TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Mimpi PSIR Rembang untuk menembus putaran nasional Liga 4 musim ini resmi kandas di meja sidang.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi berat berupa diskualifikasi kepada tim berjuluk Laskar Gondang Ijo tersebut akibat pelanggaran disiplin berat dan kerusuhan di lapangan.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Putusan No 103/KD.L4/PSSI.JTG/II/2026 yang diterbitkan usai sidang Komdis pada Sabtu (14/2/2026).
Sanksi ini merujuk pada insiden dalam laga semifinal leg kedua Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang menjamu Persak Kebumen di Stadion Krida, Kamis (12/2).
Baca juga: PSIR Terancam Batal ke Liga 4 Nasional, Pengeroyokan Wasit Usai Kalah dari Persak Ditangani Komdis
Sanksi Berlapis dan Denda Puluhan Juta
Tak hanya didepak dari kompetisi musim ini, PSIR Rembang juga dijatuhi sanksi finansial dan operasional yang signifikan.
Komdis PSSI Jateng menetapkan denda sebesar Rp45.000.000 atas rentetan pelanggaran yang terjadi.
"Tim PSIR Rembang mendapat sanksi diskualifikasi dari Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 dan denda sebesar Rp45.000.000," bunyi petikan putusan tersebut.
Lebih lanjut, PSIR juga harus menjalani hukuman bertanding tanpa penonton di kandang sebanyak enam pertandingan pada musim kompetisi berikutnya.
Hukuman ini merupakan buntut dari kegagalan panitia pelaksana dalam menjaga ketertiban pertandingan.
Baca juga: Bima Sakti Usung Misi Balas Dendam, Persela Lamongan Siap Curi Poin di Kandang PSIS
Kronologi Pelanggaran Berat
Berdasarkan fakta persidangan, kerusuhan dipicu oleh sejumlah aksi tidak terpuji di dalam stadion.
Pelanggaran yang tercatat meliputi aksi pelemparan oleh suporter hingga tindakan anarkis di area teknis.
Situasi kian memanas setelah terjadi pemukulan terhadap pemain lawan saat laga berlangsung.
Tak berhenti di situ, sejumlah pemain dan oknum Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan dilaporkan melakukan tindakan tidak terpuji terhadap perangkat pertandingan yang bertugas.
Dengan jatuhnya putusan PSIR Rembang didiskualifikasi, maka langkah mereka di semifinal dinyatakan terhenti secara hukum.
Persak Kebumen kini melenggang ke babak berikutnya, sementara manajemen PSIR harus melakukan evaluasi total demi kelangsungan tim di musim mendatang. (arl)