TRIBUNTRENDS.COM - Nama Gandhi Sehat belakangan ini ramai dibicarakan.
Perhatian publik tertuju pada lagunya yang berjudul Cita-citaku (Ga Jadi Polisi), sebuah karya yang memicu polemik dan mengundang beragam tafsir di tengah masyarakat.
Sejak dirilis, lagu tersebut memantik diskusi di ruang publik.
Respons datang silih berganti, dari yang mendukung hingga yang mengkritik.
Bahkan, hanya dalam waktu sepekan setelah beredar, lagu Gandhi akhirnya ditarik dari peredaran.
Di balik sorotan itu, Gandhi Sehat adalah seorang penyanyi berusia enam tahun yang berasal dari Sleman, Yogyakarta.
Baca juga: Viral Sosok Novi, Penumpang Pesawat Tunggu Delay 5 Jam Malah Ditinggal Terbang, Bayinya Sampai Sakit
Meski usianya masih sangat belia, ia sudah menghasilkan dua album dengan warna musik punk rock.
Bukan hanya bernyanyi, Gandhi juga menulis seluruh lirik lagunya sendiri.
Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, tertulis:
"Musiknya direkam di rumah bersama sang ayah, dengan gaya mentah ala Circle Jerks dan semangat low budget rock.
Dipengaruhi oleh Buzzcocks, Cosmic Psychos, dan The Cramps, lagu-lagunya seperti “Brisik!!!” dan “Beli Hot Wheels” memadukan keluguan anak-anak dengan energi punk yang jujur.
Gandhi bukan sekadar fenomena lucu, tapi pengingat bahwa suara paling murni bisa datang dari usia yang paling muda."
Unggahan itu menggambarkan bagaimana proses kreatifnya berlangsung secara sederhana namun penuh semangat.
Dari rumah, bersama sang ayah, Gandhi membangun identitas musikalnya, liar, jujur, dan apa adanya.
Setelah karya-karya sebelumnya seperti “Brisik!!!” dan “Beli Hot Wheels”, Gandhi kembali menghadirkan lagu baru berjudul Cita-citaku (Ga Jadi Polisi), lagu yang kemudian membawa namanya menjadi perbincangan nasional.
Lagu tersebut dirilis tepat saat Gandhi ulang tahun.
Nenek tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Kakek tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Bu guru tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Mereka tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Memalukan (Katanya)
Memalukan (Katanya)
Temanku tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Bude tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Polisi tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Semua tanya cita-citaku
(yang penting ga jadi polisi)
Yah kenapa toh kok aku ga boleh jadi polisi?
Ya soalnya nganu e
Apa tuh namanya
Anu itu loh
Duh gimana ya
Nanti ayah ditangkep
Baca juga: Penasihat Kapolri Sebut Lagu Band Sukatani Bentuk Kritik, Tak Ada Masalah Hukum: Memang Kenyataan
Namun begitu, baru sepekan dirilis, lagu tersebut kini sudah ditarik lagi dari peredaran.
"Album ini sejak awal dibuat sebagai karya seni, berdasarkan cerita dari sudut pandang polos seorang anak usia 6 tahun.
Namun setelah melihat dinamika serta berbagai penafsiran yang berkembang di ruang publik, kami memutuskan untuk menghentukan peredarannya," tulis surat resmi.
Pihak management memutuskan menghapus seluruh konten dan lagu terkait.
"Saat ini kami telah menghapus seluruh konten dan lagu terkait dari akun serta kanal resmi kami.
Perlu kami sampaikan bahwa segala bentuk penyebaran ulang konten atau lagu yang masih beredar di luar kanal resmi kami bukan lagi menjadi tanggung jawab kami," katanya.
Management mengaku keputusan menarik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
"Sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai kreator, serta untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak kami kehendaki," katanya.
(TribunTrends/TribunBogor)