Tak Perlu ke Luar Negeri, Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Pusat Layanan Kardiovaskular Terpadu
Torik Aqua February 14, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan kardiovaskular yang cepat, akurat, dan terintegrasi terus meningkat.

Sebagai bagian dari upaya meningkarkan standar layanan perawatan jantung, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) menghadirkan Heart & Vascular Center (HVC) Surabaya, layanan jantung dan pembuluh darah terpadu.

Direktur Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, mengatakan layanan HVC ini dirancang untuk memberikan penanganan menyeluruh dan menetapkan standar baru perawatan kardiovaskular di Surabaya. 

“Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Melihat kondisi itu, kami ingin menyediakan layanan yang komprehensif dan end-to-end, mulai dari screening, intervensi, operasi, hingga rehabilitasi,” ujar dr. Bona di Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Stres di Usia Muda Bisa Ganggu Detak Jantung! Yuk, Cegah dari Sekarang

Heart & Vascular Center menggabungkan kolaborasi tim dokter multidisiplin dengan pendekatan layanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care) didukung teknologi terkini.

Layanan Terpadu ini dirancang untuk memudahkan masyarakat, khususnya di Surabaya, Jawa Timur, hingga Indonesia Timur, agar tidak lagi harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan.

“Kami ingin supaya masyarakat Surabaya, Jawa Timur, kalau ada keluhan soal jantung tidak pusing lagi. Semua terintegrasi di sini, juga tidak perlu ke luar negeri,” sebutnya.

Lebih rinci, dr Bona menjelaskan bahwa layanan ini fokus pada pembuluh darah, irama dan kelistrikan jantung, serta struktur dan katup jantung, didukung teknologi medis terkini.

Selain itu juga Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak diagnosis, perencanaan terapi, tindakan, hingga pemulihan.

Keunggulan pusat layanan ini juga terletak pada kesiapan layanan gawat darurat 24 jam dengan dokter spesialis jantung yang siaga penuh di rumah sakit.

“Dokter jantung kami berjaga 24 jam, bukan dokter umum. Selain itu, kami memiliki cath-lab untuk intervensi seperti pemasangan ring, tim bedah toraks kardiovaskular untuk bypass dan bedah jantung terbuka, hingga rehabilitasi medik pascaoperasi,” tambah dr. Bona.

Sementara itu, Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjadja, menyampaikan bahwa pembukaan Heart & Vascular Center Surabaya diharapkan menjadi pusat rujukan regional.

Pusat layanan ini juga akan menjadi percontohan bagi pengembangan Heart & Vascular Center di jaringan MayapadaHospital Group lainnya di Indonesia.

“Dengan dibukanya Heart & Vascular Center ini, kami berharap dapat menjadi rujukan untuk Surabaya, Jawa Timur, hingga Indonesia Timur,” ucap Hendy.

Sebagai layanan berbasis teknologi dan terapi jantung terkini, HVC mencakup layanan pembuluh darah (vaskular) secara minimal invasif, gangguan irama jantung (aritmia), kelainan struktur jantung (structural heart), seperti penyakit katup jantung.

Layanan ini juga dilengkapi preventif Chest Pain Unit untuk deteksi keluhan nyeri dada baik yang disebabkan oleh faktor jantung maupun non-jantung.

Hendy juga menyebut, layanan Team-Based Management memastikan setiap keputusan klinis dan rencana perawatan diambil melalui kolaborasi aktif tim multidisiplin terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, bedah jantung, anestesi jantung dan dokter subspesialis terkait.

Hadir pula Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular Mayapada Hospital Surabaya, dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B, Sp.BTKV(K), yang mengungkapkan tren penyakit jantung saat ini semakin banyak menyerang usia muda. Faktor utama disebut pola hidup tidak sehat. 

“Dulu pasien yang dioperasi rata-rata di atas 60 tahun. Sekarang banyak yang berusia 40 tahun, bahkan saya pernah menangani pasien usia 28 tahun. Ini menjadi alarm serius,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh dokter yang bertugas di Heart & Vascular Center merupakan dokter senior dengan pengalaman khusus di bidang jantung dan pembuluh darah.

“Dokter yang dihadirkan adalah dokter senior, bukan dokter baru lulus. Sudah cukup senior. Puji syukur, angka kematian operasi jantung kami nol persen,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.