Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Kelompok pesepeda yang tergabung dalam tim Nusantara Green tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/2/2026).
Perjalanan bertajuk "Etape 4: Deep Into Flores" ini merupakan bagian dari misi besar mereka untuk mengayuh sepeda sejauh 10.000 kilometer melintasi pelosok Indonesia.
Perjalanan melintasi Flores sejauh 500 kilometer ini merupakan bagian dari misi besar bertajuk "Nusantara Green 10.000 KM". Hingga saat tiba di Maumere, tim telah berhasil menempuh akumulasi jarak sejauh 9.200 kilometer, melintasi pulau-pulau besar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Lombok dan Sumbawa.
Koordinator tim, Gustav Afdhol Husein atau yang akrab disapa Ocim, menjelaskan bahwa misi ini lahir dari kecintaan terhadap alam Nusantara.
Baca juga: Taklukan 500 Km Lintas Flores, Pesepeda Green Nusantara Disambut Soka Papak di Maumere
"Kami ingin berkeliling Indonesia sejauh 10.000 kilometer. Selain untuk kesehatan, kami ingin mempromosikan wisata open land dan menginspirasi para lansia agar tetap aktif dan menyatu dengan alam," ujar Ocim, yang juga anggota senior organisasi Wanadri.
Rombongan yang didominasi oleh para purnabakti berusia 60 hingga 70 tahun ini memulai perjalanan dari Labuan Bajo sejak awal Februari 2026.
Mereka melintasi medan berat trans-Flores, mulai dari Lembor, Waerebo, Bajawa, Ende, hingga akhirnya mencapai Maumere dengan total jarak tempuh akumulatif mencapai 9.200 kilometer dari seluruh rangkaian perjalanan nasional.
Menantang Batas di Jalur Ekstrem
Koordinator tim Green Nusantara, Gustav Afdhol Husein atau yang akrab disapa Ocim, mengungkapkan bahwa jalur Flores merupakan salah satu rute paling menantang sekaligus terindah yang pernah mereka lalui.
"Sebagai pesepeda, jalurnya sangat menantang. Kami naik dari pesisir pantai hingga mencapai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Naik, turun lagi, lalu naik lagi. Terutama rute menuju Lembor, Waerebo, dan Kelimutu," ujar Ocim, anggota organisasi pecinta alam Wanadri angkatan 1980-an tersebut.
Meski fisik tak lagi muda, semangat tim yang terdiri dari 10 orang ini tidak surut. Menurut Ocim, perjalanan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif dan sehat. Selain itu, mereka ingin mempromosikan wisata open land (wisata alam terbuka) di Indonesia.
"Kami kagum dengan alam Flores yang terjaga baik dan sangat cantik. Kami ingin menginspirasi para pensiunan untuk terus bergerak dan menyatu dengan alam," tambahnya.
Sambutan Hangat di Kabupaten Sikka
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Dalam penyambutannya, Pemerintah Daerah mengapresiasi langkah tim Green Nusantara yang mempromosikan potensi wisata Sikka, mulai dari keindahan pantai hingga kekayaan budaya lokal.
"Inilah kondisi pariwisata kami di Sikka. Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bisa menjadi kenangan baik dan membantu meningkatkan pengembangan potensi wisata alam maupun budaya kami ke depan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sikka.
Misi Lingkungan dan Kesehatan
Perjalanan Green Nusantara bukan sekadar olahraga, melainkan membawa pesan kepedulian lingkungan. Selama perjalanan dari Bajawa menuju Nangaroro hingga Maumere, tim mencatat kekayaan hasil bumi Flores seperti cengkih, pala, kemiri, hingga kakao yang tumbuh subur di sepanjang jalur lintas.
Setelah menyelesaikan etape Flores sepanjang 500 kilometer ini, tim akan melanjutkan misi mereka menuju target akhir 10.000 kilometer. Sebelumnya, mereka telah menuntaskan jalur di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat.