Dukung Indonesia Asri, TNI-Polri Bersihkan Kawasan Gunung Bromo dari Sampah
Cak Sur February 14, 2026 08:32 PM

SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (14/2/2026) ini.

Banyak pihak yang bahu-membahu melaksanakan aksi bersih-bersih di sejumlah titik vital kawasan Bromo, yaitu: 

  • Polres Probolinggo bersinergi dengan TNI.
  • Pelaku usaha wisata.
  • Forum Sahabat Gunung.
  • Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
  • Pengelola hotel.
  • Sopir jeep wisata.
  • Pedagang asongan. 

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program “Indonesia Asri”, sebuah gerakan nasional yang baru saja diluncurkan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik (bersih) dan Indah. 

Selain itu, aksi ini menjadi upaya nyata menjaga kelestarian alam serta kenyamanan wisatawan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kelestarian Alam

Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas antara kepolisian, TNI, pengelola taman nasional dan seluruh elemen masyarakat wisata.

"Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama," kata AKBP Latif kepada SURYA.co.id di sela-sela kegiatan.

Aksi bersih-bersih ini menyasar sejumlah titik strategis yang sering dipadati pengunjung, antara lain:

  • Jalan masuk menuju lautan pasir
  • Area lautan pasir Bromo
  • Lembah Watangan (Bukit Teletubbies)
  • Sekitar Pura Agung Poten Luhur

Berdasarkan data BB TNBTS, kunjungan wisatawan ke Bromo terus meningkat tajam. Pada tahun 2025 saja, jumlah wisatawan tercatat mencapai hampir 600.000 orang. 

Lonjakan ini memberikan dampak ekonomi besar, namun juga membawa tantangan serius bagi pengelolaan sampah, terutama sampah plastik domestik.

Dampak Ekonomi dan Marwah Pariwisata

Kebersihan kawasan wisata, menurut AKBP Latif, sangat berpengaruh terhadap citra daerah dan keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

"Jika lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman dan aman. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari hotel, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang kecil," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif bersama ini. Menurutnya, aksi kolektif ini adalah langkah konkret menjaga ekosistem di kawasan konservasi UNESCO Biosphere Reserve tersebut.

"Alhamdulillah, ratusan peserta yang bergabung berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap," tutur Bambang. 

Ia berharap, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut ke depannya dan rutin dilakukan, terutama menjelang momen-momen libur nasional.

Imbauan Tegas bagi Wisatawan Bromo

Di akhir kegiatan, AKBP Latif memberikan imbauan khusus kepada para pengunjung TNBTS agar senantiasa mematuhi aturan konservasi yang berlaku demi kebaikan bersama.

"Kami mengimbau seluruh wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan wisata," pungkasnya.

Berikut adalah tips bagi Anda yang berencana mengunjungi Gunung Bromo agar tetap menjaga kelestarian alam:

  • Selalu bawa kantong sampah pribadi (trash bag) untuk menyimpan sampah hingga menemukan tempat pembuangan akhir di luar kawasan inti.
  • Hindari penggunaan plastik sekali pakai yang berpotensi terbang tertiup angin kencang di kaldera.
  • Patuhi jalur yang sudah ditentukan dan jangan merusak vegetasi asli seperti rumput di Lembah Watangan.
  • Gunakan jasa pemandu resmi atau sopir jeep lokal untuk mendapatkan informasi terkait aturan adat dan lingkungan di Tengger.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.