Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam di Trenggalek Melonjak, Masyarakat Belanja untuk Megengan
Sri Wahyuni February 14, 2026 02:39 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Harga komoditas di Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan 2026.

Dari pantauan TribunMataraman.com di Pasar Basah Trenggalek, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit dan ayam potong.

Seorang pedagang di Pasar Basah, Siti Fatimah menuturkan cabai rawit naik sebesar Rp 32 ribu perkilogram.

"Paling tinggi naiknya cabai rawit, biasanya Rp 60 ribu sekarang Rp 92 ribu. Naiknya signifikan selama 5 hari," kata Siti, Sabtu (14/2/2026).

Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada komoditas telur. Jika biasanya telur dijual dengan harga Rp 26 ribu perkilogram, saat ini naik menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

"Walaupun harganya naik, masyarakat tetap belanja banyak juga karena ada kirim doa atau megengan," ucap Siti.

Hal tersebut juga selalu terjadi setiap tahun menjelang bulan Ramadan. Menurut Siti, harga akan kembali normal pada pertengahan bulan Ramadan.

"Kalau yang lain, harga bawang putih tetap 32 ribu perkilogram, bawang merah naik sedikit dari Rp 36 ribu ke Rp 42 ribu perkilogram. Untuk stok semua aman, termasuk cabair rawit," tegasnya.

Sementara itu, penjual ayam di Pasar Basah, Tugianti menuturkan harga dagangannya naik sebesar Rp 7 ribu perkilogram.

Jika pada hari-hari biasa harga ayam potong dibanderol Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu perkilogram, saat ini harga ayam naik menjadi Rp 42 ribu perkilogram.

"Rp 42 ribu itu campur, kalau mau yang dada atau paha saja beda lagi harganya," ucap Tugianti.

Baca juga: Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah, Bupati Kang Marhaen : Harga Bahan Pokok Terkendali

Kenaikan harga tersebut terjadi mulai 4-5 hari yang lalu.

Walaupun harganya tinggi, menurut Tugianti, minat masyarakat untuk membeli ayam tidak turun karena bertepatan dengan momentum megengan.

Menurut Tugianti, naiknya harga ayam disebabkan karena permintaan yang tinggi. Kenaikan harga tersebut selalu terjadi menjelang Ramadan.

Namun tahun ini, menurutnya kenaikan ayam potong lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau biasanya naik ke Rp 36-37 perkilogram, naiknya sedikit. Tapi tahun ini banyak. Pembeli tetap mau saja karena butuh, jadi tetap ramai," jelas Tugi.

Ia tidak mengetahui kapan harga ayam potong tersebut akan turun.

Karena banyak yang mempengaruhi harga ayam, selain permintaan, harga pakan juga turut berpengaruh terhadap harga daging ayam.

"Kapan turunnya kita tidak bisa memastikan tergantung dari pabrik, kalau dari kandang turun ya turun," pungkasnya.

(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.