Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Imbauan Gubernur Jawa Barat yang menegaskan agar destinasi wisata alam harus terbebas dari praktik pungutan liar (pungli), disambut baik Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, mengungkapakan bahwa imbauan tersebut searah dengan semangat pelayanan pariwisata yang selama ini terus didorong Pemkab Bandung.
"Saya kira imbauan itu memang sudah lama disampaikan gubernur sebelunya. Memang di lokasi wisata harus bebas pungli. Karena kan menjual kebahagiaan dan kesenangan," ujar Wawan saat ditemui di kantornya pada Sabtu (14/2/2026).
Menurut Wawan, jika praktik pungli dibiarkan wisatawan bisa saja enggan kembali berkunjung.
Baca juga: Lahan 3.456 M Persegi di Sadang Serang Akan Dibangun Rusunami, Warga Pertanyakan Calon Penghuninya
Dampaknya tidak hanya dirasakan pengelola objek wisata saja, tetapi juga kepada para pelaku usaha kecil dan masyarakat di sekitarnya.
"Jika mereka tidak puas, mereka tidak akan datang lagi. Jika tidak datang lagi, otomatis tidak ada kunjungan wisatawan. Jika tidak ada kunjungan, maka tidak ada yang belanja dan akhrnya dagang tidak akan laku," katanya.
Sebagai daerah dengan potensi wisata alam yang menjadi komoditas utama, Kabupaten Bandung harus terus menjaga citra destinasi agar tetap ramah dan nyaman.
Oleh karena itu, Wawan mendukung adanya statement imbauan dari Dedi Mulyadi.
"Mudah-mudahan dengan adanya imbauan itu, semangat dan kesadaran masyarakatnya semakin tinggi. Apalagi Pak Gubernur sering datang ke on spot ke lokasi Mudh-mudahan itu juga dapat memberikan semacam shock therapy kepada semua pihak," ucapnya.
Baca juga: Kebut Investasi di Kabupaten Cirebon, Bupati Imron Teken Revisi RTRW–RDTR di ATR/BPN
Meskipun begitu, Wawan menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan. Selain bekerja sama dengan aparat kepolisian, pihaknya juga terus gecar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak praktik pungli.
"Jangan sampai potensi-potensi yang besar di Kabupaten Bandung ini tercoreng oleh oknum tidak bertanggung jawab. Memang harus kesadaran semua. Satu sisi kita ingin maju ekonomi tingkat lokal, tapi dikotori oleh oknum (pungli)," ujarnya. (*)