Meski Diguyur Hujan, 1.774 Pelajar SD Bondowoso Tampil Tari Totta’an Dhereh
Haorrahman February 14, 2026 08:48 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sebanyak 1.774 pelajar sekolah dasar dan sederajat menampilkan Tari Totta’an Dhereh dalam Gebyar Tari yang digelar di Alun-alun Ki Bagus Asra, Sabtu (14/2/2026). Ribuan penari cilik itu tetap tampil penuh semangat meski harus menari di bawah guyuran hujan selama hampir 15 menit.

Para pelajar tampil kompak mengenakan busana bernuansa tradisional, memadukan jarik cokelat, selendang merah, dan manset putih. Di bagian kepala, mereka mengenakan mahkota menyerupai sayap burung, simbol kebebasan dan semangat dalam Tari Totta’an Dhereh.

Baca juga: Viral Pengendara Jatuh di Jalan Berlubang Bondowoso, Dinas Bina Marga Langsung Tambal

Belajar Singkat

Salah satu penari, Alfidiansyah Kezya Ardian, siswa SDN Dabasah 3 Bondowoso, mengaku hanya berlatih selama sembilan hari di sekolahnya. Meski waktu latihan terbatas, ia merasa bangga bisa tampil bersama teman-temannya.

“Sembilan hari saya belajar di sekolah,” ujarnya.

Antusiasme serupa disampaikan Anugrah Dwiandra, siswa SD Alifiyah Bondowoso. Ia mengaku hanya berlatih selama dua hari, namun tetap senang karena bisa menari bersama banyak teman.

“Saya belajar dua hari di sekolah,” katanya sambil tersenyum malu-malu.

Baca juga: Tabung Gas Bocor Rumah di Bondowoso Terbakar, Satu Orang Luka Bakar

Implementasi Gerakan “Ini Budi”

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi gerakan “Ini Budi”, akronim dari Ini Anak Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini.

Tari Totta’an Dhereh dipilih karena merupakan salah satu ikon seni daerah Bondowoso. Ke depan, sekolah-sekolah diberi kebebasan memilih seni lokal lain sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.

“Masing-masing gugus silakan memilih. Gugus satu ini memilih Totta’an Dhereh. Ada yang tari Molong Kopi juga,” jelasnya.

Baca juga: Tembus Rp 100 Ribu Per Kilogram, Rp 2 Ribu Hanya Dapat 7 Cabai di Bondowoso

Menanamkan Cinta Budaya

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa pengenalan budaya lokal sejak usia dini penting untuk membangun rasa cinta tanah air.

“Karena lokalitas bagian dari bangsa ini, sehingga anak-anak tidak tergerus dari kulturnya, dari budayanya, dari budaya luar yang masuk,” pungkasnya.

Tari Totta’an Dhereh terinspirasi dari tradisi masyarakat Bondowoso dalam memelihara dan melombakan merpati. Merpati dilepas ke daerah tertentu, lalu dinilai berdasarkan kecepatan kembali ke kandang. Nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kecintaan terhadap tradisi lokal menjadi makna utama tarian ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.