TRIBUNMANADO.CO.ID - Majelus Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara baru saja melaksanakan pengesahan pengurus MUI Sulut masa khidmat 2025-2030.
Kegiatan yang dihadiri ratuasan anggota MUI Sulut ini berlangsung di Lantai 1 Hotel Peninsula, Jalan Jenderal Sudirman, Gunung Wenang, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (14/2/2026).
Hadir sebagai representasi pengurus MUI pusat yakni Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Nyai Safira Machrusah, M.A.
Baca juga: Daftar Lengkap Nama Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Sulut Masa Khidmat 2025-2030
Setelah melakukan pengukuhan terhadap Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Utara, Safira Machrusah, lanjut mengukuhkan para ketua dan anggota Komisi MUI Sulut.
Total komisi di MUI Sulut ada sembilan. Yakni:
Komisi Fatwa
Komisi Ukhuwah Islamiyah
Komisi Dakwah
Komisi Pendidikan dan Kaderisasi
Komisi Pengkajian Penelitian dan Pengembangan
Komisi Hukum dan HAM
Komisi Perempuan Remaja dan Kekuarga
Komisi Informasi, Komunikasi dan Digitalisasi
Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama.
Khusus untuk bidang Komisi Fatwa MUI Sulut, diisi oleh 16 orang, termasuk Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, bendara dan para anggota.
Komisi Fatwa MUI senduru bertugas merumuskan dan menetapkan fatwa hukum Islam atas masalah keagamaan/kemasyarakatan yang aktual, baik diminta maupun tidak, berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis.
Tugas utamanya meliputi menetapkan kehalalan produk, menjaga akidah umat, serta memberikan panduan hukum (istinbath) kepada pemerintah dan masyarakat.
Ketua: KH. Muyassir Arif, M.Pd
Wakil Ketua: Dr. Muhammad Sukri, S.Ag., M.Ag
Sekretaris: Dr. H. Muhammad Imran, Lc., M.ThI
Bendahara: Prof. Dr. Evra Willya, M.Ag
Anggota:
Dr. H. Ahmad Junaedi, Lc., M.Pd
Dr. Syarifuddin, S.Ag., M.Ag
Prof. Dr. Hj. Salma Mursyid, M.HI
Hj. Juhra M. Arib, Lc
Ahmad Muzayyin, Lc
Zulkifli Ahmad, Lc
Drs. H. Muhammad Rusdi Musannif
Miftahul Fais, M.Pd
Saharuddin Ambo, Lc
Zainal Dama, M, Lc., M.Pd
Samsul Arifin., M.Pd
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hingga siang ini mengusung tema "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa."
Saat kegiatan dimulai, di luar, kondisi cuaca sedang mendung. Awan gelap meliputi Kota Manado.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta yang hadir.
Selanjutnya dilaksanakan ikrar pengukuhan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Nyai Safira Machrusah, M.A dan diikuti oleh seluruh pengurus.
Dalam sambutannya Nyai Safira Machrusah menyebut, Majelis Ulama Indonesia tidak pernah tidak hadir saat bangsa ini membutuhkan dan mengalami kesulitan.
"Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, baik ecara ekonomo politik dan sosial, kehadiran MUI sebagai wadah penyejuk umat sangat-sangat berat, tapi bukan hanya umat Islam saja melainkan seluruh umat beragama di Indonesia," terang dia.
Dirinta menegaskan, MUI bukan hanya milik para pengurus yang dilantik. Melainkan milik seluruh umat Islam sebagai warga bangsa Indonesia.
"Oleh karena itu, perlu terus meningkatkan peran membersamai pemerintah sebagai Shadiqul Hukumah: bersatunya ulama dan umarah. Karena dengan begitu, negara akan makin maju, makin sejahtera. Dan akan melahirkan kedaiaman dan perdamaian," ujar dia.
Menutup penyampaiannya, Nyai Safira mengutip Surah Ali 'Imran ayat 103:
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ
Terjemahan:
"Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini