SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (14/2/2026) ini.
Banyak pihak yang bahu-membahu melaksanakan aksi bersih-bersih di sejumlah titik vital kawasan Bromo, yaitu:
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program “Indonesia Asri”, sebuah gerakan nasional yang baru saja diluncurkan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik (bersih) dan Indah.
Selain itu, aksi ini menjadi upaya nyata menjaga kelestarian alam serta kenyamanan wisatawan.
Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, TNI, pengelola taman nasional dan seluruh elemen masyarakat wisata.
"Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama," kata AKBP Latif kepada SURYA.co.id di sela-sela kegiatan.
Aksi bersih-bersih ini menyasar sejumlah titik strategis yang sering dipadati pengunjung, antara lain:
Berdasarkan data BB TNBTS, kunjungan wisatawan ke Bromo terus meningkat tajam. Pada tahun 2025 saja, jumlah wisatawan tercatat mencapai hampir 600.000 orang.
Lonjakan ini memberikan dampak ekonomi besar, namun juga membawa tantangan serius bagi pengelolaan sampah, terutama sampah plastik domestik.
Kebersihan kawasan wisata, menurut AKBP Latif, sangat berpengaruh terhadap citra daerah dan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.
"Jika lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman dan aman. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari hotel, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang kecil," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif bersama ini. Menurutnya, aksi kolektif ini adalah langkah konkret menjaga ekosistem di kawasan konservasi UNESCO Biosphere Reserve tersebut.
"Alhamdulillah, ratusan peserta yang bergabung berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap," tutur Bambang.
Ia berharap, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut ke depannya dan rutin dilakukan, terutama menjelang momen-momen libur nasional.
Di akhir kegiatan, AKBP Latif memberikan imbauan khusus kepada para pengunjung TNBTS agar senantiasa mematuhi aturan konservasi yang berlaku demi kebaikan bersama.
"Kami mengimbau seluruh wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan wisata," pungkasnya.
Berikut adalah tips bagi Anda yang berencana mengunjungi Gunung Bromo agar tetap menjaga kelestarian alam: