Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menghadiri Pengajian Sambil Ngopi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan itu dilaksanakan di salah satu warung kopi di Kecamatan Manggeng, Sabtu (14/2/2026).
Kajian agama itu menghadirkan Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk H Farmadi ZA, MSc, serta diikuti Camat Manggeng, tokoh masyarakat, Imum Mukim, para keuchik, dan kepala sekolah dalam wilayah Manggeng.
Dalam sambutannya Zaman Akli mengatakan, bulan suci Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan pendidikan ruhani, pembinaan akhlak, dan peningkatan kualitas diri.
"Ramadhan adalah momentum untuk kembali membersihkan hati, memperbaiki niat, serta memperkuat komitmen kita dalam menjalankan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari," kata Akli.
Menurutnya, tema yang diangkat hari ini tentang “Tata Cara Pembinaan Akhlak Mulia dan Beradab bagi Generasi Muda serta Keutamaan Bulan Suci Ramadhan” sangat relevan dengan kondisi saat ini.
"Tantangan generasi muda kita semakin kompleks. Arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial yang begitu cepat menuntut kita untuk lebih serius dalam membina akhlak dan karakter anak-anak kita," ucapnya.
Baca juga: Awal Ramadhan 2026 Diprediksi Berbeda, Begini Cara Penentuan Sejumlah Negara
Ia menegaskan bahwa membangun daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik.
"Jalan boleh bagus, gedung boleh megah, tetapi jika akhlak generasi kita rapuh, maka masa depan daerah ini juga akan goyah. Karena itu, pembinaan keagamaan harus menjadi fondasi utama pembangunan," ucapnya.
Akli menyebutkan, salah satu misi utama pemerintah adalah Malem yaitu meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan Syariat Islam dalam Kehidupan masyarakat.
"MALEM bukan sekadar slogan, tetapi komitmen untuk menghadirkan suasana kehidupan yang lebih islami, lebih beradab, dan lebih bermartabat. Kita ingin Syariat Islam tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi sebagai pedoman hidup yang membawa rahmat, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," ujarnya.
Akli mengajak para pemuda untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
"Generasi yang santun dalam berbicara, jujur dalam bertindak, serta bertanggung jawab terhadap diri, keluarga, dan daerahnya.
Kita ingin Kecamatan Manggeng, dan seluruh Abdya, menjadi daerah yang masyarakatnya ramah, religius, dan menjunjung tinggi adab. Karena dalam Islam, adab lebih tinggi dari ilmu," imbuhnya.
Menurut Akli, ilmu tanpa adab akan melahirkan kesombongan, tetapi ilmu yang dibingkai dengan adab akan melahirkan kemuliaan.
"Menjelang Ramadhan ini, mari kita persiapkan diri dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta membersihkan hati dari sifat-sifat tercela," tuturnya.
Dalam kajiannya, Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc menyampaikan berbagai pesan penting terkait keutamaan bulan suci Ramadhan serta amalan yang perlu diperhatikan umat Islam selama menjalankan ibadah puasa.
Ia menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa di mana Allah SWT memanggil orang-orang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai jalan meraih derajat takwa.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah, sehingga kita layak mendapatkan predikat orang-orang yang bertakwa,” ujarnya.
Abu Farmadi juga menyinggung fenomena permainan domino dan praktik judi online yang marak terjadi, terutama di bulan Ramadhan.
Menurutnya, permainan yang mengarah pada unsur perjudian hukumnya makruh bahkan dapat menjadi haram apabila mengandung unsur taruhan.
Baca juga: Harga Emas di Abdya Kembali Melonjak, Segini Harga Emas Per Mayam 14 Februari 2026
Ia menjelaskan bahwa meskipun perbuatan tersebut tidak membatalkan puasa secara fikih, namun dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa karena bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam bulan suci.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia dan dilarang agama,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk proaktif mengingatkan apabila melihat adanya praktik judi online di lingkungan sekitar, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
"Kita berharap kajian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan perilaku selama bulan Ramadhan, sehingga nilai-nilai kesucian bulan tersebut benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (*)