Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi melantik pengurus KADIN kabupaten/kota di DIY, Sabtu (14/2/2026).
Jabatan Ketua KADIN Kota Yogyakarta diemban oleh Eko Sutrisno, Ketua KADIN Sleman ialah Yudi Prihantana, Ketua KADIN Bantul yakni Nur Ikhsan Hidayat, Ketua KADIN Kulon Progo yaitu Nanang Sukrisno, dan jabatan Ketua KADIN Gunungkidul dijabat oleh Joko Pitoyo.
Dalam pelantikan tersebut, GKR Mangkubumi mengatakan para pengurus baru KADIN Kabupaten/Kota mengemban tanggung jawab besar untuk membawa dunia usaha DIY semakin maju, tangguh, dan berdaya saing.
Menurut dia, tema “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dinamika global, transformasi digital, perubahan iklim usaha, serta tuntutan daya saing yang semakin tinggi menjadi tantangan.
Modal sosial, budaya, dan sumber daya manusia yang kuat, ditambah UMKM yang kreatif, industri pariwisata yang berdaya tarik tinggi, sektor pendidikan yang unggul, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi fondasi utama ketangguhan ekonomi DIY.
Tugas KADIN ke depan adalah memastikan seluruh potensi tersebut terhubung dalam sebuah ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, KADIN memiliki peran dalam mendorong iklim usaha yang kondusif, adil, dan berkeadilan. Memperkuat daya saing UMKM dan industri lokal, agar mampu naik kelas dan menembus pasar nasional maupun global,” katanya dalam pelantikan pengurus KADIN Kabupaten/ Kota di JEC, Sabtu (14/2/2026).
“Mengakselerasi transformasi digital dan inovasi usaha, sebagai respon terhadap perubahan zaman. Meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha, melalui pelatihan, pendampingan, dan jejaring bisnis. Memperluas kolaborasi lintas sektor, antara yang telah usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas,” sambungnya.
Ia berharap pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerahnya masing-masing. Selain itu KADIN di kabupaten/kota juga diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi pelaku usaha, sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha.
Para pengurus juga diajak untuk mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan KADIN kabupaten/kota adalah penggerak ekonomi di wilayah masing-masing. Tidak sekadar representasi dunia usaha, melainkan simpul orkestrasi pertumbuhan.
“Memiliki posisi strategis untuk menggerakkan industri, menguatkan UMKM, dan menjembatani aspirasi pelaku usaha dengan kebijakan publik,” ungkapnya.
Menurut dia, DIY tumbuh dalam keragaman potensi. Sleman dengan keunggulan pendidikan dan teknologi, Bantul dengan industri kreatif dan manufaktur, Kulon Progo dengan konektivitas logistik dan peluang kawasan industri, Gunungkidul dengan kekuatan agro-maritim dan pariwisata alam, dan Kota Yogyakarta dengan jasa, perdagangan, dan hospitality.
Dalam perspektif teori ekosistem, keberagaman tersebut adalah komplementaritas non-generik dan saling melengkapi. Justru pada diferensiasi itulah, daya saing kolektif DIY bertumpu.
“Tantangannya, komplementaritas tanpa orkestrasi, dapat berubah menjadi fragmentasi. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas KADIN kabupaten/kota, dengan KADIN DIY berperan sebagai fasilitator aktif, yang menghubungkan, menyelaraskan, dan mengarahkan,” imbuh Sultan. (maw)