SURYAMALANG.COM, - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pengakuan mengejutkan terkait atmosfer sepak bola di kawasan Asia Tenggara menjelang bergulirnya Piala AFF 2026 atau ASEAN Cup 2026.
Juru taktik asal Inggris yang baru ditunjuk pada Januari 2026 ini menilai, rivalitas di ajang ASEAN Cup jauh lebih "gila" dan intens dibandingkan pengalamannya saat memimpin Timnas Kanada di ajang Gold Cup (CONCACAF).
Bahkan, pria yang besar di tengah panasnya kultur sepak bola Inggris ini menyebut tensi pertandingan di Asia Tenggara jauh lebih sengit ketimbang Derby legendaris Newcastle melawan Sunderland di tanah kelahirannya.
Baca juga: Dampak Transfer Maarten Paes ke Ajax, Calvin Verdonk Sebut Kegilaan di Timnas Bakal Terulang
Kehadiran Herdman pun kini membawa harapan baru bagi publik sepak bola Tanah Air untuk mengakhiri puasa gelar dan memutus kutukan spesialis runner-up yang telah melekat pada Skuad Garuda selama puluhan tahun.
Gelaran Piala AFF 2026 atau ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Dalam turnamen tersebut, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak kualifikasi antara Brunei vs Timor Leste.
Herdman mengaku sangat antusias menatap ajang ini, bahkan ia menilai atmosfernya akan terasa berbeda jika dibandingkan dengan Gold Cup—turnamen serupa di kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.
Baca juga: DAFTAR 3 Pelatih Lokal Jadi Asisten John Herdman di Timnas Indonesia, Ada Nama Nova Arianto
Pelatih asal Inggris ini sebelumnya pernah merasakan atmosfer Gold Cup saat menukangi Timnas Kanada.
"Saya sangat bersemangat tentang Hyundai Cup (red: Piala AFF) karena setelah mengalami Gold Cup di CONCACAF, rasanya berbeda," ujar Herdman dilansir dari laman aseanutdfc melalui BolaSport (grup suryamalang), Sabtu (14/2/2026).
Ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert, Piala AFF 2026 akan menjadi pengalaman pertama bagi Herdman merasakan rivalitas di kawasan Asia Tenggara.
Sebelumnya, Patrick Kluivert sendiri sepakat mengakhiri kerja sama dengan PSSI usai gagal memimpin Skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Herdman mengakui, sebelumnya ia hanya merasakan panasnya persaingan antara Newcastle dan Sunderland di Inggris. Namun, ia melihat ada gairah yang berbeda dari para pemain yang akan ia pimpin nanti.
Baca juga: Nasib Persija Terancam Musafir, GBK Steril Jelang FIFA Series Timnas Indonesia
"Para pemain yang Anda latih sangat bersemangat," kata Herdman.
"Biasanya mereka adalah pemain yang memberi jalan bagi pemain Eropa, pemain di Serie A dan Bundesliga" lanjutnya.
"Tetapi ini adalah kesempatan mereka dan jika Anda memanfaatkannya, akan ada koneksi nyata antara satu sama lain, para penggemar, dan turnamen ini" imbuh Herdman.
"Itulah yang benar-benar membuat saya bersemangat tahun ini. Saya sangat ingin merasakan semangat Asia Tenggara" terangnya.
Herdman bahkan memberikan perbandingan yang cukup mencolok mengenai tingkat persaingan di kawasan ini.
"Sebagai warga Newcastle, yang bisa saya pahami hanyalah derbi Sunderland-Newcastle, dan tampaknya di sini persaingannya jauh lebih sengit!," tegasnya.
Ajang ini menjadi kesempatan besar bagi Herdman untuk memberikan trofi pertama bagi Timnas Indonesia, mengingat Skuad Garuda belum pernah menjuarai turnamen ini sejak masih bernama Piala Tiger.
Sejauh ini, Indonesia memiliki catatan sebagai spesialis runner-up sebanyak enam kali, tepatnya pada edisi tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Ambisi besar John Herdman untuk menaklukkan panasnya persaingan di Asia Tenggara tentu tidak lepas dari dukungan sistem yang sedang dibangun di internal federasi.
John Herdman memaparkan pengalamannya bekerja di bawah arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Herdman, yang diikat kontrak hingga Januari 2028, menilai kehadiran Erick Thohir menjadi faktor krusial bagi Timnas Indonesia untuk menetapkan standar baru di level dunia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka di Piala Asia U-17 2026, Ketemu Jepang dan Cina
John Herdman melihat adanya kombinasi sempurna antara potensi pemain yang ada dengan kepemimpinan yang progresif.
"Kita memiliki basis talenta yang telah berkembang, Anda dapat melihat keunggulan kualitatif mulai meningkat, tetapi Anda memiliki presiden seperti Erick Thohir yang visioner dan benar-benar ingin membawa negaranya ke level berikutnya," kata Herdman masih dilansir dari laman aseanutdfc.
Menurut pelatih berusia 50 tahun tersebut, sosok pemimpin yang memiliki visi jelas adalah kebutuhan mutlak.
"Anda benar-benar membutuhkan sosok visioner itu, dan di bawahnya Anda memiliki semangat para penggemar, jadi Anda tidak melawan apa pun. Anda sebenarnya memiliki angin yang mendukung layar Anda," ujarnya.
Meski memiliki dukungan penuh, Herdman tidak menutup mata, ada beban harapan yang sangat besar di pundak Timnas Indonesia saat ini.
Herdman memandang ekspektasi publik yang begitu tinggi sebagai sebuah tantangan ganda bagi kariernya di tanah air.
"Itu bisa menjadi anugerah dan kutukan karena ada begitu banyak harapan dan kita belum berhak untuk memiliki harapan itu," ungkapnya.
Namun, Herdman optimistis Indonesia sedang berada di jalur yang benar.
Baca juga: Perlawanan Sengit Timnas Indonesia U17 Nyaris Imbangi China dalam Drama 5 Gol di Indomilk Arena
"Tapi saya pikir kita berada di ambang melakukan sesuatu di mana kita dapat membangun kepercayaan, rasa hormat terhadap siapa kita sebagai sebuah bangsa, dan kemudian membangun harapan nyata untuk lolos ke Piala Dunia" ungkapnya.
"Itulah misi kita selama empat tahun ke depan." sambung Herdman.
Sebelum fokus pada misi jangka panjang lolos ke Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman sudah ditunggu sejumlah agenda padat.
Terdekat, Skuad Garuda akan menjalani FIFA Series 2026 di Indonesia yang diikuti oleh Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Salomon.
Baca juga: Format dan Jadwal FIFA Series 2026 : Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Solomon Vs Bulgaria
Setelah itu, agenda besar lainnya adalah Piala AFF 2026 atau ASEAN Cup 2026 pada Juli hingga Agustus 2026.
Tak berhenti di situ, tantangan berikutnya adalah Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027, di mana undian grupnya akan digelar pada 11 April 2026.
(BolaSport.com/BolaSport.com)