selalu.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur mengambil langkah strategis dengan melakukan peremajaan struktur kepengurusan, memberikan ruang dominan kepada kalangan muda. Langkah ini diambil untuk memperkuat mesin partai dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif ke depan.
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa komposisi baru kepengurusan mayoritas diisi oleh anak muda yang dinilai memiliki energi dan kreativitas tinggi. Menurutnya, hal ini menjadi modal penting untuk memperluas pengaruh kebijakan partai bagi masyarakat Jawa Timur.
“Kebanyakan pengurus DPW yang baru diisi anak-anak muda, ini ada sahabat Azam, Sekretaris DPW yang baru, ada sahabat Umam, Bendahara DPW yang baru, dan teman-teman lain yang muda-muda,” kata Gus Halim di sela agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PKB Jatim pada Sabtu (14/2/2026).
Anggota DPR RI itu menjelaskan, Muskerwil menjadi momentum penyusunan sejumlah program strategis guna memperkuat soliditas partai sekaligus memperluas basis dukungan, terutama dari kalangan pemilih pemula yang didominasi generasi Z dan Alpha.
“Beberapa program sudah kita sampaikan tadi, strategi khusus yang berbeda dengan prioritas sebelumnya,” ujarnya kepada selalu.id
Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda. Kondisi tersebut menuntut partai politik untuk lebih adaptif dan kreatif dalam merumuskan pendekatan politik. “Kita sudah menyiapkan diri untuk menyongsong 60 persen pemilih dari milenial, gen Z, dan generasi alpha,” tambahnya.
Meski demikian, ia enggan membeberkan secara rinci strategi yang tengah disiapkan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi internal partai.
“Bagaimana strategi nggak mungkin kita sampaikan, nanti khawatir ditiru partai lain. Tapi yang pasti akan punya strategi khusus untuk menarik Gen Z dan menyongsong generasi alpha,” selorohnya.
Sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Jawa Timur, PKB juga membidik kursi Gubernur Jawa Timur pada kontestasi mendatang. Target tersebut dinilai realistis mengingat penguasaan kursi legislatif dapat menjadi modal politik signifikan untuk memenangkan posisi eksekutif.
Gus Halim optimistis kepengurusan baru yang lebih muda mampu memenangkan hati masyarakat Jawa Timur dan meraih kemenangan di Pilgub. Ia juga menyinggung wacana mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang dinilainya lebih efektif dan akuntabel. “Pasti banyak yang berminat karena itu akan lebih akuntabel dibanding dipilih oleh rakyat langsung,” kata dia.
Menurutnya, pemilihan gubernur oleh DPRD memiliki relevansi tersendiri, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun pertimbangan fungsi provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam koordinasi dan pengawasan wilayah.
“Keluar dari Indrapura (Kantor DPRD Jatim) itu miliknya Surabaya, ke utara dikit miliknya Gresik. Makanya sangat layak kalau kemudian benar-benar dipilih oleh DPRD,” pungkasnya.