TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – PSMS Medan meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Sumsel United FC pada lanjutan pekan ke-19 Pegadaian Championship musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Sabtu (14/2/2026).
Hasil ini menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan untuk menjaga asa menembus lima besar klasemen di awal putaran ketiga, sekaligus mempertegas dominasi mereka setiap tampil di hadapan pendukung sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas pertandingan langsung tinggi.
PSMS yang bermain di depan publiknya sendiri tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Mereka menekan sejak menit pertama, berupaya mencetak gol cepat untuk mengontrol jalannya laga.
Belum genap satu menit pertandingan berjalan, Adlin Cahya yang bergerak di sisi kanan melihat ruang kosong dan mengirimkan bola spekulatif ke dalam kotak penalti.
Umpan tersebut disambut Clayton Da Silva yang berdiri bebas di area berbahaya.
Striker asal Brasil itu langsung melepaskan sepakan kaki kanan, namun refleks cepat penjaga gawang Dicky masih mampu menepis bola sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.
Situasi bola mati itu dimaksimalkan dengan sempurna oleh tuan rumah.
Bola yang dikirim ke dalam kotak penalti menciptakan kemelut di depan gawang.
Si kulit bundar kemudian jatuh tepat di kaki Felipe Cadenazzi.
Tanpa ragu, penyerang asal Argentina itu melepaskan sepakan terarah yang tak mampu dijangkau Dicky.
Gol cepat di menit pertama membuat stadion bergemuruh dan membawa PSMS unggul 1-0.
Keunggulan cepat tersebut membuat jalannya pertandingan semakin terbuka.
Sumsel United yang tertinggal mencoba bangkit melalui skema serangan yang lebih sabar dari lini tengah.
Rachmad Hidayat dan rekan-rekannya berusaha membangun serangan terorganisir untuk membongkar lini pertahanan rapat PSMS yang dikomandoi lini belakang disiplin.
PSMS sendiri tidak mengendurkan tekanan.
Pada menit ke-10, kombinasi satu-dua sentuhan kembali menghadirkan ancaman serius.
Adlin kembali menjadi motor serangan dengan mengirimkan umpan terobosan kepada Cadenazzi.
Dengan sentuhan backheel yang cerdik, Cadenazzi berhasil mengecoh bek lawan, namun penyelesaian akhirnya masih terlalu lemah dan mudah diamankan Dicky.
Memasuki menit ke-20, tempo permainan menjadi lebih seimbang.
Duel-duel keras terjadi di lini tengah. Pada menit ke-27, Farhan diganjar kartu kuning usai melakukan tekel keras terhadap Natan yang tengah memimpin serangan balik cepat Sumsel.
Sumsel hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-30.
Umpan terobosan Irwanto Bajo gagal diantisipasi sempurna oleh Saddam, sehingga bola jatuh ke kaki Kurniawan Karman.
Ia langsung melepaskan sepakan keras, namun bola hanya membentur tiang kanan gawang.
Momen tersebut sempat membuat pendukung tuan rumah terdiam sebelum akhirnya kembali memberi dukungan.
Menjelang turun minum, Diego beberapa kali mengancam gawang PSMS melalui penetrasi dan tembakan jarak dekat.
Namun, kiper Reky Rahayu tampil sigap mengamankan peluang, termasuk pada menit ke-45 saat ia meninju bola hasil sepakan keras Diego dari jarak dekat.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk PSMS.
Memasuki babak kedua, Sumsel langsung mengambil inisiatif serangan dengan meningkatkan tempo permainan.
Namun peluang pertama justru kembali menjadi milik PSMS pada menit ke-51 melalui tembakan jarak jauh Clayton Da Silva yang masih melambung di atas mistar.
Sumsel kemudian melakukan pergantian pada menit ke-52 dengan memasukkan Syahril dan Tomi menggantikan Nathan serta Kemaluddin, sebagai upaya menambah daya gedor.
Tekanan sempat meningkat ketika tendangan bebas Juninho Cabral pada menit ke-54 membentur pagar hidup.
Bola muntah langsung disambar Hafit dengan sepakan voli, namun Reky kembali tampil konsisten dengan menangkap bola secara sempurna.
Alih-alih kebobolan, PSMS justru menggandakan keunggulan pada menit ke-58.
Dani Saputra melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihalau Dicky.
Gol tersebut membuat PSMS unggul 2-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan.
PSMS terus menjaga intensitas serangan.
Pada menit ke-66, umpan silang mengarah ke Antoni Nugroho yang lolos dari pengawalan dan berhadapan langsung dengan kiper.
Antoni mencoba mencungkil bola melewati Dicky, namun arah bola melebar dari sasaran.
Cadenazzi yang sigap mengejar bola langsung menyundulnya ke dalam gawang kosong.
PSMS unggul 3-0 dan Cadenazzi mencatatkan brace dalam laga ini.
Sumsel akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-78.
Kesalahan backpass Kim Jeung Ho dimanfaatkan Diego yang dengan tenang merebut bola dan menaklukkan Reky.
Skor berubah menjadi 3-1 dan sempat membangkitkan semangat tim tamu.
Dengan kemenangan ini PSMS Medan berhasil merangkak naik ke peringkat 4 klasemen sementara grup A dengan perolehan 29 poin.
Di sisa waktu pertandingan, Sumsel mencoba meningkatkan tekanan dengan memainkan bola-bola direct dan memaksimalkan kecepatan pemain sayap.
Bahkan pada masa injury time, Kahar Kalu melakukan solo run melewati beberapa pemain bertahan PSMS, namun tembakannya masih melebar dari sasaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 3-1 untuk kemenangan PSMS.
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya dan memuji kerja keras tim sepanjang laga.
“Alhamdulillah dan terima kasih buat perjuangan pemain. Setiap kita main di kandang, mereka berjuang tanpa lelah supaya tidak kehilangan poin. Semuanya luar biasa,” ujarnya.
Eko menegaskan timnya akan terus menjaga asa menembus lima besar dengan memaksimalkan laga kandang.
Ia juga menilai Clayton Da Silva mampu beradaptasi cepat meski baru tiga hari bergabung latihan bersama tim.
“Saya yakin performanya belum 100 persen, tapi adaptasinya cepat. Ke depan kita tetap fokus menjaga hasil positif di putaran ketiga,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsentrasi penuh sepanjang laga, terutama setelah timnya kebobolan akibat kelengahan di menit akhir, yang menurutnya tidak boleh kembali terulang pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, pemain belakang PSMS, Erwin Gutawa, menyebut kemenangan ini menjadi modal berharga untuk laga tandang berikutnya.
“Ini kemenangan penting. Tapi kami tidak boleh terlalu lama euforia karena masih ada pertandingan berikutnya. Kami harus tetap fokus ke depan,” katanya.
Terpisah, Pelatih kepala Sumsel United FC, Nil Maizar, mengakui timnya kecewa atas hasil tersebut meski tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
“Ini perjuangan yang sangat luar biasa tapi kita kecewa karena kita gagal memetik kemenangan pada hari ini. Golnya juga terlalu cepat dan kedua kesalahan unit juga di babak kedua sehingga tadi bisa shooting dan jadi gol. Nanti kita perbaiki kelemahan-kelemahan ini. Kalau itu tidak akan terjadi pasti kita bisa mengimbangi bahkan memenangkan pertandingan. Ke depan sama kelemahan-kelemahan kita akan perbaiki untuk di pertandingan berikutnya karena masih ada 8 pertandingan lagi yang akan kita hadapi,” ujarnya.
Ia menilai gol cepat serta kesalahan koordinasi di babak kedua menjadi faktor utama yang membuat timnya kehilangan momentum.
Namun, Nil menegaskan peluang masih terbuka karena kompetisi masih menyisakan delapan laga yang bisa dimaksimalkan.
Sementara itu, pemain Sumsel, Kurniawan Karman, menyebut secara permainan timnya sebenarnya mampu mengimbangi tuan rumah.
“Kita tahu pertandingan tadi sebenarnya kita bisa menguasai pertandingan secara permainan. Kita sebenarnya bagus tapi secara skor kita kalah,” katanya.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Sumsel United FC untuk segera berbenah demi menjaga peluang mereka di sisa kompetisi musim ini.
(cr29/tribun-medan.com)