TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya longsor di area parkiran objek wisata Curug Sikarim, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (14/2/2026) sore.
Area parkir yang mengalami longsor mengakibatkan sejumlah sepeda motor milik pengunjung ikut terseret.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Wonosobo, Sabarno, mengatakan tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi saat kejadian berlangsung.
Baca juga: Kronologi Longsor di Kebumen, Rumah Nursito Tertimbun Pada Pukul 23.00 WIB
Baca juga: Suara Gemuruh Tengah Malam, Nursito Terkejut Lihat Dapur Rumahnya Hancur Diterjang Longsor Kebumen
Namun proses evakuasi mengalami kendala akibat kondisi cuaca yang masih hujan dan minimnya penerangan.
“Tim masih di lokasi, kondisi saat ini masih hujan," ungkapnya.
Data sementara yang dihimpun petugas menunjukkan sedikitnya lima sepeda motor terdampak longsoran.
Dua unit berhasil dievakuasi pada Sabtu petang, sementara tiga unit lainnya masih belum ditemukan hingga operasi dihentikan sementara.
Petugas menduga kendaraan yang belum ditemukan kemungkinan ikut terbawa material longsoran hingga ke aliran sungai di bagian bawah lereng, namun kepastian penyebabnya masih dalam pendalaman tim di lapangan.
"Berdasarkan info dari lokasi diperkirakan masih ada 3 motor yang belum ditemukan entah terbawa longsoran ke sungai atau penyebab lain masih diperdalam infonya oleh tim, sementara 2 motor telah berhasil dievakuasi,” jelas Sabarno.
Upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan personel. Kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang masih berlangsung meningkatkan risiko longsor susulan.
“Info dari tim sementara kita tarik mengingat kondisi cuaca dan lokasi cukup membahayakan dan kondisi minim penerangan. Lanjut besok,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan lokasi parkir berada pada ketinggian sekitar 30 hingga 40 meter dari bahu jalan.
Meski demikian, akses utama menuju objek wisata dilaporkan masih dapat dilalui kendaraan dan dinyatakan aman untuk masyarakat, karena titik longsor tidak berada tepat di jalur utama.
“Ini posisi di atas desa, jalan baru, untuk akses ke Sikarim aman, untuk longsoran ini aman ngga mengenai rumah warga,” ujar Sabarno.
BPBD mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di kawasan perbukitan maupun objek wisata alam yang memiliki lereng curam, terlebih saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu pergerakan tanah.
Operasi pencarian terhadap tiga sepeda motor yang masih hilang rencananya akan dilanjutkan pada Minggu (15/2/2026) dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan personel di lapangan. (ima)