TRIBUNTRNEDS.COM - Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi, Operasional Program Wakafnya Terkuak
Sosok Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait program wakaf Al-Qur’an yang dijalankannya. Program ini menarik perhatian setelah mantan sahabat Taqy, Randy Permana, buka suara mengenai dinamika di lapangan.
Menurut Randy, aktivitas wakaf yang dilakukan Taqy mulai berjalan pada 2023, ketika membuka donasi mushaf Al-Qur’an langsung dari percetakan resmi di Madinah. Randy menuturkan:
"Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana,"
Pembelian mushaf dalam jumlah besar mencapai ribuan eksemplar, namun kemudian memicu perhatian pihak otoritas:
Baca juga: Nasib Uang Donasi Masjid Malikal Mulki yang Dirobohkan, Taqy Malik Jamin Amalan Tak Akan Hilang
"Nah, ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana."
"Dan singkat cerita, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita sudah tidak bisa lagi membeli banyak di pabrik percetakan itu. Karena dari pihak otoritas keamanan masjid atau apa melihat atau menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang,"
Randy pun mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati, menyarankan agar distribusi mushaf dilakukan secara bertahap:
"Nah, karena tahun kedua saya sudah bilangin, 'Bro, kalau kamu mewakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu. Polisi melihat itu yang kena teman-teman yang ada di Makkah Madinah yang stay."
Ia juga menyinggung program sedekah makanan Taqy yang memiliki selisih harga cukup signifikan:
Baca juga: Isak Tangis Proses Perobohan Masjid Malikal Mulki Hasil Donasi Umat di Tanah Sengketa Taqy Malik
"Sampai di tahun lalu itu di Madinah itu Taqy memang lagi sama saya. Saya sudah bilangin lagi. Dia buka sedekah makanan juga, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan di sana itu kurang lebih sekitar 10 riyal, mungkin ada dari 8 riyal, 10 riyal, sampai 15 riyal. Itu kurang lebih kalau dikurs ke rupiah mungkin dalam Rp50.000-an, tapi dia membuka itu dengan harga Rp100.000 per boks. Akhirnya itu ramai lagi,"
Situasi tersebut sempat menarik perhatian aparat:
"Dicarilah dia oleh polisi di sekitar. Sampai yang awalnya dia stay di hotel, dia kabur. Dia cari apartemen yang jauh dari masjid saat itu. Tahun itu dia tahu sendiri, dan itu posisi memang lagi sama saya,"
Selain program wakaf, Taqy juga pernah menjadi sorotan terkait sengketa lahan di Bogor. Kasus sengketa antara Taqy dan pemilik lahan, Sirhan, akhirnya berakhir damai pada Oktober 2025. Taqy menyerahkan 7 kavling dari 8 kavling yang menjadi persoalan, sementara rumahnya tetap dipertahankan.
"Jadi saya pilih rumah. Karena rumah masih ada nilainya jadi bisa kita jual," terang Taqy.
"Kita akan bikin di tempat yang baru," lanjutnya.
Baca juga: Pendakwah Taqy Malik Terseret Sengketa Lahan: Kavling Tanah Disebut Nunggak Cicilan Rp6 Miliar
Hasil penjualan rumah rencananya akan digunakan untuk membangun masjid atau pondok yang membutuhkan:
"Atau kita akan bantu pondok atau mesjid yang membutuhkan,"
"Sehingga peruntukannya jelas, amal baik teman-teman tidak hilang,"
Taqy menekankan pertimbangan lain dalam memilih mempertahankan rumah dibanding masjid lama, termasuk menjaga kenyamanan tetangga:
"Sehingga kalau saya memilih masjid itu banyak pertimbangan, kegiatan Malikal Mulki selalu banyaknya di outdoor, jamaah membludak, takutnya malah mengganggu tetangga sampingnya, jaraknya terlalu dekat, saya nggak mau,"
Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio