SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) Surabaya memperkuat layanan pendampingan bagi mahasiswa baru yang didominasi pekerja mampu menyelesaikan studi jarak jauh secara tepat waktu.
Melalui Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) UT Surabaya memberikan pembekalan komprehensif mulai dari orientasi studi hingga pelatihan keterampilan belajar.
Direktur UT Surabaya, Suparti, mengatakan kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) tahap kedua diikuti ribuan mahasiswa dengan skema pembelajaran daring dan luring.
Baca juga: UT Surabaya Sambut 9.789 Mahasiswa Baru, Pastikan Siap Hadapi Sistem Jarak Jauh dengan LPKBJJ
“Alhamdulillah OSMB tahap kedua ini diikuti sekitar 4.000 mahasiswa secara online dan 650 mahasiswa secara offline. Sebelumnya pada tahap pertama ada 725 mahasiswa yang mengikuti secara luring, sehingga total peserta mencapai sekitar 5.000-an mahasiswa baru semester ini,” ujarnya.
Menurut Suparti, pembekalan tersebut bertujuan membantu mahasiswa memahami sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus membekali mereka dengan strategi belajar efektif agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
“Mahasiswa juga dilatih menyusun rencana belajar secara terstruktur. Mereka diajak mengatur waktu belajar dari Senin hingga Minggu sesuai aktivitas kerja atau kesibukan masing-masing,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa diberikan pelatihan keterampilan membaca efektif untuk memahami modul pembelajaran yang umumnya cukup tebal.
Metode ini membantu mahasiswa memahami materi secara efisien tanpa harus membaca seluruh isi modul secara berurutan.
“Setelah membaca, mereka diajarkan membuat catatan pembelajaran sehingga saat menghadapi ujian tidak perlu membuka modul kembali, cukup menggunakan catatan yang sudah disusun,” tambah Suparti.
Ia mengungkapkan, tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa UT Surabaya saat ini berkisar 60 persen.
Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa umumnya berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu belajar, terutama bagi mahasiswa yang juga bekerja.
“Sebagian besar mahasiswa UT adalah pekerja, sehingga tantangan utamanya adalah manajemen waktu. Karena itu sejak awal kami bantu mereka merencanakan jadwal belajar yang realistis sesuai aktivitas harian,” katanya.
UT Surabaya juga menyediakan layanan konsultasi akademik bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, termasuk konsultasi dengan dosen sesuai bidang studi.
Suparti menegaskan, pendampingan intensif tersebut merupakan komitmen UT Surabaya untuk memastikan mahasiswa mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh dan menyelesaikan studi secara optimal.
“Kami berupaya mendampingi mahasiswa sejak awal, mulai dari perencanaan belajar hingga pelaksanaan ujian, agar mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu,” pungkasnya.