Setannya Cuan Hadir di Bandung, Horor Komedi Hadirkan Pesan Soal Cuan Instan
Muhamad Syarif Abdussalam February 14, 2026 11:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Special screening film horor-komedi Setannya Cuan berlangsung meriah di CGV BEC Bandung, Sabtu (14/2/2026). 

Kehadiran para pemain dan kru langsung disambut antusias penonton. Banyak yang mengajak untuk foto bersama ketika bertemu langsung dengan idolanya.

Produser Film Setannya Cuan, Avesina Soebli,  mengungkapkan perjalanan film ini terbilang panjang karena proses produksi sempat tertunda pandemi.

“Kami syuting sejak Covid, sempat jeda, lalu bergerak lagi. Awalnya judulnya Jurig Salawe, mengangkat cerita Tanah Pasundan tentang setan togel. Setelah melihat perkembangan zaman, kami sepakat jadi Setannya Cuan,” ujar Avis di CGV BEC.

Ia menambahkan, penggunaan istilah “cuan” terasa dekat dengan realitas masyarakat modern yang sering memburu keuntungan instan.

“Kebetulan juga nuansanya dekat Imlek, kata ‘cuan’ terasa agak oriental. Intinya fenomena cari uang cepat itu masih ada, bahkan sampai melibatkan hal gaib seperti babi ngepet, tuyul, sampai pocong,” katanya.

Avis menegaskan ide cerita tetap dipertahankan berkat kekompakan tim produksi. 

Film ini juga membawa pesan moral tentang pentingnya mencari rezeki secara halal.

Sementara itu dr. Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita film mengatakan ide cerita film ini lahir dari pengamatan langsung terhadap fenomena nyata di tengah masyarakat di mana seringkali kesulitan ekonomi mendorong orang mencari jalan pintas yang tidak masuk akal. 

“Setannya Cuan memang diadaptasi dari peristiwa nyata tentang obsesi terhadap angka keberuntungan atau klenik demi mengubah nasib secara instan. Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur mengenai bagaimana 'cuan' atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib," kata dr Robby.

Komika Fico Fahriza menceritakan lokasi syuting dilakukan di Pangalengan, Gunung Puntang, hingga kebun teh dengan suhu dingin mencapai 14 derajat Celsius.

“Daripada jump scare, film ini mengandalkan situasi. Misalnya adegan ambil nisan atau sembunyi di kuburan, serem tapi tetap lucu,” katanya.

Aktor Joe P Project menilai Bandung punya arti khusus bagi film ini.

“Ini special screening dan Bandung penting karena latar kisahnya dari Jawa Barat,” ucapnya.

Pengalaman ekstrem pun dialami Anyun Cadel memerankan pocong.

“Hampir celaka beneran, sling kostum kejepit sampai sakit, tapi akhirnya jadi cerita seru di balik layar,” ujarnya sambil tertawa.

Film Setannya Cuan dibintangi Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton. 

Film ini juga menjadi wujud kenangan mendalam (in memoriam) bagi pembuatan film dan para pemain untuk komika almarhum Babe Cabita.

Film ini berkisah tentang rivalitas dua tokoh desa yang terjerumus praktik pesugihan demi kekayaan instan.

Rahasia kemenangan judi togel, praktik klenik, hingga perburuan pesugihan oleh warga menjadi konflik utama. Meski dibalut komedi, cerita tetap menyinggung fenomena sosial tentang obsesi ekonomi dan jalan pintas.

Bandung dipilih sebagai salah satu kota special screening karena kedekatannya dengan latar cerita Cicalengka.

Di momen hari valentine ini, penonton justru dihibur dengan cerita horor berbalut komedi. Meskipun suasana terasa horor namun di sela filmnya selalu terdengar gelak tawa penonton.

Setannya Cuan dijadwalkan tayang nasional mulai 5 Maret 2026. Selain menjadi hiburan horor-komedi, film ini diharapkan menghadirkan refleksi ringan bahwa mencari rezeki halal tetap menjadi pilihan terbaik di tengah godaan jalan pintas yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.