama, serta kawasan Siring Pasar Lama. Mapolresta Banjarmasin juga dibuka sebagai area parkir bagi jemaah.

Untuk kendaraan besar, Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Lapangan Kamboja disiapkan khusus sebagai parkir bus jemaah dari luar daerah. Sementara itu, area ULM, Samsat 2 Banjarmasin, Taman Budaya, Gedung Sultan Suriansyah, hingga Gedung Wanita turut dimanfaatkan sebagai kantong parkir tambahan.

Adapun Jalan Antasan Kecil Barat ditetapkan khusus untuk parkir kendaraan roda dua guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju lokasi haul.

Menurut Aiptu Budiono, penentuan kantong parkir dan skema pengaturan arus tersebut telah disesuaikan dengan kapasitas jalan dan akses pergerakan jemaah. (mel/sai)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.