TRIBUNJATIM.COM - Pernikahan pasangan di Garut yang tak pandang rupa viral di media sosial.
Diketahui pasangan ini bernama Edi Koswara dan Ani.
Meski wajah pengantin wanita tak sempurna seperti wanita lainnya, tapi pengantin pria yakin membina rumah tangga dengan kekasihnya itu.
Pernikahan mereka pun turut mengundang perhatian Dedi Mulyadi hingga diundang di rumahnya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Baca juga: Nasib Pernikahan Remaja 16 Tahun Cuma Bertahan 6 Bulan, Suami Ajukan Cerai, Keberatan Nafkahi Anak
Edi Koswara merupakan pemuda asal Karang Nunggal, Tasikmalaya, sedangkan Ani berasal dari Garut.
Saat bertemu dengan Dedi Mulyadi, Edi Koswara dan Ani menceritakan kisah cinta mereka yang sederhana.
Edi menceritakan awal perkenalan mereka berawal dari DM (Direct Message) di media sosial TikTok.
Edi mengaku bahwa dirinya yang pertama kali berkirim pesan kepada Ani untuk berkenalan.
Pesan Edi pun dibalas secara hangat oleh Ani hingga akhirnya komunikasi mereka pun terus berlangsung intens.
Suatu ketika sejoli ini pun berencana untuk bertemu setelah intens berkomunikasi di media sosial.
Tak disangka, Edi memutuskan menemui Ani secara langsung di rumahnya di Garut, Jawa Barat.
Pertemuannya pertama kali itu sempat membuat Edi terkejut karena melihat kondisi Ani.
Edi mengaku saat berkomunikasi dengan Ani lewat media sosial, dirinya tak mengetahui kondisi fisik pujaan hatinya itu.
Meski sempat kaget, Edi memutuskan untuk tetap bersama.
Kepada Dedi Mulyadi, Edi mengaku tetap mencintai Ani dengan tulus karena kepribadiannya yang baik.
“Saya juga menerima, karena Ani juga orangnya baik,” ujar Edi Koswara, melansir dari TribunJabar.
Sementara itu, Ani langsung terpikat dan jatuh hati kepada Edi.
Setelah pertemuan pertama kali itu, di pertemuan kedua Edi memutuskan langsung melamar Ani di hadapan keluarga.
Namun, keluarga Ani sempat menanyakan keseriusan Edi lantaran kondisi putri mereka yang istimewa berbeda dari wanita lainnya.
Dengan tekad, Edi pun mengutarakan bahwa niatnya untuk menikahi Ani apa adanya karena dasar mencintai.
“Saya bilang, saya apa adanya, karena sangat mencintai Ani,” ucap Edi.
Di sisi lain bagi Ani, niat baik Edi tersebut sangat dia hargai dan dia syukuri karena menerima kondisi fisiknya.
Singkat cerita, akhirnya Edi dan Ani pun menikah pada awal Februari 2026 dengan maskawin Rp 1 juta.
Meski sudah menikah, ternyata Edi dan Ani kini hidup terpisah.
Untuk menanggung masa depannya dengan Ani, Edi pun sudah bekerja di pabrik konveksi di Soreang, Kabupaten Bandung.
Sementara Edi bekerja di Bandung, namun Ani masih tinggal di rumah orang tuanya di Garut.
Baca juga: Viral Bule Italia Jalani Ikrar Mualaf dan Nikahi Warga Ngrayun Ponorogo, KUA Buka Suara
Alasan Edi tak membawa Ani ikut dengannya ke Bandung lantaran kendala biaya kontrakan yang berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan.
Edi khawatir jika gaji yang diterimanya tak cukup untuk menghidupi Ani selama di Bandung jika mengontrak.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menyarankan agar Edi dan Ani hidup mandiri terpisah dari orang tua.
Meski kisah Edi dan Ani itu sederhana, Dedi Mulyadi terenyuh dan memberikan apresiasi terhadap ketulusan cinta mereka.
Ia pun memberikan tawaran untuk biaya kontrakan selama satu tahun penuh agar pasangan ini bisa tinggal bersama di Bandung.
Selain bantuan membayar kontrakan, Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga memberikan beberapa hadiah uang tunai Rp 10 juta untuk membeli perlengkapan rumah tangga seperti piring, kompor, dan alat masak lainnya agar mereka bisa hidup mandiri.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berpesan agar pasangan itu tetap semangat dan membiasakan diri untuk hidup mandiri tanpa menumpang di rumah orang tua atau saudara.
Dedi Mulyadi pun mengakhiri pembicaraannya dengan doa agar pasangan tersebut bahagia dalam menempuh hidup baru.
Sebelumnya juga viral kisah Sisri dan Ahmad Suryatna, pasangan suami istri asal Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Mereka meresmikan pernikahan walaupun berbeda usia 28 tahun.
Sisri diketahui kelahiran 1968 yang saat ini berusia 58 tahun.
Sedangkan suami, Ahmad Suryatna lahir 1996 yang berusia 30 tahun.
Pernikahan Sisri dan Ahmad diresmikan di Kantor Urusan Agam (KUA) Jenangan pada, Rabu (28/1/2026) siang.
Walaupun baru pertama, Ahmad dengan sekali tarikan nafas mengucapkan Ijab Kabul.
Sisri pun lega, setelah menikah siri dengan Ahmad selama 4 tahun, kini statusnya jelas secara hukum dan agama.
Sisri pun menerima Ahmad apa adanya.
Baca juga: Kisah Cinta Ahmad Nikahi Majikan Sendiri Beda Usia 28 Tahun, Sisri Kaget Tiba-tiba Dilamar
Sisri dan Ahmad terlihat mesra saat didatangi Tribun Jatim Network di rumahnya, Dukuh Krajan II, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Bahkan keduanya terlihat memasak bersama. Kemudian tak lama mereka sarapan bersama.
Lalu Ahmad berangkat kerja untuk jual beli sekam dan Sisri di rumah.
“Ya begini mbak setiap hari, saya masak. Mas Ahmad bantu masak, terus berangkat kerja,” ungkap Sisri dengan raut bahagia kepada Tribun Jatim Network, Jumat (30/1/2026).
Sisri berkisah 7 tahun lalu Ahmad masih berusia 23 tahun.
Saat itu, Ahmad yang merupakan pemuda asal Desa Wates, Kecamatan Jenangan tidak lain adalah karyawan di tempat usaha jual beli sekam milik Sisri di Desa Nglayang, Jenangan.
Menurutnya, waktu itu, Ahmad diminta untuk pulang malah ditolak.
Ahmad sendiri melamar Sisiri, walaupun sempat ada penolakan dari keluarga Sisri.
Maklum saja, Sisri sendiri berusia 58 tahun, sudah mempunyai 2 anak.
Bahkan Sisri sudah dikarunia 2 cucu dari pernikahan yang pertama.
“Mungkin sering ketemu itu, jadi lama-lama suka. Saya lo juga kaget waktu dilamar 4 tahun lalu, tahun 2021. Kami akhirnya menikah secara siri,” urainya.
Saat pernikahan siri kemarin, dia diberi mahar peralatan salat.
Sedangkan saat menikah di KUA Jenangan, Sisri diberi mahar uang tunai sebesar Rp200 ribu.
“Orang tua Ahmad memang setuju. Keluarga saya juga luluh. Saya ya kaget, tiba-tiba hatinya ke aku, orang tua juga gak papa,” kisahnya.
Ahmad sendiri mengaku memang sudah cinta dengan Sisri.
Melihat Sisri yang perhatian dengan dirinya dan keluarganya di Desa Wates.
“Pengen nikah tanya-tanya orang tua dulu. Dapat restunya, kerja di sini 3 tahun, muncul rasa sayang. Orangnya ya baik, membantu dan perhatian,” urainya.
Kepala KUA Jenangan Tajib Ahmadi mengatakan, pernikahan Ahmad dan Sisri disaksikan keluarga terdekat.
Dengan mahar uang Rp200 ribu, pernikahan keduanya sah secara agama dan negara.
“Kan memang sudah nikah siri 4 tahun. Terkendala ekonomi. Akhirnya bisa disah-kan secara negara,” papar Tajib.
Dia mengaku pernikahan beda usia tersebut bukan kali pertama.
Dia sendiri pernah menikahkan beda usia, dengan mempelai pria lebih tua 30 tahun daripada perempuan.
“Kalau sudah sama-sama suka mau gimana lagi. Semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah,” pungkasnya.