Persebaya Kalah 1-2 dari Bhayangkara FC, Bernardo Tavares Meminta Maaf Kepada Bonek
Cak Sur February 15, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Rekor impresif Persebaya Surabaya akhirnya terhenti di kandang sendiri. Menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur (JatIm), Sabtu (14/2/2026) malam, tim berjuluk Bajul Ijo itu harus mengakui keunggulan tamu dengan skor tipis 1-2.

  • Kekalahan ini memutus tren positif Persebaya yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun.
  • Gol Bhayangkara FC dicetak Henri Doumbia (24') dan Moussa Sidibe (45+1'), sementara Persebaya hanya membalas lewat Mihailo Perovic (64').
  • Pelatih Bernardo Tavares menyoroti strategi time wasting lawan dan keputusan wasit yang hanya memberi tambahan waktu 5 menit.

Baca juga: Skor Akhir Persebaya vs Bhayangkara FC 1-2: Rekor Tak Terkalahkan Putus di GBT

Jalannya Pertandingan dan Pencetak Gol

Laga di hadapan puluhan ribu Bonek ini berjalan ketat sejak menit awal. Namun, Bhayangkara FC justru berhasil mencuri momentum di babak pertama. Dua gol bersarang ke gawang Persebaya yang dikawal Andhika Ramadhani.

Gol pembuka The Guardian dicetak oleh Henri Doumbia pada menit ke-24. Menjelang turun minum, Moussa Sidibe menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0 pada masa injury time babak pertama (45+1').

Memasuki babak kedua, Persebaya tampil lebih agresif dan mendominasi total permainan. Upaya tak kenal lelah Bajul Ijo akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui gol Mihailo Perovic. Sayangnya, itu menjadi satu-satunya gol balasan yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi.

Baca juga: Hasil Skor Babak I Persebaya vs Bhayangkara FC: Bajul Ijo Tertinggal 0-2

Kekecewaan Bernardo Tavares: Soroti Time Wasting

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. 

Juru taktik asal Portugal ini menilai timnya menciptakan banyak peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol.

"Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama, tetapi kami tidak menembak dengan akurat," kata Bernardo Tavares kepada awak media, termasuk SURYA.co.id, usai laga.

"Kami lebih banyak menembak ke gawang. Kami menciptakan peluang, tetapi sayangnya kami hanya mencetak satu gol," tambahnya.

Selain masalah penyelesaian akhir, Tavares juga menyoroti taktik mengulur waktu yang dilakukan pemain Bhayangkara FC. 

Menurutnya, tambahan waktu lima menit yang diberikan wasit tidak sebanding dengan banyaknya waktu yang terbuang.

"Saya rasa wasit perlu memberikan waktu tambahan lebih banyak. Lima menit, ketika satu tim, di babak pertama dan babak kedua, selalu mencoba untuk mengulur waktu," tegas Tavares.

"Saya terkejut wasit hanya memberi waktu lima menit. Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan," imbuhnya.

Baca juga: Susunan Pemain Persebaya vs Bhayangkara FC: Bernardo Tavares Pasang 3 Bek

Permintaan Maaf Kepada Bonek

Gagal mempersembahkan poin di kandang, Tavares menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita yang telah memadati Stadion GBT. Ia mengapresiasi dukungan luar biasa yang diberikan suporter.

"Terima kasih kepada para pendukung yang datang ke stadion untuk mendukung kami. Suasananya fantastis. Kami akan belajar dari kekalahan ini untuk bisa lebih baik di pertandingan berikutnya," pungkas pelatih berusia 45 tahun itu.

Senada dengan sang pelatih, kiper Persebaya Andhika Ramadhani juga mengungkapkan penyesalannya.

"Mewakili pemain, saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil buruk yang kami dapatkan. Kami telah berusaha sebaik mungkin sesuai arahan pelatih. Namun kali ini, kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan. Kami mohon maaf," ujar Andhika.

Posisi di Klasemen Sementara

Bagi Bhayangkara FC, kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Borneo FC. Sementara bagi Persebaya, hasil ini sangat menyakitkan karena menghentikan catatan 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.

Meski gagal mendulang poin, Persebaya Surabaya masih bertahan di papan atas. Bajul Ijo saat ini menempati peringkat lima klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 35 poin.

Data Pelengkap

Untuk memberikan konteks lebih dalam mengenai laga ini, berikut adalah data fakta terkait lokasi dan rekam jejak kedua tim:

1. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT):
Stadion yang menjadi venue pertandingan ini adalah markas kebanggaan Persebaya yang terletak di Benowo, Surabaya. Dibuka pada 2010 dan direnovasi untuk standar FIFA pada era 2020-an, GBT memiliki kapasitas sekitar 45.000 hingga 55.000 penonton. Atmosfer GBT dikenal sebagai salah satu yang paling intimidatif bagi tim tamu di Indonesia berkat fanatisme Bonek.

2. Rekor Pertemuan (Head to Head):
Pertemuan antara Persebaya dan Bhayangkara FC (sering disebut The Guardian) kerap menyajikan laga ketat. Dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Bhayangkara FC sering menjadi batu sandungan bagi Persebaya, meskipun Bajul Ijo bermain di kandang. Kemenangan Bhayangkara kali ini menegaskan status mereka sebagai tim yang mampu menyulitkan tim-tim besar.

3. Profil Kompetisi:
Laga ini merupakan bagian dari Super League musim 2025/2026, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia (sebelumnya dikenal sebagai Liga 1). Memasuki pekan ke-21, persaingan di papan atas (Top 5) sangat ketat, di mana setiap poin sangat krusial untuk perebutan gelar juara maupun slot kompetisi Asia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.