Sosok Jason Siswa Surabaya Peraih Medali Olimpiade Matematika Internasional, Ini Rahasia Belajarnya
Putra Dewangga Candra Seta February 14, 2026 09:32 PM

 

SURYA.co.id – Matematika mungkin menjadi momok bagi banyak orang, namun bagi Jason Putra, angka-angka adalah bahasa yang membawanya terbang ke podium juara di Vietnam.

Di antara ribuan peserta dari berbagai negara, Jason Putra Hendrata berdiri membawa nama Surabaya dan Indonesia.

Siswa SMAN 5 Surabaya itu sukses meraih Silver Award for Excellent Achievement pada Final Round Fermat Mathematical Olympiad (FMO) 2025–2026 di Vietnam.

Momen menerima medali perak itu menjadi puncak dari proses panjang yang tak banyak orang lihat.

Apalagi, dua minggu sebelumnya ia juga menyabet emas di ajang Southeast Asia Mathematics Olympiad (SEAMO).

Dua medali internasional dalam dua pekan, sebuah capaian yang lahir dari pola belajar yang terstruktur dan disiplin.

Lalu, seperti apa sebenarnya rahasia dapur Jason Putra Surabaya hingga mampu bersaing di level olimpiade matematika internasional?

Lebih dari Sekadar Menghitung

INSPIRASI - Siswa berprestasi asal Surabaya, Jason Putra Hendrata meraih Silver Award dalam ajang Fermat Mathematical Olympiad (FMO) Vietnam ditemui di sekolahnya SMA N 5 Surabaya
INSPIRASI - Siswa berprestasi asal Surabaya, Jason Putra Hendrata meraih Silver Award dalam ajang Fermat Mathematical Olympiad (FMO) Vietnam ditemui di sekolahnya SMA N 5 Surabaya (Surya.co.id/Nur Ika Anisa)

Banyak orang mengira olimpiade matematika hanya soal hitung-hitungan cepat.

Padahal, kompetisi seperti FMO menuntut logika mendalam, kreativitas, dan kemampuan membaca soal berbahasa Inggris dengan presisi tinggi.

“Tidak hanya Asia Tenggara, ada juga Uzbekistan, Tajikistan, sampai sekitar Rusia. Total pesertanya ribuan, dari siswa SD kelas 1 hingga SMA kelas 12,” sebut Jason kepada wartawan SURYA.co.id.

Ia turun di kategori Secondary (kelas 10).

Baca juga: Kisah Jason Putra, Siswa Surabaya Peraih Medali Olimpiade Matematika Internasional di Vietnam

Meski sejak kelas IV SD sudah mengikuti berbagai lomba, Jason menegaskan bahwa setiap ajang punya karakter berbeda.

“Yang beda itu standarnya. Semua pakai bahasa Inggris dan level soalnya benar-benar olimpiade. Kompetitornya juga nggak main-main,” ujarnya.

“Kompetitornya juga tidak main-main. Karena negara-negara lain itu juga tidak kalah pintar sama Indonesia. Jadi lebih intens,” tambah siswa yang juga berinovasi membuat tongkat tunanetra getar.

Artinya, keberhasilan di ajang internasional bukan soal cepat menghitung, tetapi kemampuan memahami pola, membedah logika, dan bertahan dalam tekanan.

Kunci Sukses Jason Putra yang Bisa Ditiru

Berikut tiga pola belajar yang menjadi fondasi keberhasilan Jason, sekaligus bisa menjadi tips belajar olimpiade matematika bagi siswa lain.

1. Memahami Logika, Bukan Menghafal Rumus

PRESTASI INTERNASIONAL - Kakak-adik asal Surabaya, Jason Putera Hendrata dan Jovansyah Suryatama Hendrata yang menunjukan medali. Keduanya berhasil membawa pulang medali perunggu dari International Mathematics Contest (IMC) 2025 yang digelar di Singapura, beberapa waktu lalu.
PRESTASI INTERNASIONAL - Kakak-adik asal Surabaya, Jason Putera Hendrata dan Jovansyah Suryatama Hendrata yang menunjukan medali. Keduanya berhasil membawa pulang medali perunggu dari International Mathematics Contest (IMC) 2025 yang digelar di Singapura, beberapa waktu lalu. (Nur Ika Anisa/TribunJatim.com)

Alih-alih menghafal rumus, Jason fokus memahami konsep dasar dan pola soal.

Ia memanfaatkan waktu satu bulan persiapan untuk mempelajari past papers dan mengenali karakter soal tiap kompetisi.

Dengan cara itu, ia tidak kaget saat bertemu model soal yang kompleks. Logika menjadi pegangan utama, bukan hafalan semata.

2. Konsisten Berlatih Setiap Hari

Jason tidak belajar hanya saat mendekati lomba. Ia membiasakan diri berlatih rutin sekitar 1–2 jam per hari.

Menjelang kompetisi, intensitasnya meningkat.

“Kebetulan saya sama adik mengikuti lombanya sampai di Bali. Nah untuk SEAMO Alhamdulillah lolos dan dapat gold. Nah adik juga kebetulan sampai lolos final dapet medali juga,” ungkap Jason.

Konsistensi ini yang membuat kemampuannya terus terasah, bukan sekadar naik turun mengikuti musim lomba.

3. Mengelola Stres dan Language Barrier

Kompetisi internasional juga menghadirkan tantangan bahasa.

Jason mengakui ada hambatan komunikasi yang harus dihadapi.

“Language barrier tantangannya tapi saya dapat banyak teman dari Turkmenistan, Uzbekistan, Timur Tengah. Passion-nya sama, matematika,” ucapnya.

Saat menemui soal sulit, ia memilih menenangkan diri dan memecah persoalan menjadi bagian kecil.

Fokus kembali ke konsep dasar menjadi cara efektif untuk menghindari panik.

Baginya, ketenangan adalah bagian penting dari rahasia siswa berprestasi.

Pentingnya Keseimbangan (Work-Life Balance)

Di balik gelar juara, Jason tetaplah remaja biasa.

Ia aktif di kegiatan pramuka dan tetap menjalani kehidupan sekolah seperti siswa lainnya.

Saat musim olimpiade tiba, ia menyesuaikan prioritas tanpa meninggalkan komitmen sepenuhnya.

Keseimbangan ini membuatnya tidak mudah terbebani ekspektasi.

Ia juga berbagi pesan sederhana bagi pelajar lain:

“Pesannya ya jangan terlalu terpaku sama nilai dan membandingkan diri dengan orang lain. Karena yang bisa menilai diri kita ya diri kita sendiri. Fokus di bidang yang kita kuasai dan berjuang di bidang yang kita kuasai," ucapnya.

Dukungan sekolah pun menjadi faktor penting.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 5 Surabaya, Agus Widodo, menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung bakat siswa.

“Tentu yang kami utamakan sesuai dengan pendidikan berjenjang, tapi tidak menutup kemungkinan menampung semua talent anak-anak. Terbukti banyak piala dari luar negeri, hampir dua minggu kami memberikan penghargaan kepada mereka. Artinya mereka yang sudah berjuang untuk nama baik sekolah kami apresiasi dan suport, dan itu berkelanjutan sehingga anak-anak berpacu berprestasi,” tutup Agus Widodo.

Kisah Jason Putra Surabaya membuktikan bahwa prestasi di olimpiade matematika internasional bukan semata soal bakat.

Di balik medali perak dari Vietnam dan emas dari Bali, ada disiplin 1–2 jam latihan setiap hari, pemahaman logika yang kuat, strategi menghadapi soal sulit, serta dukungan keluarga dan sekolah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.