Peringatan Peristiwa Merah Putih di Manado, Ribuan Orang Padati GOR RW Mongisidi
Chintya Rantung February 14, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ribuan orang memadati GOR RW Mongisidi Manado, Sabtu, 14 Februari 2026 pagi hingga siang. 

GOR yang berada di bilangan Kelurahan  Sario, Kecamatan Sario ini begitu ramai. Jika biasanya akhir pekan gelanggang ini ramai oleh mereka yang berolahraga, kali ini lain. 

Hujan tak menyurutkan semangat dan antusiasme warga menyaksikan Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari. 

Tema peringatan ini, Baktiku bagi Ibu Pertiwi, dari Sulawesi Utara untuk Nusantara. 

Mereka datang dari berbagai wilayah di Manado dan sekitarnya. Rangkaian acara memperingati peristiwa heroik 80 tahun lalu itu diikuti dengan seksama. 

Berbagai atraksi militer, beladiri, kesenian dan budaya hingga puncaknya Drama Kolosal Peristiwa Merah Putih memikat warga. 

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus menjadi inspektur upacara. Sementara Komandan Upacara, Letkol (Arm) Nurul Arizan. 

Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan, Peristiwa Merah Putih harus terus dikenang dan diperingati. 

"Ini peringatan bahwa kedaulatan dan harga diri, kemerdekaan Bangsa Indonesia pernah dipertaruhkan di Tanah Sulawesi Utara," kata Gubernur YSK. 

Karena itu, Yulius Selvanus menegaskan, peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 ditetapkan sebagai agenda tetap Provinsi Sulawesi Utara. 

"Anak-anak kita, generasi muda Sulawesi Utara hari tahu bahwa di sini, pernah ada peristiwa sejarah, luar biasa, mempertahankan kemerdekaan Indonesia," kata jenderal bintang dua ini. 

Ia berharap, semua elemen masyarakat Sulawesi Utara memperkuat literasi sejarah. 

"Kita harus jadi bangsa yang cerdas yang kuat akarnya agar tidak mudah tumbang oleh arus globalisasi," katanya lagi. 

Memaknai Peristiwa Merah Putih, Gubernur Yulius Selvanus mengajak warga Sulut bersatu dalam membangun daerah. 

"Tidak boleh ada ego sektoral. Mari bersinergi untuk transformasi semangat juang. Musuh kita hari ini adalah kemiskinan dan perpecahan. Kita harus miliki semangat juang pantang menyerah menghadapi tantangan di dunia modern," ujarnya.

Davis, warga Paal Dua Manado, satu di antara ribuan warga yang menyaksikan dari dekat rangkaian peringatan Peristiwa Merah Putih. 

Ia kagun peristiwa bersejarah mempertahankan Merah Putih dirayakan secara kolosal seperti hari ini. 

"Ini membawa rasa bangga menjadi warga Sulawesi Utara. Memberi semangat patriotisme baru," kata dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Manado ini.(ndo) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.