Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Ketersediaan ternak di Kabupaten Aceh Utara menjelang tradisi meugang dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada 17–18 Februari 2026, untuk jenis sapi dan kerbau dalam 27 kecamatan mencapai 3.573 ekor.
Hal itu berdasarkan data resmi dari Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Kabupaten Aceh Utar, yang diterima Serambinews.com, pada Sabtu (14/2/2026).
“Dari total 3.573 ekor ternak besar yang tersedia, terdiri atas sapi jantan, sapi betina produktif dan tidak produktif, sapi Australia, serta kerbau jantan dan betina,” ujar Sekretaris Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Sabtu (14/2/2026).
Disebutkan, beberapa kecamatan dengan jumlah ternak terbesar antara lainm Tanah Jambo Aye 346 ekor, Lhoksukon 292 ekor, Cot Girek yaitu 192 ekor, Matang Kuli yaitu 190 ekor dan Samudera: 181 ekor.
“Ketersediaan ini tersebar merata di seluruh kecamatan di wilayah Aceh Utara, sehingga diharapkan mampu memenuhi lonjakan permintaan masyarakat saat meugang,” ujar Drh Muzakir.
Untuk harga daging sapi dan kerbau, pemerintah daerah memproyeksikan kisaran harga berada di angka Rp 160.000 – Rp 180.000 per kilogram
Perbedaan harga tersebut bergantung pada jenis dan kualitas ternak yang dipasarkan di masing-masing kecamatan.
Selain ternak besar, stok unggas juga terbilang memadai.
Total persediaan ayam mencapai 121.340 ekor, terdiri atas ayam ras dan ayam buras.
Adapun kisaran harga yang diperkirakan berlaku saat meugang adalah untuk Ayam ras berkisar Rp 50.000 – Rp 65.000 per ekor dan ayam buras dari Rp 70.000 – Rp 150.000 per ekor.
Beberapa kecamatan dengan stok unggas terbanyak antara lain, Tanah Jambo Aye (15.100 ekor), Lhoksukon (14.500 ekor), dan Samudera (12.000 ekor).
Sekretaris Disbunnak dan Keswan menyampaikan bahwa pendataan dilakukan untuk memastikan kecukupan pasokan serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan pengawasan distribusi dan kesehatan hewan agar masyarakat dapat menjalankan tradisi meugang dengan aman dan nyaman.
“Dengan total ribuan ternak besar dan ratusan ribu unggas yang tersedia, masyarakat Aceh Utara diharapkan tidak mengalami kelangkaan daging menjelang Ramadan tahun ini. Pemerintah juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik penimbunan,” ujar Drh Muzakir.(*)