Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perubahan cuaca yang tak menentu ditambah intensitas hujan yang tinggi mulai memberikan tekanan terhadap sektor-sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Bandung.
Berdasarkan keterangan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, momentum menjelang bulan suci Ramadan memang identik dengan perlambatan kunjungan wisatawan.
Namun kini, risiko bencana menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan wisatawan ke Kabupaten Bandung. Hal itu dibuktikan dengan penurunan aktivitas kunjungan dalam beerapa waktu terakhir.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Jabar! BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Hingga 15 Februari
Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan mengatakan, perubahan perilaku wisatawan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya jelang bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Terlebih untuk saat ini, daya tarik Kabupaten Bandung mengandalkan wisata alam sebagai komoditas utama. Ancaman potensi bencana mebuat wisatawan berpikir ulang untuk berkunjung ke Kabupaten Bandung.
"Saat cuaca rawan, wisatawan ini agak sedikit berhati-hati pada saat dia datang ke destinasi. biasanya menjadi pertimbangan wisatawan yang datang," ujarnya saat ditemui di kantornya pada Sabtu (14/2/2026).
Dengan adanya hal itu, sebagai langkah antisipatif, Wawan mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada para pelaku usaha wisata, agar tidak memaksa beroperasi saat kondisi cuaca memburuk.
Di mana kata Wawan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Dirinya meminta pengusaha wisata tidak mengambil risiko dengan tetap menerima pengunjung ketika situasi tidak memungkinkan.
"Otomatis, usaha wisata seperti arung jeram tidak banyak diakses. Kemudian kegiatan usaha yang di ruang terbuka lainnya juga sama mereka akan berhati-hati pada saat menerima wisatawan," katanya.
Menghadapi tantangan seperti tersebut, Disparekraf mengarahkan perhatian pada pengualtan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif dan pengembangan desa wisata.
Baca juga: Pemkab Sumedang Mitigasi Bencana Merespons Cuaca Ekstrem, Sebar Informasi hingga Patroli Lapangan
Di mana menurut Wawan, peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing dan tetap menarik minat wisatawan.
"Bagaimana dia meningkatkan kualitas, bagaimana dia meningkatkan pemasaran, termasuk bagaimana dia untuk memperluas pasar yang ada di Indonesia tidak hanya di sifatnya lokal saja gitu," ucapnya.
Penguatan sisi ekonomi kreatif diharapkan mampu memberikan alternatif wisata dalam ruang yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca, sekaligus menarik minat wisatawan untuk menetap lebih lama.