TRIBUNMANADO.CO.ID - 10 orang resmi dikukuhkan sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara yang bertugas di bidang Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB).
Pengukuhan berlangsung di Lantai 1 Hotel Peninsula, Jalan Jenderal Sudirman, Gunung Wenang, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (14/2/2026).
Hadir sebagai representasi pengurus MUI pusat yakni Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Nyai Safira Machrusah, M.A.
Baca juga: Daftar Lengkap Nama Ketua dan Anggota Komisi Fatwa MUI Sulut
Setelah melakukan pengukuhan terhadap Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Utara, Safira Machrusah, lanjut mengukuhkan para ketua dan anggota Komisi MUI Sulut, termasuk Komisi KAUB MUI Sulut.
Komisi KAUB MUI sendiri diketahui memiliki tugas dan fungsi strategus sebagai pendorong dialog konstruktif dan inklusif guna memperkuat kerukunan antar umat beragama.
KAUB MUI juga berperan dalam penelitian strategis terkait peta kerukunan umat beragama guna menyusun rekomendasi kebijakan yang efektif bagi pemerintah.
Selanjutnya melakukan sinkronisasi program kerja antara pusat dan daerah untuk memastikan kebijakan kerukunan terintegrasi secara nasional.
Jabatan Ketua KAUB MUI Sulut dijabat oleh KH Mashar Kinontoa. Wakil Ketua H Usran Mantow. Sekretaris Sofyan Lapasau.
Daftar Nama Anggota Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Sulut
Ketua: KH. Mashar Kinontoa, S.Ag
Wakil Ketua: H. Usran Mantow, S.Ag
Sekretaris: Drs. Sofyan Lapasau
Anggota:
Dr. Drs. H. Kalo Tahirun, M.H
H. Djafar Madiu
H. Muhammad Zeet Attamimi, S.Ag., M.H
Risman Mantuli, S.Pd
Masri Hamzah, S.S
Muhamad Wahyu Mokodompit, S.E
H. Ikhsan Wuisan.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga siang ini mengusung tema "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa."
Saat kegiatan dimulai, di luar, kondisi cuaca sedang mendung. Awan gelap meliputi Kota Manado.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta yang hadir.
Selanjutnya dilaksanakan ikrar pengukuhan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Nyai Safira Machrusah, M.A dan diikuti oleh seluruh pengurus.
Dalam sambutannya Nyai Safira Machrusah menyebut, Majelis Ulama Indonesia tidak pernah tidak hadir saat bangsa ini membutuhkan dan mengalami kesulitan.
"Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, baik ecara ekonomo politik dan sosial, kehadiran MUI sebagai wadah penyejuk umat sangat-sangat berat, tapi bukan hanya umat Islam saja melainkan seluruh umat beragama di Indonesia," terang dia.
Dirinta menegaskan, MUI bukan hanya milik para pengurus yang dilantik. Melainkan milik seluruh umat Islam sebagai warga bangsa Indonesia.
"Oleh karena itu, perlu terus meningkatkan peran membersamai pemerintah sebagai Shadiqul Hukumah: bersatunya ulama dan umarah. Karena dengan begitu, negara akan makin maju, makin sejahtera. Dan akan melahirkan kedaiaman dan perdamaian," ujar dia.
Menutup penyampaiannya, Nyai Safira mengutip Surah Ali 'Imran ayat 103:
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ
Terjemahan: "Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini