Arti Kata Ruahan, Ruahan Artinya, Arti Kata Ruwahan, Ruahan Menurut Islam, Ruahan Jelang Ramadhan
Nolpitos Hendri February 15, 2026 12:29 AM

Baca juga: Arti Petang Megang, Arti Cucurak, Arti Muggahan, Petang Megang-Cucurak-Muggahan Menurut Islam

Menjelang datangnya bulan Ramaddan 1447 H, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik yang disebut ruahan.

Tradisi ini, yang juga dikenal dengan sebutan roaan, rauhahan, atau rohaan, merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh persiapan.

Dari ziarah kubur hingga kumpul keluarga, ruahan memiliki makna mendalam dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia.

Mari kita telusuri lebih jauh apa itu ruahan, bagaimana tradisi ini dilakukan di berbagai daerah, dan apa maknanya dalam perspektif Islam dan Bahasa Melayu Riau.

A. Arti Kata Ruahan atau Ruahan Artinya atau Arti Kata Ruwahan

Secara bahasa atau secara harfiah, arti kata ruahan atau ruahan artinya atau arti kata ruwahan adalah berasal dari kata ruah yang berarti meruah, memanggil (dari jauh), menyeru, mencurah, atau melimpah ruah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ruahan berarti cucuran.

Ruahan adalah tradisi yang dilakukan masyarakat Islam menjelang Ramadan, yang juga dikenal dengan sebutan roaan, rauhahan, atau rohaan.

Tradisi ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti:

- Kumpul keluarga untuk saling meminta maaf sebelum memasuki bulan puasa.

- Ziarah kubur ke makam keluarga yang telah meninggal.

- Mengunjungi orang-orang yang mungkin pernah disakiti atau dizalimi untuk meminta maaf.

Tradisi ruahan menurut Islam beberapa ulama menjelaskan bahwa ruwahan berasal dari bahasa Arab, yaitu arwah (roh) dan diniatkan untuk berdoa serta berdzikir bersama, kemudian pahalanya dikirimkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia.

Ruwahan dianggap sebagai amal saleh untuk orang tua yang sudah meninggal, yang dilakukan menjelang Ramadhan setelah Nisfu Sya'ban.

Tradisi ini mencakup tahlilan, sedekah, berdoa bersama, dan bersilaturahmi.

Tradisi ruahan umumnya dilakukan di berbagai tempat, tergantung pada aspek kegiatan ruahan itu sendiri:

- Rumah: Ruahan sering dilakukan di rumah, terutama saat acara kumpul keluarga untuk saling meminta maaf. Keluarga berkumpul, makan bersama, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan Ramadan.

- Makam (Kuburan): Ziarah kubur merupakan bagian penting dari ruahan. Masyarakat mengunjungi makam keluarga atau kerabat untuk membersihkan makam, berdoa, dan mengenang mereka yang telah meninggal.

- Masjid dan Musala: Beberapa kegiatan ruahan, seperti tahlilan dan doa bersama, sering dilakukan di masjid atau musala. Ini adalah cara untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ibadah menjelang Ramadan.

- Lingkungan Sekitar: Ruahan juga bisa dilakukan dengan mengunjungi tetangga, teman, atau kenalan untuk meminta maaf dan menjalin silaturahmi. Kegiatan ini dapat dilakukan di rumah masing-masing atau di tempat-tempat umum seperti balai desa atau lingkungan RT/RW.

Tradisi Ruwahan dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, terutama di daerah-daerah berikut:

- Jawa: Ruwahan sangat dikenal sebagai tradisi masyarakat Jawa. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Ruwahan diartikan sebagai “Ngluru Arwah”. Masyarakat di Kalurahan Banjarejo, Gunungkidul, masih menjaga dan melestarikan tradisi Ruwahan dengan acara kenduri.

- Bangka: Di Pulau Bangka, terdapat beberapa desa yang memperingati Ruwahan seperti hari raya, terutama di daerah pinggiran atau pedesaan. Desa-desa seperti Keretak, Penagan, Gadung, Kace, dan Tempilang dikenal dengan perayaan perang ketupatnya. Perayaan ini umumnya dimulai dari pertengahan bulan Sya'ban (Nisfu Sya'ban).

Meskipun acara Ruwahan diadakan di berbagai daerah di Indonesia, setiap wilayah memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

Tradisi ini umumnya dilakukan di daerah pinggiran atau pedesaan.

B. Arti Ruahan dalam Bahasa Melayu Riau

Secara bahasa, arti ruahan dalam Bahasa Melayu Riau adalah berasal dari kata ruah yang berarti meruah, memanggil (dari jauh), menyeru, mencurah, atau melimpah ruah.

Ruahan merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Islam menjelang Ramadan.

Tradisi ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti:

- Kumpul keluarga untuk saling meminta maaf sebelum memasuki bulan puasa.

- Ziarah kubur ke makam keluarga yang telah meninggal.

- Mengunjungi orang-orang yang mungkin pernah disakiti atau dizalimi untuk meminta maaf.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa ruwahan berasal dari bahasa Arab, yaitu arwah (roh) dan diniatkan untuk berdoa serta berdzikir bersama, kemudian pahalanya dikirimkan kepada orang-orang yang sudah meninggal dunia.

Ruwahan dianggap sebagai amal saleh untuk orang tua yang sudah meninggal, yang dilakukan menjelang Ramadan setelah Nisfu Sya'ban.

Tradisi ini mencakup tahlilan, sedekah, berdoa bersama, dan bersilaturahmi.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau

Demikian penjelasan tentang arti kata ruahan atau ruahan artinya atau arti kata ruwahan dan ruahan menurut Islam serta ruahan jelang Ramadhan hingga arti ruahan dalam Bahasa Melayu Riau .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.