BANGKAPOS.COM--Dalam ajaran Islam, aktivitas makan dan minum bukan sekadar memenuhi kebutuhan jasmani.
Lebih dari itu, setiap suapan bisa bernilai ibadah apabila diawali dengan niat yang benar dan dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan, termasuk saat menikmati rezeki berupa makanan dan minuman.
Membaca doa sebelum dan sesudah makan menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Selain itu, menjaga adab ketika makan juga merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim.
Berikut doa sebelum dan sesudah makan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
Doa Sebelum Makan (Paling Singkat)
Tulisan Arab:
بِسْمِ اللَّهِ
Tulisan Latin:
Bismillāh
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah.
Doa ini sederhana namun sangat dianjurkan. Dengan membaca “Bismillah”, seorang Muslim memohon keberkahan atas makanan yang akan dikonsumsi serta perlindungan dari gangguan setan.
Doa Sebelum Makan (Lengkap)
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Tulisan Latin:
Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā waqinā ‘adzāban-nār.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Doa ini mengandung permohonan keberkahan dan perlindungan, sehingga makanan yang dikonsumsi membawa kebaikan bagi tubuh dan jiwa.
Jika seseorang lupa membaca doa sebelum makan dan baru teringat di tengah-tengah makan, dianjurkan membaca doa berikut:
Tulisan Arab:
بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Tulisan Latin:
Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu.
Artinya:
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”
Doa ini menjadi penyempurna bagi doa yang terlewat di awal makan.
Setelah selesai makan, umat Islam dianjurkan memuji Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur.
Doa Pendek
Tulisan Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Tulisan Latin:
Alhamdu lillāhil-ladzī ath‘amanā wasaqānā waja‘alanā minal-muslimīn.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang Muslim.”
Doa Setelah Makan (Lengkap)
Tulisan Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Tulisan Latin:
Alḥamdulillāhilladzī aṭ‘amanī hādzā, wa razaqanīhi min ghairi ḥaulin minnī wa lā quwwah.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan memberiku rezeki, tanpa daya dan kekuatanku.”
Doa ini menegaskan bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT, bukan semata-mata hasil usaha manusia.
Selain doa, Islam juga mengatur tata cara makan yang baik agar seorang Muslim tidak hanya memperoleh kesehatan, tetapi juga keberkahan.
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
Kebersihan adalah bagian dari iman. Mencuci tangan menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
2. Makan dengan tangan kanan
Rasulullah SAW menganjurkan makan dan minum menggunakan tangan kanan karena tangan kiri digunakan untuk hal-hal yang kurang bersih.
3. Mengambil makanan yang terdekat
Jika makan bersama dalam satu wadah, disunnahkan mengambil makanan yang berada di dekatnya.
4. Tidak berlebihan
Islam melarang makan secara berlebihan. Rasulullah SAW menganjurkan agar perut diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.
5. Tidak mencela makanan
Jika tidak menyukai suatu makanan, cukup tidak memakannya tanpa mencela.
6. Makan dengan tenang
Tidak tergesa-gesa saat makan menunjukkan rasa syukur dan membantu proses pencernaan.
7. Tidak meniup makanan panas
Meniup makanan atau minuman panas tidak dianjurkan karena kurang baik dari sisi adab dan kebersihan.
8. Menghabiskan makanan
Islam mengajarkan agar tidak menyisakan makanan dan menghargai setiap butir rezeki.
9. Berdoa dan makan bersama keluarga
Makan bersama keluarga sambil menyebut nama Allah dapat menghadirkan keberkahan dan mempererat hubungan.
Adab makan mengajarkan kesederhanaan, disiplin, dan rasa syukur. Dengan membiasakan doa sebelum dan sesudah makan, seorang Muslim dilatih untuk selalu mengingat bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur.
Kebiasaan sederhana seperti membaca doa makan juga membentuk karakter rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat kufur nikmat.
Selain bernilai spiritual, adab makan juga memiliki manfaat sosial dan kesehatan. Kebersamaan saat makan mempererat silaturahmi, sementara pola makan yang tidak berlebihan menjaga kesehatan tubuh.
Dengan demikian, doa dan adab makan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pengamalan tauhid dan rasa syukur.
Jika diamalkan secara konsisten, aktivitas makan sehari-hari pun berubah menjadi ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan.
(Bangkapos.com/Zulkodri)