BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Masjid Asy-Syuhada Banjarmasin menyimpan sebuah kisah yang begitu membekas bagi Abdi, petugas keamanan sekaligus penjaga kebersihan di masjid setempat.
Ingatan tentang wajah mungil seorang bayi laki-laki yang lahir di tempat yang ia jaga masih melekat kuat.
“Nggih bungas, putih anaknya tuh. Mudahan berkah anaknya,” ujarnya mengenang.
Kamis pagi (12/2/2026), Abdi menerima laporan warga tentang seorang perempuan yang melahirkan di dalam WC masjid.
Terkejut, ia segera bergegas memeriksa. Namun sebelum sampai ke WC, ia sudah melihat seorang wanita muda dengan tubuh lemas duduk di teras masjid, menggendong bayinya.
“Dengar laporan saya langsung datang, perempuan itu sudah ada di teras sama bayinya,” kata Abdi.
Baca juga: Terungkap Keseharian Ibu Muda yang Melahirkan di Masjid Asy Syuhada Banjarmasin, Peminta-minta
Tanpa pikir panjang, Ia memanggil BPK, warga, bidan, dan ketua RT untuk membantu sang ibu dan bayi.
Meski insiden itu berlangsung cepat, bayangan wajah bayi mungil tersebut masih melekat di benaknya.
Abdi mengaku sudah sering melihat wanita muda itu sebelumnya.
Ia kerap hadir mengikuti salat berjamaah dan kajian rutin, bahkan beberapa kali bermalam di teras masjid. Dari situlah tumbuh rasa empati Abdi.
Karena pakaian sang wanita sering terurai, Abdi pernah menasihatinya agar lebih menutup diri, terlebih saat tidur di teras masjid yang terbuka.
“Alhamdulillah dia menurut saja. Kasihan kan di teras kelihatan. Memang kalau di dalam masjid tidak dibolehkan kalau di teras tidak apa-apa lah,” ujarnya.
Beberapa hari sebelum melahirkan, wanita itu sempat tak terlihat. Hingga akhirnya kabar mengejutkan datang, Ia melahirkan di masjid.
Pasca kejadian, tanggapan jamaah beragam. Ada yang merasa iba, ada pula yang menganggap kelahiran itu membawa berkah.
“Dari jamaah nih ada yang kasihan juga, sebagian ada yang bilang ‘berkah lahiran di Masjid nih’ yah mudah-mudahan baik aja lah gasan mama dan anaknya,” kata Abdi.
Baca juga: Viral Ibu Muda Melahirkan di WC Masjid Asy Syuhada Banjarmasin, Mengaku Habis Salat
Kini, Abdi kembali menjalani rutinitasnya, membersihkan masjid, menjaga keamanan, dan memastikan ketertiban. Namun di hatinya, wajah bayi itu masih terlintas.
Ia berharap sang anak bisa tumbuh dengan layak dan membawa keberkahan bagi orang tuanya.
“Jar orang perezekian (penuh rezeki) anak lahir di masjid,” ucapnya penuh harap.
Di balik tugas menjaga kebersihan dan keamanan masjid, Abdi menyimpan doa agar bayi yang lahir di masjid itu kelak menjadi penerang bagi keluarganya.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)