TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Kalimantan Utara resmi dikukuhkan.
Pengukuhan kepengurusan tersebut dirangkaikan dengan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), yang digelar di Swiss-Belhotel Tarakan, Sabtu (14/2/2026) sore kemarin
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi besar PKB Kaltara menjelang agenda politik nasional dan daerah ke depan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Zainul Munasichin selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, dan Anggota DPR RI Komisi IX, kemudian ada juga Farida Faricha, kader PKB yang saat ini duduk sebagai Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia serta Syafruddin, Anggota DPR-RI komisi 12 yang juga kader PKB.
Ketua DPW PKB Kalimantan Utara, Herman, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan kepartaian ini merupakan bagian dari proses nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Prosesi mulai dari Muswil, pelantikan KSP dan Dewan Syuro telah dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi pada 2 hingga 4 Februari di Jakarta kemarin.
"Setelah itu dilanjutkan orientasi akurasi kebijakan, kemudian pelantikan, dan lanjutkan dengan prosesi pengukuhan kepengurusan DPW,” ujar Herman.
Baca juga: Fraksi PKB-NasDem-PAN DPRD Kaltara: Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Korbankan Pelayanan Publik
Ia menjelaskan, pengukuhan pengurus DPW PKB dilakukan secara bertahap sejak 7 Februari hingga 14 Februari 2026 oleh DPP PKB.
Kalimantan Utara menjadi salah satu provinsi yang dijadwalkan pada hari terakhir rangkaian tersebut.
“Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar.
Tinggal kita lanjutkan dengan orientasi politik agar pemahaman kader dan pengurus semakin mendalam.
Politik itu bukan hanya bicara soal merebut kursi, tapi bagaimana ketika kita duduk, sumber daya manusia kita punya kapasitas, kapabilitas, dan bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang kita wakili,” tegasnya.
Setelah orientasi politik, agenda partai dilanjutkan dengan Muskerwil sebagai langkah konkret menyusun program dan strategi pemenangan ke depan.
Herman menyebutkan, hasil Muskerwil akan menjadi dasar persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga April 2026.
“Muskerwil ini menjadi pijakan langkah-langkah konkret.
Setelah ini kita akan lanjutkan persiapan Muscab di seluruh kabupaten atau kota.
Salah satu target utama kita adalah pembentukan struktur PAC 100 persen di seluruh kecamatan di Kalimantan Utara,” katanya.
Baca juga: Usai Demokrat dan PKB, Yansen-Suratno Terima B1-KWK dari PPP, Ini Alasan Partai Kabah Dukung YESS
Dalam kesempatan tersebut, Herman juga membeberkan target ambisius PKB Kaltara pada Pemilu 2029 mendatang, yakni meraih total 19 kursi legislatif di seluruh tingkatan DPRD kabupaten/kota dan provinsi.
Target ini lanjutnya, bukan sekadar lips service.
"Ini target yang rasional dan terukur.
Kalau dulu kita hanya memenuhi ketentuan undang-undang, sekarang semua tingkatan wajib 100 persen.
Karena struktur partai adalah ujung tombak di setiap kecamatan dan desa,” jelasnya.
Ia merinci, untuk tingkat DPRD Provinsi Kalimantan Utara, PKB menargetkan dua kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan dan Dapil KTT–Bulungan.
Sementara di Kota Tarakan, PKB menargetkan penambahan satu kursi sehingga kembali meraih empat kursi pada 2029.
“Di Tarakan, suara kita sebenarnya di posisi kedua.
Tapi kursi kita turun dari empat menjadi tiga.
Ini yang akan kita rebut kembali, terutama di Dapil IV Kota Tarakan,” ujarnya.
Untuk Kabupaten Nunukan, PKB menargetkan peningkatan signifikan dari satu kursi menjadi tiga kursi, dengan pemetaan ulang di seluruh Dapil.
Di Kabupaten Tana Tidung, PKB menargetkan minimal tiga kursi, sementara di Bulungan, PKB berupaya mempertahankan dua kursi yang ada dan merebut kembali satu Dapil yang sempat lepas.
“Malinau yang dulu nol kursi, sekarang sudah satu kursi.
Target kita ke depan dua kursi.
Kalau dijumlahkan semuanya, totalnya 19 kursi.
Ini target yang sangat rasional, bukan tanpa perhitungan,” tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah