BANGKSPOS.COM - Nama Muhammad Kerry Adrianto Riza kembali jadi sorotan publik setelah jaksa menjatuhkan tuntutan berat 18 tahun penjara.
Anak dari pengusaha minyak ternama Riza Chalid ini terlibat dalam skandal besar tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) yang merugikan negara hingga Rp 285,1 triliun.
Kasus ini menarik perhatian luas karena keterkaitan jaringan bisnis keluarga Chalid yang selama puluhan tahun mendominasi sektor migas di Indonesia.
Kerry Adrianto, sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, didakwa bersama empat tersangka lainnya.
Meski angka spesifik tidak dirinci dalam dakwaan pribadi, Jaksa memastikan bahwa Kerry adalah bagian dari rangkaian perbuatan sistemik yang merugikan keuangan negara dalam skala masif.
“Itu rangkaian perbuatan daripada terdakwa yang menjadi rangkaian penuh dan akhirnya menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 285 triliun, total seperti itu,” ujar Jaksa Triyana Setia Putra usai sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dilansir kompas.com, Sabtu (14/2/2025).
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa manipulasi ini terjadi dari hulu ke hilir, mencakup kontrak kerja sama antara PT Orbit Terminal Merak (OTM) dan PT Pertamina sepanjang periode 2018–2023.
Baca juga: Profil Riza Chalid & Kekayaannya, Disebut Mafia oleh Para Menteri yang Semangati Presiden Prabowo
Muhammad Kerry Adrianto (39 tahun) bukan sekadar anak pengusaha.
Ia adalah pilar strategis dalam gurita bisnis keluarga Chalid.
Lahir pada 15 September 1986, Kerry memegang kendali di berbagai sektor, di antaranya :
Statusnya sebagai beneficial owner menunjukkan bahwa Kerry memiliki kendali penuh atas kebijakan perusahaan, meskipun secara administratif namanya mungkin tidak selalu muncul di permukaan saham utama.
Zaman keemasan bisnis Kerry tidak lepas dari bayang-bayang ayahnya, Muhammad Riza Chalid.
Saat sang anak menghadapi tuntutan hukum, Riza Chalid justru ditetapkan sebagai buronan (DPO) ke-10 dalam kasus yang sama sejak Juli 2025.
Riza Chalid memiliki rekam jejak panjang sebagai penguasa bisnis minyak:
Meskipun sempat terdeteksi bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 2023, keberadaan Riza Chalid saat ini tetap misterius, sementara putra mahkotanya, Kerry Adrianto, kini terancam menghabiskan hampir dua dekade di balik jeruji besi.
(wartakota/ Tribun network/ Tribun timur/ Kompas.com)