TRIBUNNEWS.COM - Analis kebijakan publik dan politik, Nasky Putra Tandjung memberikan komentarnya terkait rencana Presiden Prabowo Subianto memberikan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia menilai Kapolri sangat layak untuk dianugerahi tanda penghormatan tersebut.
Semua tidak lepas dari kontribusinya mewujudkan program strategis nasional baik itu program ketahanan pangan, hingga pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami sepenuhnya mendukung atas pernyataan Bapak Presiden yang akan memberi penghargaan khusus tanda penghormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo."
"Dan juga kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja nyata, capaian, dan dedikasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Nasky sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia itu kepada Tribunnews.com, Minggu (15/2/2026).
Alumni INDEF School of Political Economy Jakarta itu memaparkan, capaian strategis Kapolri dalam mendukung program MBG.
Polri telah berhasil membangun 1.179 SPPG di seluruh Indonesia (per 13 Februari 2026), dengan target akhir mencapai 1.500 unit.
SPPG yang dibangun Polri diproyeksikan mampu memberikan manfaat kepada sekitar 2,9 juta orang. Selanjutnya,Dampak ekonomi dalam Pembangunan SPPG ini menyerap hampir 60.000 tenaga kerja.
Baca juga: Prabowo Puas Resmikan 1.179 SPPG Polri, Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit
Selain itu, Nasky menambahkan sepanjang 2025, Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Polri mencatatkan sejumlah capaian strategis.
Produksi jagung nasional meningkat sekitar 9 persen, atau setara 1,36 juta ton, sehingga total produksi mencapai 16.501.555,66 ton.
Akselerasi produksi tertinggi terjadi pada kuartal IV 2025, melalui optimalisasi lahan seluas 651.196 hektare yang menghasilkan sekitar 3.479.432 ton jagung.
Selain itu, penyerapan jagung oleh Bulog tercatat mencapai 101.713 ton, atau 63,8 persen dari target, yang berperan penting menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta mencegah spekulasi pasar.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi Kapolri beserta seluruh jajaran Polri, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek, dalam mengkoordinasikan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, termasuk melalui Program Pemanfaatan Lahan Produktif,” jelas Nasky.
Founder Nasky Milenal Center itu turut mengapresiasi kontribusi Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.
Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif dalam program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kerja nyata ini membuktikan Polri tidak hanya penegak hukum, tapi juga hadir di tengah masyarakat lewat program sosial seperti MBG,” lanjutnya.
Nasky menyebut, SPPG Polri tak hanya memastikan distribusi makanan bergizi, tetapi juga berinovasi dalam penyediaan pangan sehat, standar gizi modern, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
“Selain memenuhi gizi anak-anak bangsa, SPPG juga memberi dampak ekonomi dengan melibatkan UMKM dan membuka lapangan kerja,” tandasnya.
Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Instruksikan Jajaran Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan
Presiden Prabowo Subianto menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak untuk dianugerahi tanda penghormatan Bintang Mahaputera.
Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.072 SPPG Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Dia mengatakan hal tersebut setelah menganugerahkan tanda penghormatan kepada beberapa pejabat seperti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri di acara yang sama.
"Karena itu tadi kita beri penghargaan. Kapolri belum (memperoleh) karena beliau harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin Mahaputera pantas untuk beliau," katanya.
"Saya tanya 'Anda sudah dapat Mahaputera', (jawab Kapolri) 'belum-belum', 'ya, saya yang beli Mahaputera untuk beliau," sambung Prabowo.
Prabowo mengungkapkan pemberian penghargaan kepada pejabat di Polri menjadi wujud terimakasihnya karena telah membantu seluruh program yang telah direncanakannya.
Ia mengibaratkan pemberian tanda kehormatan seperti ungkapan terimakasih orang tua kepada anaknya.
"Ini kehormatan sebagai seorang pemimpin. Ini kebahagiaan seorang bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya, kebanggaan," katanya.
Di sisi lain, Prabowo mengakui bahwa Polri saat ini tengah menjadi sorotan dan banyak dikritik masyarakat.
Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut harus dihadapi sebagai risiko dari pelayan publik.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan hal yang sama juga dialami oleh TNI.
"Itu risiko bener nggak? Yang penting niat baik. Pengorbanan untuk bangsa dan negara,. Jadi kita harus tegar dan buktikan kepada rakyat," pungkas Prabowo.
Baca juga: Prabowo Sebut Kapolri Listyo Sigit Layak Diberi Bintang Mahaputera
Bintang Mahaputera adalah tanda kehormatan tertinggi kedua yang diberikan oleh pemerintah di mana setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.
Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Bintang Mahaputera terdiri dari lima kelas yaitu Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, dan Bintang Mahaputera Nararya.
Ada syarat yang wajib dipenuhi oleh penerima tanda kehormatan ini yang diatur dalam Pasal 28 UU Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Total ada tiga syarat yakni mereka yang dianggap berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.
Lalu, mereka dianggap telah melakukan pengabdian dan pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara.
Terakhir, yakni telah memberikan darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Beberapa menteri di Kabinet Merah Putih telah memperoleh tanda kehormatan ini seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, hingga Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Mereka memperoleh pada tahun 2025 lalu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 74/TK/Tahun 2025.
(Tribunnews.com/Endra/Yohanes Liestyo Poerwoto)