Profil Kerry Adrianto Anak Riza Chalid, Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Pertamina Rp285 T
Dedy Qurniawan February 14, 2026 07:03 PM

BANGKSPOS.COM - Nama Muhammad Kerry Adrianto Riza kembali jadi sorotan publik setelah jaksa menjatuhkan tuntutan berat 18 tahun penjara. 

Anak dari pengusaha minyak ternama Riza Chalid ini terlibat dalam skandal besar tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) yang merugikan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Kasus ini menarik perhatian luas karena keterkaitan jaringan bisnis keluarga Chalid yang selama puluhan tahun mendominasi sektor migas di Indonesia.

Kasus Korupsi Pertamina: Kerugian Negara Rp 285 Triliun

Kerry Adrianto, sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, didakwa bersama empat tersangka lainnya.

Meski angka spesifik tidak dirinci dalam dakwaan pribadi, Jaksa memastikan bahwa Kerry adalah bagian dari rangkaian perbuatan sistemik yang merugikan keuangan negara dalam skala masif.

“Itu rangkaian perbuatan daripada terdakwa yang menjadi rangkaian penuh dan akhirnya menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 285 triliun, total seperti itu,” ujar Jaksa Triyana Setia Putra usai sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dilansir kompas.com, Sabtu (14/2/2025).

Pihak kejaksaan menegaskan bahwa manipulasi ini terjadi dari hulu ke hilir, mencakup kontrak kerja sama antara PT Orbit Terminal Merak (OTM) dan PT Pertamina sepanjang periode 2018–2023.

Baca juga: Profil Riza Chalid & Kekayaannya, Disebut Mafia oleh Para Menteri yang Semangati Presiden Prabowo

Siapa Kerry Adrianto? Sosok di Balik Bisnis Keluarga Chalid

Muhammad Kerry Adrianto (39 tahun) bukan sekadar anak pengusaha.

Ia adalah pilar strategis dalam gurita bisnis keluarga Chalid.

Lahir pada 15 September 1986, Kerry memegang kendali di berbagai sektor, di antaranya :

  • Sektor Migas & Pelayaran: Mengelola PT Navigator Khatulistiwa yang mengoperasikan tanker dan pengangkut gas alam.
  • Ia juga menjabat Direktur Utama PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi.
  • Sektor Hiburan: Menjabat sebagai Direktur Kidzania, wahana rekreasi edukasi anak yang populer.
  • Dunia Olahraga: Tercatat sebagai salah satu pemegang saham dan pengelola klub basket Amartha Hangtuah (IBL).

Statusnya sebagai beneficial owner menunjukkan bahwa Kerry memiliki kendali penuh atas kebijakan perusahaan, meskipun secara administratif namanya mungkin tidak selalu muncul di permukaan saham utama.

Jejak Sang Ayah: Riza Chalid, "The Gasoline Godfather" yang Masih Buron

Zaman keemasan bisnis Kerry tidak lepas dari bayang-bayang ayahnya, Muhammad Riza Chalid.

Saat sang anak menghadapi tuntutan hukum, Riza Chalid justru ditetapkan sebagai buronan (DPO) ke-10 dalam kasus yang sama sejak Juli 2025.

Riza Chalid memiliki rekam jejak panjang sebagai penguasa bisnis minyak:

  • Kasus "Papa Minta Saham" (2015): Namanya mencuat saat terseret kasus pencatutan nama Presiden bersama Setya Novanto terkait PT Freeport.
  • Dominasi Petral: Selama puluhan tahun, Riza disebut mengendalikan Pertamina Energy Trading Ltd (PETRAL).
  • Kekayaan Fantastis: Dengan kekayaan ditaksir mencapai 415 juta dolar, Riza Chalid pernah menduduki posisi orang terkaya ke-88 di Indonesia versi Globe Asia.

Meskipun sempat terdeteksi bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 2023, keberadaan Riza Chalid saat ini tetap misterius, sementara putra mahkotanya, Kerry Adrianto, kini terancam menghabiskan hampir dua dekade di balik jeruji besi.

(wartakota/ Tribun network/ Tribun timur/ Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.