Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Masyarakat Kelurahan Bertais, Kota Mataram memiliki cara unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Warga setempat menyebutnya "Cegat Ramadan".
Dalam tradisi ini warga melakukan pawai obor dengan berjalan kaki melalui jalan utama kampung. Seperti malam ini, Sabtu (14/2/2026), usai salat isya, warga mengenakan pakaian islami tumpah ruah ke jalan raya sambil membawa obor. Anak-anak, pemuda, hingga orang tua, laki-laki dan perempuan turut serta.
Bagi warga setempat, tradisi ini bukan sekadar iring-iringan biasa, melainkan tradisi yang memiliki filosofi mendalam.
Penggunaan obor disimbolkan sebagai cahaya yang membawa manusia keluar dari masa kegelapan.
“Obor itu melambangkan bahwa pada zaman Rasulullah dulu itu kita ini kan lahir dari alam kegelapan. Jadi membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang atau minzulumat ilan nur. Nah, itulah definisi mereka ketika cegat Ramadan itu membawa obor itu," kata Lurah Bertais Hafizuddin kepada TribunLombok.com, Sabtu (14/2/2026) malam.
Istilah “cegat” dalam tradisi ini pun memiliki makna filosofis tersendiri. "Cegat" yang berarti menghadang, diartikan sebagai upaya masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan dan harapan agar keberkahan Ramadan dapat dirasakan lebih lama.
“Jadi kita menyambut bulan suci ini kegembiraan, kebahagiaan, tapi dengan cara-cara dan tradisi-tradisi yang baik,” tambahnya.
Baca juga: Tabligh Akbar di Lombok Tengah, Ustaz Maulana Ajak Masyarakat Hindari Perang Sarung saat Ramadan
Hafizuddin sendiri memberikan respons positif dan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini.
Pelestarian tradisi ini dianggap penting agar masyarakat tetap mengingat asal-muasal dan nilai-nilai baik yang telah diwariskan turun-temurun.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, tradisi Cegat Ramadan ini juga ditegaskan sebagai simbol kebersamaan warga.
Hafizuddin menekankan bahwa kegiatan ini adalah hal positif yang terus harus dirawat.
“Ini tradisi yang baik yang harus kita lestarikan sebagai simbol kebersamaan kita dalam menyambut bulan suci Ramadan itu,” pungkasnya.
Ia berharap ibadah puasa tahun ini berjalan lancar, aman, dan damai. Hal yang tidak kalah penting dari tradisi ini yakni memperkuat silaturahmi dan rasa pesaudaraan antar sesama umat muslim.