TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah mobil berplat merah yang kedapatan mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Video aksi tersebut viral di media sosial dan memicu pertanyaan mengenai kepemilikan kendaraan dinas yang seharusnya tidak menggunakan BBM subsidi.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sebuah mobil dinas bernomor polisi S 1814 EP melakukan pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina yang berada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Tuban. Yang membuat publik semakin curiga, mobil tersebut sempat menggunakan pelat hitam saat pengisian BBM subsidi, lalu berganti kembali ke pelat merah dengan nomor yang sama setelahnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, mengaku belum mengetahui detail kejadian tersebut. Namun ia menegaskan bahwa penggantian identitas kendaraan dinas merupakan pelanggaran aturan.
Baca juga: Niat Mau Isi Pertalite Rp30 Ribu di SPBU, Pemotor Ini Kaget Tangki Tetap Kosong, Respon Pertamina
“Saya tidak tahu detail kejadiannya. Tapi kalau kendaraan dinas mengganti identitas, itu jelas tidak sesuai ketentuan,” ujar Budi Wiyana, Jumat (13/2/2026).
Lebih lanjut, Pemkab Tuban memastikan bahwa kendaraan dengan nomor polisi S 1814 EP bukan merupakan aset pemerintah daerah. Hal itu disampaikan oleh Inspektur Pembantu Wilayah V Inspektorat Tuban, Bambang Suhaji, setelah dilakukan penelusuran internal.
“Untuk sementara, kendaraan tersebut tidak tercatat sebagai aset Pemkab Tuban,” kata Bambang. Ia menduga kendaraan itu kemungkinan milik pejabat dari instansi vertikal yang berkantor di wilayah Kabupaten Tuban.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebuah mobil berplat merah bernomor H 1840 XG tertangkap kamera mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Pertamina Srondol, Banyumanik, pada April 2024. Pemerintah Kota Semarang saat itu juga menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan milik Pemkot.
Baca juga: Kiprah Yoki Firnandi, Dirut Pertamina Internasional, Tersangka Pengoplos Pertalite Jadi Pertamax
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga mengimbau agar seluruh kendaraan berpelat merah menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax atau Pertamax Turbo. Hal ini karena Pertalite masih mendapatkan subsidi dari anggaran negara.
“Mobil pelat merah seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi. Pertalite mengandung unsur subsidi negara,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho.
Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait siapa pengguna sebenarnya dari kendaraan yang viral tersebut.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad