Jambret 'Alhamdulillah' di Surabaya Viral: Minta Tolong Dipanggilkan Polisi, Kapolrestabes Ngakak
Sarah Elnyora Rumaropen February 14, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebuah rekaman interogasi pelaku kriminal mendadak viral setelah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, dibuat tertawa terbahak-bahak oleh pengakuan polos seorang jambret berinisial BW (29).

Pelaku yang terjebak di gang buntu saat dikepung amukan massa di kawasan Sukomanunggal ini justru meminta perlindungan dengan memohon kepada warga agar segera menelepon polisi.

Tak hanya itu, sikap BW yang tetap mengucap syukur "Alhamdulillah" meski hanya menerima upah kecil dari hasil kejahatannya, sontak memicu gelak tawa sekaligus sindiran menohok dari sang Kapolrestabes.

Momen BW Minta Tolong Dipanggilkan Polisi 

BW merupakan pelaku jambret yang kerap menargetkan pengendara motor wanita di wilayah Surabaya Barat. 

Nyawa BW nyaris melayang setelah aksi penjambretannya di Jalan Tambak Mayor, Sukomanunggal, pada Senin (26/1/2026) malam gagal total dan membuatnya dikejar amukan massa.

Dalam pelariannya, BW memasuki gang permukiman untuk menghilangkan jejak.

Namun apes, BW justru terjebak di gang buntu hingga akhirnya nekat bersembunyi di dalam rumah sepasang suami-istri. 

Baca juga: Tampang 2 Jambret Asal Tajinan dan Kedungkandang Malang Ditembak Polres Tulungagung

Menariknya, selama bersembunyi, BW justru meminta penghuni rumah untuk segera menelepon polisi demi meredam amarah warga yang mengepungnya.

Momen interogasi ini terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @Luthfie.daily pada Sabtu (14/2/2026).

"Kan buntu, ada rumah, lalu saya masuk, ada bapak dan ibuknya. Saya; pak tolong pak saya telponkan Polisi. Saya dikejar massa," ujar BW dalam video tersebut.

Baca juga: Jambret Bercelurit Beraksi di Madyopuro Kota Malang, Rampas Gelang Emas Milik Ibu Rumah Tangga

Mendengar jawaban itu, Kombes Pol Luthfie lantas berkelakar mengenai pelaku yang baru mengingat polisi saat terdesak.

"Orang kepepet kelingan Polisine, pas jambret ra kelingan polisine. Lek kecekel langsung 110, layanan cepat gratis," celetuk Luthfie (Artinya: mengapa saat terhimpit amukan massa kamu baru ingat Polisi. Mengapa saat menjambret tidak ingat Polisinya. Kalau tertangkap langsung telepon 110).

Jawaban "Alhamdulillah" Picu Tawa Kombes Pol Luthfie

Kepada polisi, BW mengaku komplotannya kerap mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis parang.

Hingga tertangkap, ia tercatat sudah beraksi sebanyak tiga kali di kawasan Surabaya Barat dengan target wanita di jalanan sepi.

"3 kali. Korban semua wanita. Saya bawa sajam, parang. 2 ambil (si eksekutor). 2 (pelaku) cuma jaga-jaga tok aja pak," ungkap BW.

Setiap kali berhasil menjambret perhiasan, BW mengaku mendapatkan upah sekitar Rp500 ribu.

Luthfie pun menimpali, "kamu enggak protes dapat segitu?" BW dengan polos menjawab bahwa ia menerima saja hasil tersebut.

"Enggak wes pak dikasih alhamdulillah," jawabnya.

Baca juga: Lansia di Poncokusumo Malang Jadi Korban Jambret, Gelang Emas Senilai Rp 10 Juta Digasak Pelaku

Jawaban inilah yang memicu tawa sang Kapolrestabes.

"Alhamdulillah, jambret kok Alhamdulillah," sahut Luthfie.

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Akhyar, menjelaskan bahwa BW beraksi bersama tiga rekan lainnya.

Dua pelaku berinisial MUHAW (23) dan RN (35) telah ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Asemrowo pada malam kejadian, sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Iya itu kasus masih kembangkan, untuk kejar 1 pelaku lainnya. Kalau pelaku BW ini, memang sudah beraksi 3 kali di wilayah Surabaya Barat," jelas Akhyar.

Data Kriminalitas Jawa Timur Tahun 2025

Aksi penjambretan ini menambah daftar kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) di Jawa Timur.

Berdasarkan data Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Jatim tahun 2025, tercatat ada 2.473 kasus curat yang berhasil diungkap.

Curat merupakan satu dari tiga kasus terbanyak yang ditangani Polda Jatim, di bawah kasus penipuan (2.223 kasus) dan di atas kasus curanmor (1.987 kasus).

Baca juga: Rekam Jejak Tukang Jambret Asal Turen Kabupaten Malang Ini Sungguh Ngeri, Tak Kenal Rasa Kapok

Sepanjang tahun 2025, Ditreskrimum Polda Jatim dan jajaran polres berhasil mengungkap 18.396 kasus dari total 19.477 laporan masyarakat.

Hal ini menunjukkan tingkat keberhasilan penyelesaian kasus (case clearance) mencapai sekitar 94 persen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.