TRIBUNNEWS.COM - Persija Jakarta sedang menghadapi ujian berat di bulan Februari ini dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026.
Dengan jadwal padat yang penuh lawan tangguh, Macan Kemayoran diminta untuk tidak terpeleset jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen.
Persija sendiri menjalani empat pertandingan di bulan Februari ini.
Sebelumnya, tim asuhan Mauricio Souza itu baru saja takluk 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada 8 Februari lalu.
Kekalahan tersebut tidak hanya menyakitkan secara mental, tapi juga menjadi alarm bahwa lawan-lawan berikutnya seperti Bali United akan semakin menguji Persija di bulan Februari ini.
Kini Persija berada di urutan ketiga klasemen Super League dengan memiliki 41 poin.
Macan Kemayoran berselisih lima angka dengan Borneo FC di peringkat kedua dan berjarak enam angka dengan Persib di puncak.
Setelah ini, dijadwalkan Persija akan bertandang ke markas Bali United pada Minggu (15/2/2026).
Di laga melawan Bali nanti, Persija tak akan didampingi oleh pelatih Mauricio Souza karena hukuman akumulasi kartu.
Sebagai gantinya, skuad Persija bakal dipimpin oleh asisten pelatih, Ricky Nelson.
Jelang melawan Bali, Ricky Nelson pun mengakui bahwa laga ini akan cukup berat bagi Persija.
Nelson pun secara terbuka mengakui bahwa lawan-lawan Persija di bulan Februari ini cukup berat.
Baca juga: Jelang Hadapi Bali United, Ricky Nelson Sebut Pemain Anyar Persija Dalam Kondisi Fit dan Siap Tampil
"Melawan Bali United itu sulit," kata Ricky Nelson, dikutip dari BolaSport.com.
"Memang lawan-lawan di bulan ini cukup berat," kata Ricky Nelson, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Persija.
"Namun, itu bukan menjadi alasan karena memang harus dihadapi."
"Kami sudah siap, sudah mempelajari Bali United lewat video, melihat permainan mereka, dan di latihan pun head coach sudah mempersiapkan semuanya,” ujarnya.
Setelah melawan Bali United, Persija akan ditunggu dua lawan tangguh lainnya yang juga dijadwalkan pada Februari ini.
Dua laga tersebut yakni menjamu PSM Makassar di kandang (20/2) dan bertandang ke markas Malut United (24/2).
Februari menjadi bulan kritis bagi Persija karena lawan-lawan berat ini merupakan tim kuat secara teknis bakal merepotkan Macan Kemayoran.
Jika ingin terus bersaing di jalur perebutan juara Super League 2025/2026, Persija harus tampil konsisten di sisa putaran kedua ini.
Haram terpeleset menjadi mantra wajib, karena setiap kesalahan bisa berakibat fatal di akhir musim.
Menarik dinantikan, mampukah Persija terus bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim nanti?
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Arif Setiawan)