TRIBUNKALTARA.COM - Baru saja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merilis informasi gempa bumi terkini di tenggara Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ), pada Sabtu 14 Februari 2026.
Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.
Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna untuk masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Wilayah Nias Selatan yang gempa hari ini, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yang terletak di bagian selatan Pulau Nias, di lepas pantai barat Sumatera.
Ibu kota Nias Selatan adalah Teluk Dalam, sebuah kota pesisir yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut
Diperkirakan jarak dari Nias Selatan ke Kota Medan (ibu kota Sumatera Utara) secara keseluruhan adalah sekitar 412 kilometer.
Namun karena Nias Selatan berada di Pulau Nias, perjalanan tidak bisa ditempuh sepenuhnya lewat jalur darat.
Dalam rilis terbaru BMKG disebutkan, gempa hari ini di Nias Selatan memiliki magnitudo 4.3.
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Rilis BMKG sebut pusat gempa terkini 2 menit yang lalu berada 30 km di tenggara Nias Selatan.
Waktu terjadinya gempa sekira pukul 17:29:19 WIB.
Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa Nias Selatan berada di 0.40LU, 98.03BT.
Gempa Nias Selatan hari ini berada di kedalaman 4 Km.
Informasi gempa Nias Selatan ini disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.
"#Gempa Mag:4.3, 14-Feb-2026 17:29:19WIB, Lok:0.40LU, 98.03BT (30 km Tenggara NIASSELATAN-SUMUT), Kedlmn:4 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.
Baca juga: Gempa M 3.6 di Nias Selatan Sumatera Utara, BMKG: Cek Info Gempa Hari Ini
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(*)
(TribunKaltara.com/Amiruddin)