BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembangunan Stadion Internasional kini sudah mulai tahap menuju pembangunan.
Keinginan Gubernur Kalsel H Muhidin kini benar-benar sudah di depan mata bakal terwujud.
Muhidin semenjak awal mencalon Gubernur Kalsel sudah menginginkan adanya Stadion berskala internasional.
Awalnya akan dibangun di Gambut kini dipastikan di kota Banjarbaru,
Baca juga: Siaran Indosiar! Link TV Online Live Streaming Bola Persebaya vs Bhayangkara FC Jam 19.00 WIB
Baca juga: FA Menuntut Rodri Atas Umpatan Bintang Man City Itu Tentang Wasit Liga Inggris
Berikut sejumlah fakta proses pembangunan Stadion Internasional di Kalsel :
Pembangunan Stadion Internasional di Kalsel berawal dari Muhidin yang saat itu menjadi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.
Muhidin sempat melontarkan wacana pembangunan stadion sepakbola bertaraf internasional di Banua.
Wacana tersebut diungkapkan Muhidin usai bertemu dengan CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, Selasa (6/8/2024).
Pada pertemuan itu, Hasnur awalnya memberikan hadiah Jersey Barito Putera kepada Muhidin.
Di bagian belakang jersey tertulis nama H. Muhidin dengan nomor punggung 6.
“Terima kasih adinda Hasnur yang menyerahkan baju Barito Putera. Alhamdulilah, mudah-mudahan Barito Putera selalu sukses,” ungkap Muhidin.
Kemudian Muhidin berbicara soal rencana pencalonan dirinya bersama Hasnuryadi di Pilgub Kalsel 2024.
Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel itu lalu mengatakan keinginan untuk membangun stadion sepakbola bertaraf internasional sebagai markas Barito Putera.
Baca juga: FA Menuntut Rodri Atas Umpatan Bintang Man City Itu Tentang Wasit Liga Inggris
Baca juga: Ajang Badminton German Open 2026 Untungkan Wakil Indonesia, Cukup Kirim 2,5 Wakil
2. Tepati Janji Kampanye
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) terpilih, Muhidin, mulai merancang pembangunan Stadion Sepakbola Internasional yang menjadi salah satu janji kampanyenya dalam Pilkada 2024.
Stadion ini diharapkan menjadi ikon baru olahraga Kalsel dengan konsep mirip Gelora Bung Karno (GBK) dalam skala mini.
Muhidin yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalsel, telah memetakan lokasi pembangunan stadion di kawasan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar.
"Langkah awal adalah pembebasan lahan, dan anggarannya sudah disiapkan," kata Muhidin, Senin (9/12/2024).
Meski belum memastikan total anggaran, Muhidin mengungkapkan bahwa alokasi dana untuk pembebasan lahan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025. Pembangunan fisik stadion diproyeksikan dimulai pada 2026.
Stadion internasional ini dirancang tidak sekadar sebagai arena pertandingan, tetapi juga menjadi pusat olahraga terpadu.
"Kami ingin stadion ini seperti GBK mini, sehingga masyarakat bisa berolahraga, baik di dalam maupun di luar stadion," jelasnya.
Muhidin menyebut, stadion ini akan dilengkapi dengan lahan parkir seluas 50 hektare.
Awal rencana di kawasan Ahmad Yani KM 17, Kabupaten Banjar, dipilih karena berada di tengah-tengah dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Barito Kuala, Pelaihari, hingga Banua Anam.
3. Berpindah ke Banjarbaru
Pemprov Kalsel dan Pemkot Banjarbaru mulai membahas rencana pembangunan stadion sepak bola berstandar internasional.
Pembahasan itu digelar di Ruang H Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Selasa (4/3/2025).
Salah satu alasan utama proyek ini adalah kepindahan ibu kota provinsi dari Banjarmasin ke Banjarbaru.
Kota yang kini menjadi pusat pemerintahan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur olahraga.
Sekda Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyebutkan stadion bertaraf internasional diperlukan untuk mendukung kemajuan sepakbola di Kalsel.
"Olahraga sepak bola di Kalsel terus berkembang, terlebih kita memiliki tim yang berlaga di Liga 1, yaitu PS Barito Putera," ujarnya.
Baca juga: Sempurna untuk Mainoo: Man Utd akan Mengajukan Tawaran £35 juta untuk McTominay Baru
4. Janji Tuntas Satu Periode
Gubernur Kalsel, Muhidin menegaskan, pengerjaan stadion ini akan rampung dalam satu periode kepemimpinannya.
Sementara, lokasinya yang masih dipertimbangkan antara Kabupaten Banjar atau Kota Banjarbaru.
“Kami sudah mulai menganggarkan untuk lahan dan alokasi dana. Sebelum masa jabatan saya berakhir, stadion ini harus selesai,” kata Muhidin.
Pembangunan stadion ini bukan sekadar untuk olahraga, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Muhidin menekankan, infrastruktur ini akan memicu pertumbuhan fasilitas pendukung seperti hotel, pusat bisnis, serta mendorong aktivitas masyarakat.
“Kita lihat saja Stadion GBK di Jakarta, yang setiap hari ramai dengan berbagai kegiatan. Stadion bukan hanya tempat pertandingan, tapi juga ruang publik yang bisa menggerakkan ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, kedekatan Kalsel dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi alasan lain untuk membangun stadion bertaraf internasional.
Muhidin menilai, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan IKN, Kalsel harus memiliki infrastruktur yang sepadan.
“Jarak kita ke IKN sangat dekat, hanya beberapa jam lewat darat. Sayang kalau kita tidak memiliki fasilitas olahraga yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Proyek ini dipastikan menjadi prioritas selama lima tahun ke depan. Muhidin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawal proses pembangunannya hingga tuntas.
5. Awalnya Lahan Hibah di Cempaka
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) sedang mengkaji hibah lahan dari Pemerintah Kota Banjarbaru untuk pembangunan stadion bertaraf internasional.
Lahan seluas 22,9 hektare yang berlokasi strategis di Banjarbaru ini telah melalui berbagai tahapan perencanaan, termasuk Feasibility Study (FS), Finalisasi Fisik (FF), dan Detail Engineering Design (DED).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, M Fitri Hernadi mengungkapkan, Pemprov masih membahas aspek legalitas dan administrasi hibah agar tidak menemui kendala di kemudian hari.
“Mudah-mudahan secara legalitas dan administrasi bisa clear and clean agar pembangunan stadion bisa berjalan sesuai target,” ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Kaji Lahan ini rencananya akan dialokasikan untuk stadion utama seluas 10 hektare, sementara sisanya digunakan untuk fasilitas olahraga pendukung, seperti lapangan latihan, gedung bela diri, dan arena lainnya.
Lokasinya yang dekat dengan kawasan perkantoran Pemprov Kalsel dinilai bebas dari risiko banjir serta memiliki akses yang mendukung mobilitas penonton.
Pemkot Banjarbaru menawarkan hibah lahan di kawasan Cempaka untuk proyek stadion berstandar FIFA. Namun, minimnya anggaran menjadi alasan Banjarbaru tidak bisa membangun stadion tersebut secara mandiri.
Baca juga: Jurgen Klinsmann Klaim Soal Bintang Juventus dan AC Milan Siap Bersaing Dapatkan Pemain Real Madrid
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) di era kepemimpinan Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menetapkan tiga proyek infrastruktur besar sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Tiga proyek tersebut meliputi pembangunan Jembatan Pulau Laut, Stadion Berstandar Internasional, dan Jalan Poros Lintas Tengah yang menghubungkan Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Tabalong.
Gubernur Kalsel, H Muhidin, menegaskan bahwa proyek-proyek ini memiliki dampak strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di daerah.
“Ada tiga pembangunan yang jadi fokus utama kami bersama wakil gubernur dan juga DPRD, yaitu Jembatan Pulau Laut, stadion olahraga internasional, dan jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Banjar dengan Tabalong,” ujarnya usai penandatanganan dokumen RPJMD, Selasa (25/3/2025).
Salah satu proyek utama adalah pembangunan Jembatan Penghubung antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru.
Jembatan ini diharapkan dapat mempercepat akses transportasi, mengurangi ketergantungan pada jalur laut, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung konektivitas menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menuntaskan proyek ini, Pemprov Kalsel terus berupaya mendapatkan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya terkait pendanaan.
Proyek kedua adalah pembangunan Stadion Berstandar Internasional yang direncanakan berdiri di Km 17, Kabupaten Banjar.
Stadion ini akan menjadi fasilitas olahraga bertaraf internasional yang dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, atletik, serta acara besar lainnya.
Keberadaan stadion ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata dan perekonomian daerah, sekaligus memperkuat citra Kalsel di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Bintang Liverpool Itu Kini Mendapatkan Perlakuan Harvey Elliott dari Arne Slot
7. Stadion Liga Utama
Setelah pembangunan stadion internasional, dua stadion kebanggaan warga Kalimantan Selatan, Stadion 17 Mei dan Demang Lehman, akan digunakan untuk Liga 2.
Selain itu, kedua stadion tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat penjaringan bibit muda sepak bola di Kalsel, termasuk untuk latihan akademi.
Gubernur Kalsel, Muhidin, menyatakan hal ini bertujuan agar kedua stadion tersebut tidak terbengkalai dan tetap bermanfaat.
“Stadion internasional yang baru dibangun tidak akan membuat Stadion 17 Mei dan Demang Lehman terbengkalai. Masyarakat tidak perlu khawatir, stadion yang ada tetap akan terawat,” kata Gubernur Muhidin.
8. Final di Dekat Bandara Syamsudin Noor
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) segera menetapkan lokasi pembangunan stadion bertaraf internasional yang direncanakan berada di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Penetapan resmi ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025, menyusul hasil studi kelayakan yang telah menyatakan proyek tersebut layak dilaksanakan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M.Yasin Toyib mengatakan, saat ini fokus pemerintah adalah menyelesaikan tahapan awal berupa pembebasan lahan sebelum memasuki tahap konstruksi fisik.
“Insya Allah di akhir Desember ini akan ditetapkan lokasinya,” ujarnya usai rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (9/12/2025).
Lokasi stadion direncanakan berada sekitar 6 kilometer dari Bandara Syamsudin Noor dan dipastikan berada di luar kawasan hutan lindung.
Namun, jarak tersebut masih menjadi pembahasan lintas instansi karena berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan.
Dari sisi anggaran, pembebasan lahan diperkirakan membutuhkan dana Rp60–70 miliar, sedangkan pembangunan fisik tahap pertama pada 2026 dianggarkan sekitar Rp150 miliar.
Stadion tersebut dirancang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare, dilengkapi lintasan atletik dan fasilitas olahraga pendukung lainnya.
Pemerintah provinsi juga telah mengajukan tambahan lahan hingga 100 hektare kepada Kementerian Kehutanan untuk pengembangan kawasan di tahap berikutnya.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah mengatakan, dalam rapat muncul perbedaan pandangan terkait jarak ideal stadion dari bandara.
“Secara teori jarak minimal seharusnya sekitar 15 kilometer. Namun berdasarkan pemaparan PUPR, aspek teknis seperti ketinggian bangunan dinyatakan aman,” jelasnya.
Baca juga: Arsenal Incar Transfer Pemain Sayap Pemecah Rekor EPL, Nwaneri dan Dowman Bisa Tersingkir
9. Semakin Matang Disiapkan
Pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional yang direncankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan semakin dekat terwujud.
Terbaru, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel kembali melaksanakan pertemuan dengan tema Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan sejumlah pihak termasuk pemilik lahan.
Sebelumnya, lokasi yang ditatapkan untuk pembangunan stadion internasional ini berada di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, tepatnya di persimpangan Jalan Gubernur Syarkawi dan Jalan Lingkar Utara Banjarbaru dekat Persemaian Lianganggang.
Pada FKP yang berlangsung di Aula Dinas PUPR Kalsel pada Kamis (15/1/2026) sore, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyebut bahwa seluruh pemilik lahan setuju dan mendukung pembangunan stadion ini.
"Seluruh pemilik lahan itu bersedia dan siap mendukung dan siap lahannya digunakan atau dilaksanakan pembangunan untuk stadion internasional kita," katanya.
Pada awal pembangunan stadion ini, pihaknya akan menggelontarkan dana sekitar Rp 1 triliun dan dana tersebut telah disebut telah disiapkan.
“Dari mulai pengadaan lahan sampai proses pembangunannya yang kita prediksikan mungkin multi-use, dananya sudah kita siapkan, sekali lagi kita mohon dukungan semua pihak masyarakat khususnya di Kalsel dan Pemko Banjarbaru," jelasnya.
“Semoga angka ini bisa cukup menyelesaikan stadion menjadi impian kita bersama," ujar Ariadi.
Lanjut Ariadi,lLuas lahan yang dibutuhkan untuk pembangun sekitar 28,76 hektare dan pembangunan yang akan dilakukan di awal meliputi pembangunan stadion beserta dua rencana jalan.
Baca juga: Dari Medan Offroad ke Medan Bencana, IOF Kalsel Jalin Kerjasama dengan Basarnas Banjarmasin
10. Siapkan Dana Rp 1 Triliun
Proyek pembangunan stadion bertaraf internasional mulai digarap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Langkah awal megaproyek yang merupakan janji kampanye Gubernur Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Sulaiman ini yaitu dengan menetapkan lokasi pembebasan lahan di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru.
Proyek strategis ini disiapkan dengan total pagu anggaran Rp1 triliun dalam skema tahun jamak (multi years) 2026–2028.
Stadion Internasional akan dibangun di atas lahan seluas 28,769 hektare. Untuk proses pengadaan tanah, Pemprov Kalsel mengalokasikan sekitar Rp65 miliar, dengan total 88 pemilik lahan terdampak.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan, M Rum Mapawa mengatakan, penetapan lokasi menjadi tahapan awal yang krusial sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Penetapan lokasi ini langkah awal yang sangat penting. Seluruh proses pengadaan tanah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha menjelaskan, pagu Rp1 triliun tersebut dialokasikan untuk tiga tahun anggaran.
Pada 2026, tahapan yang dilakukan afalah pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal.
Satu tahun kemudian, lanjutan pekerjaan struktur dan percepatan progres fisik utama.
Sementara di tahun terakhir proyek, pada 2028, tahapan masuk ke penyelesaian konstruksi hingga stadion siap difungsikan.
Anggaran tersebut mencakup pekerjaan fisik, perencanaan, serta manajemen konstruksi. Proyek ini menggunakan skema design and build, sehingga penyempurnaan desain dan pembangunan fisik berjalan bersamaan.
“Manajemen konstruksi sudah tayang di LPSE. Untuk fisiknya masih dalam tahap persiapan tender design and build,” jelas Ryan.
Dari laman LPSE, paket tersebut tercantum dengan nama Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional Tahap I (Manajemen Konstruksi).
Nilai pagu anggarannya mencapai Rp15 miliar. Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tercatat sebesar Rp14.988.457.900. Tercatat ada 18 peserta tender.
Pemprov Kalsel menargetkan progres signifikan sudah terlihat pada 2026–2027 dan stadion rampung sepenuhnya pada akhir 2028.
Selain sebagai fasilitas olahraga berstandar internasional, stadion ini dirancang menjadi ruang publik representatif untuk kegiatan sosial, budaya, hingga agenda berskala besar, yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan menjadi ikon baru Banjarbaru.
Stadion internasional masuk dalam proyek strategis bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel bersamaan dengan rumah jabatan gubernur.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)