Tribunjogja.com Sleman – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menetapkan penyesuaian jam belajar bagi siswa selama Ramadan 1447 Hijriah.
Durasi setiap jam pelajaran dipangkas lima menit dari ketentuan normal, sehingga siswa dapat pulang lebih awal untuk beribadah bersama keluarga dan masyarakat.
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Disdik Sleman, Akhmad Ritaudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini membuat siswa pulang lebih cepat dibanding bulan lain.
Contoh Jadwal
Jadwal sudah termasuk kegiatan pembiasaan pagi seperti mengaji, salat duha, hafalan surat pendek, dan aktivitas keagamaan lain. Akhmad menekankan, setiap sekolah tetap memiliki kekhasan masing-masing dalam mengisi kegiatan Ramadan.
“Harapannya, selain pelajaran intrakurikuler, anak juga mendapat motivasi tentang nilai religius, toleransi, dan kepedulian sosial,” ujar Akhmad.
• Satpol-PP Sleman Perketat Patroli Ramadan, Pastikan Pengusaha Patuhi Jam Operasional
Terkait libur, Disdik Sleman masih menunggu surat resmi dari Kemendikdasmen.
Namun, berdasarkan informasi dari Kemenko PMK, libur awal Ramadan berlangsung 18–20 Februari 2026, ditambah akhir pekan 21–22 Februari 2026. Pembelajaran tatap muka Ramadan dimulai kembali 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Akhmad mengimbau agar sekolah mengedepankan program penguatan karakter selama libur, seperti pembiasaan ibadah, literasi keagamaan, serta kegiatan bersama keluarga dan masyarakat, misalnya takjil dan mengaji. (rif)
• Demi Generasi Tangguh, Skadik 101 Perkuat Sinergi Pengasuhan Keluarga Anggota