Wapres Gibran Berpesan Kepada Pemprov Bali Untuk Jaga Kestabilan Harga Pasar
Putu Dewi Adi Damayanthi February 14, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bali, Sabtu 13 Februari 2026, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi atau blusukan ke Pasar Badung untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sekaligus mendorong percepatan digitalisasi pasar tradisional.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekosistem perdagangan rakyat agar semakin efisien dan modern.

Upaya menjaga stabilitas harga ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi rakyat melalui kebijakan yang responsif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Pemerintah berkomitmen memastikan pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang sehat, stabil, dan berpihak pada pelaku usaha kecil serta konsumen.

Baca juga: Serap Aspirasi Pelaku Pariwisata Bali, Wapres Gibran : Segera Kita Tindak Lanjuti Masalah Sampah

Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran berdialog langsung dengan para pedagang terkait perkembangan harga sejumlah komoditas strategis.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga, termasuk memastikan distribusi berjalan lancar serta dukungan kebijakan tepat sasaran bagi para pedagang.

Selain itu, Wapres Gibran juga berpesan kepada jajaran Pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga kestabilan harga pasar sehingga memberikan kenyamanan baik bagi para pedagang maupun pembeli.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster usai mendampingi Wapres peninjauan.

“Jadi beliau secara umum sangat mengapresiasi apa (digitalisasi) yang dijalankan di pasar,” kata Gubernur Koster.

“Bapak Wapres memberikan arahan kepada Bapak Wali Kota agar untuk semua komoditi yang mengalami gejolak harga, kenaikannya terlalu tinggi, sebaiknya subsidinya diberikan kepada semua pedagang. Tadi belum kepada semua pedagang,” sambungnya.

Selain memastikan stabilitas harga dan perlindungan bagi pedagang, Wapres juga menaruh perhatian pada kemudahan sistem transaksi di pasar sebagai bagian dari penguatan ekosistem perdagangan yang lebih modern dan transparan.

Sebagaimana disampaikan Era, seorang pedagang bumbu dapur yang telah berjualan selama 15 tahun di Pasar Badung, pembayaran non tunai sangat membantunya dalam bertransaksi.

“Enak kalau menurut saya. Kan kita tidak perlu pegang uang. Untuk mengurangi uang palsu bisa juga, kadang kalau pakai uang cash (tunai) kan kita tidak tahu, bisa jadi palsu,” ungkap Era.

Hal tersebut juga diakui oleh Diana, seorang pembeli yang sering memanfaatkan layanan pesan antar dari pedagang di Pasar Badung dan menerima pembayaran melalui transfer antar bank.

“Memudahkan sekali bagi kita ibu rumah tangga, tidak usah keluar-keluar (rumah),” imbuh Diana.

Kunjungan ke Pasar Badung ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor perdagangan, sekaligus memastikan bahwa modernisasi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh pelaku UMKM di daerah.

Selesai blusukan di Pasar Badung, Wapres Gibran melanjutkan agenda selanjutnya untuk bertemu dengan pelaku usaha sektor pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.