Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Aliansi Rakyat Donggala Bersatu kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Pelabuhan Donggala, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sabtu (14/2/2026).
Aksi tersebut merupakan titik kedua setelah sebelumnya massa menyampaikan aspirasi di depan Tugu Adipura.
Aksi ini juga merupakan aksi jilid II, setelah sebelumnya mereka melakukan aksi serupa pada Kamis (22/1/2026) lalu.
Massa tiba di kawasan pelabuhan dengan menggunakan sepeda motor dan mobil, serta membawa satu unit mobil komando untuk menyampaikan orasi.
Baca juga: 5 Terduga Pengedar Sabu Dicokok Polisi, Beli di Palu untuk Diedarkan di Banggai
Setibanya di lokasi, massa aksi membakar tiga ban bekas yang disusun di badan jalan depan pelabuhan.
Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dan mewarnai jalannya aksi penyampaian aspirasi.
Koordinator lapangan, Marwan Arsyad, bersama sejumlah orator secara bergantian menyampaikan tuntutan.
Mereka mendesak agar kapal PT Pelni segera beroperasi di Pelabuhan Donggala dan masuk dalam trayek reguler kapal penumpang.
Baca juga: Cara Unik Pembagian MBG di Toboli Parigi Moutong, Superhero Turun dari Mobil Antar Makanan Bergizi
Menurut massa, tuntutan tersebut mengacu pada Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 612 Tahun 2025 yang telah mengatur trayek kapal penumpang, termasuk Pelabuhan Donggala sebagai salah satu titik layanan.
Dalam aksi tersebut, perwakilan massa juga ditemui oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Palu.
Pertemuan tersebut berlangsung di sekitar area pelabuhan dengan pengawalan aparat keamanan.
Usai menyampaikan aspirasi di Pelabuhan Donggala, massa kemudian melanjutkan aksi menuju titik ketiga atau titik terakhir di pertigaan Ampera, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. (*)