Disebut Kepala BGN, Daihatsu Akui Penjualan Grand Max Naik karena Ada Efek MBG
Nanda Lusiana Saputri February 14, 2026 02:15 PM

TRIBUNNEWS.COM - PT Astra Daihatsu Motor mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan penjualan mobil jenis pikap, Gran Max.

Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengakui hal tersebut.

Dia mengatakan sepanjang tahun 2025, Gran Max menjadi primadona karena penjualannya mencapai 43.199 unit.

Diketahui, mobil pikap seperti Gran Max kerap digunakan untuk mendistribusikan menu MBG ke sekolah-sekolah.

"Perlu kami sampaikan ada (peningkatan penjualan Gran Max karena MBG). Kalau terkait besarannya untuk kegiatan dari proyek MBG sendiri, sebenarnya kami tidak bisa secara spesifik menyebutkan," katanya di Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).

Handayani mengakui sepanjang 2025, beberapa model pikap mengalami peningkatan penjual seperti segmen pikap medium dan low.

Dia mengungkapkan meingkatnya penjualan dikarenakan tiga faktor yakni pertumbuhan e-commerce yang cukup besar, perkembangan infrastruktur, dan belanja pemerintah termasuk program MBG.

Baca juga: Dapur MBG di Ponorogo Tempati Bekas Rumah Walet, BGN: Wajib Pindah

Terpisah, Marketing dan CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono mengungkapkan model Gran Max yang kerap digunakan untuk distribusi MBG yakni pikap.

Dia mengatakan, nantinya Gran Max yang sudah dibeli akan dimodifikasi dengan menambahkan boks untuk menaruh menu MBG.

“Untuk MBG umumnya berbentuk boks, tapi saat ini kami memenuhinya dengan pikap yang kemudian dikaroseri menjadi blind van. Namun untuk blind van itu sendiri kami tidak bisa mengidentifikasi karena pembeliannya menggunakan nama pribadi,” ujar Tri.

Namun, Tri menegaskan pihaknya tidak bisa menyimpulkan apakah program MBG menjadi faktor utama yang membuat penjualan Gran Max mengalami peningkatan.

"(Peningkatan penjualan Gran Max) Jadi terdampak (karena MBG) iya, tapi berapa besar memang tidak bisa sampai ke sana,” tuturnya.

Sempat Diungkap Kepala BGN

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyebut adanya program MBG mampu untuk mendongkrak penjualan kendaraan di Tanah Air.

"Ternyata dari data AHM, kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025 dan ini terdongkrak oleh program MDG," kata Dadan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan tersebut terjadi karena pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ramai-ramai membeli kendaraan tersebut.

Berdasarkan laporan yang ia dapat, ada SPPG yang 60 persen pegawai di situ baru membeli motor.

"Jadi kalau ada 50 orang, kali 60 persen, artinya 30 orang beli motor, sehingga [penjualan] motornya naik," ujar Dadan.

Baca juga: Ekonom Sebut MBG Berpotensi Ciptakan Surplus Konsumen, 81 Persen Keluarga Rentan Tetap Mendukung

Dadan kemudian menyebut satu SPPG membutuhkan dua unit mobil untuk distribusi logistik.

Dengan jumlah SPPG yang telah mencapai 23 ribu unit, kebutuhan mobil operasional diperkirakan mencapai 46 ribu unit.

"Kalau sekarang sudah ada 23 ribu SPPG, itu artinya dibutuhkan 46 ribu mobil jenis itu dan sekarang termasuk mobil yang sulit dicari," ucap Dadan.

"Kemudian ada pengusaha tahu yang sudah hampir bangkut, sekarang bangkit kembali," kata Dadan.

Baca juga: Prabowo: Pelaku Bisnis Sebut MBG Mendorong Pertumbuhan di Lapisan Paling Bawah Ekonomi Indonesia

Ia juga menyebut peningkatan permintaan susu dari program MBG mendorong peternak dan industri pengolahan susu meningkatkan fasilitas yang dimiliki.

Dadan mencontohkan SPPG di Bandung dan Boyolali yang langsung membangun fasilitas penyimpanan dingin karena harus memasok ratusan liter susu per hari.

"Ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolani, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasok kebutuhan susu, di mana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu," ujar Dadan. 

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Endrapta)(Kompas.com/Stanly Ravel)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.